Posted by Haqqi in Life Journey Saturday, 31 July 2010 00:44 View Comments
Saat bingung apa yang harus kau lakukan, renungkanlah apa yang sebenarnya kau inginkan
Kata-kata itu muncul begitu saja di otak saya, waktu saya naik motor sendirian, keliling kota menikmati indahnya malam. Yup, bagi saya ini memang salah satu obat untuk menenangkan hati yang cukup mujarab. Terkadang bisa sampai memunculkan inspirasi seperti kata-kata di atas itu, meski kadang kebanyakan kata-kata yang biasa muncul tiba-tiba itu kadang terlupakan. Haha. Ini memang bisa menenangkan hati, tapi nggak terlalu bisa menyelesaikan masalah.
Karena sesuatu hal, beberapa hari ini saya bingung apa yang mesti saya lakukan. Mau ngelakuin ini, rasanya bakal salah lagi. Mau ngelakuin itu, katanya juga nggak baik. Mau tanya apa kata hati, nggak terjawab. Alhasil saya hanya bisa mengalihkan kegiatan dari otak ke fisik. Mencoba sesedikit mungkin berpikir, dan memperbanyak pergerakan badan. Memang nggak saya banget sih, tapi ini adalah usaha saya untuk menenangkan pikiran dulu. Soalnya kalau pikiran nggak tenang, mau gimana-gimana ya masalah nggak bakal selesai.
Posted by Haqqi in Life Journey Monday, 19 July 2010 21:10 View Comments
Sebuah akhir dari cerita, cukup sedih sih, tapi bisa jadi pelajaran
Ya, judulnya memang “The End”, tapi ditambahi dengan tanda tanya. Apa maksudnya? Mungkin memang sudah berakhir, tapi saya sendiri bingung bagaimana mengakhirinya dengan baik dan indah. Dan saya juga nggak ngerti apa ini memang benar-benar berakhir, atau sebuah awal yang baru. Kalo memang akhir, ya akhir yang melenceng dari harapan sih, dengan “sedikit” rasa sakit di hati. Haha.
Mungkin memang benar kata seorang teman, terlalu dekat juga kadang nggak baik. Karena kedekatan itu, saya jadi tahu kalau dia sedang suka sama seseorang, dan sepertinya sudah jadian. Sayangnya saya nggak kenal siapa orang itu, tapi sepertinya mereka suka sama suka. Ya sudahlah, hak asasi setiap orang untuk mencintai orang lain. Dengan kondisi seperti ini, saya cuma bisa mendoakan bahwa pilihan dia itu yang terbaik, dan harus lebih baik dari saya, setidaknya untuk hatinya. Hm, ini sih balik lagi ke masalah ikhlas yang dulu pernah saya post.
Posted by Haqqi in Life Journey Sunday, 11 July 2010 08:08 View Comments
Ini bukan membanding-bandingkan, tapi hanya sebuah proses adaptasi
Nggak usah bertele-tele lagi, ini memang tentang Ice Queen (icy), dan sedikit tentang dia yang dulu. Nggak terasa ya udah 1 tahun lebih kenal si icy. Pasti banyak yang bertanya-tanya, gimana sekarang? Udah deket? Gosipnya udah jadian ya? Hahaha. Emang manusia itu kalau urusan ngomong dan gosip pasti gak ada habisnya. Saya jawab deh. Ya, udah deket. Terlalu deket malahan. Gak percaya? Ya emang gak terlalu kelihatan sih kalo dari luar.
Saya tahu bagian hidupnya yang gak diketahui orang lain. Dari mana? Mata-matain? Nggak. Dia yang cerita sendiri kok. Hm, memang sih setiap cewek pasti punya sebuah rahasia besar dalam hidupnya. Dan ketika cewek itu mau bercerita, itu artinya dia sudah percaya kalo kita gak bakal besar mulut. Sama seperti dia-yang-dulu. Saya tahu tentang rahasia hidupnya, yang bahkan sahabatnya aja nggak tahu. Dan sampai sekarang, rahasia itu masih saya simpan dan nggak pernah ngasih tahu ke siapa-siapa.
Posted by Haqqi in Piece of Cake Monday, 5 July 2010 13:04 View Comments
Meski nggak berpendidikan, manusia memang semakin pintar
Pengalaman ini baru untuk saya. Yah, notabene saya memang jarang sekali naik bus keluar kota. Karena saya PKL di semen gresik, dan sabtu minggu pasti pulang, jadi mau nggak mau ya mengalami ini. Sebenernya cerita ini nggak penting-penting banget sih, tapi lumayan lah buat iseng-iseng posting.
Ceritanya waktu saya pulang dari Gresik ke Malang, lewat jalur Surabaya. Habis naek angkot, berikutnya naek bus kota dari osowilangun ke bungurasih. Di sinilah awal mula cerita itu.
Posted by Haqqi in Life Journey Monday, 5 July 2010 10:13 View Comments
Satu masa waktu yang cukup sia-sia
Post ini adalah lanjutan dari seri sebelumnya. Pinginnya sih bikin post lebih banyak lagi tentang masa menganggur di sana, tapi ternyata nggak jadi. Sebelumya saya cerita bahwa saya akan ikut dalam project SAP di semen gresik, tentunya dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama, SAP adalah software ERP yang cukup besar. Hanya dengan “bisa” saja menggunakan SAP itu, dan sedikit pembuatan modul, “harga” saya bisa menjadi cukup mahal. Kedua, dengan anggapan tanpa dasar, uang saku PKL di semen gresik rasanya cukup tinggi. Di pemikiran kami, at least 500rb lah. Kalo jadi 3 bulan, berarti kan bisa dapat 1,5 juta. Lumayan buat jajan. Pertimbangan ketiga, dengan banyak berinteraksi dengan senior-senior IT, pasti kemampuan saya bakal meningkat. Meski sedikit meleset dari apa yang ingin saya konsentrasikan. Yah, banyak lah pertimbangan lain yang membuat kami, terutama saya, memutuskan untuk perpanjangan PKL dengan join ke project ERP.
Eh tapi eh tapi, keputusan saya berubah.
Suatu ketika, seperti janji, saya diajak ke gedung project SAP oleh kabag sana. Karena gak ada kendaraan, kita bareng pak kabag, naek mobil dinasnya yang plat W. Oke, sampai di sana, saya dikenal-kenalkan ke tiap ruangan. Berasa artis aja neh. Tapi yang paling menjengkelkan, kita dikenalkan sambil beliau bilang, “ini loh, ada mahasisa ITS pingin belajar dan gabung di SAP”. Whuaat?? Ma Chung pak, kami dari Ma Chung. Tapi ya tetep aja, setelah dikasih tahu ya bilangnya masih anak ITS. Ya sudahlah.




Recent Comments