Mimpi yang Aneh
Posted by Haqqi in Life Journey Sunday, 21 February 2010 07:38 View Comments
Benar-benar posting nggak penting
Wew, semalam mimpi aneh banget. Jarang-jarang kayak gini. Bisa dibilang mimpi buruk, tapi terlalu fantasi. Tapi, bisa juga dibilang mimpi indah karena ada Ice Queen di dalamnya. Mungkin karena kemarinnya sempat berdua ngobrol-ngobrol bareng Ice Queen, jadi kebawa mimpi. Haha.
Ceritanya simpel. Sekedar yang masih saya ingat sih, entah gimana awalnya, saya sudah ada di dalam bioskop lesehan, nonton film rame-rame (mungkin karena rotaract ada acara nonton bareng tapi saya nggak ikutan). Anehnya, bioskopnya terbuka dan bisa ngelihat langit. Di luar, mendung banget. Dan, di sebelah saya ada Ice Queen yang entah kenapa tiba-tiba mau saya ajak nonton.
Selesai nonton, saya dan Ice Queen siap-siap pulang. Sampe di pintu depan, berjejer sandal-sandal, termasuk sandal Ice Queen yang saya ambilkan biar gak susah-susah make-nya. Aneh, bioskop kok sampe lepas sandal yah? Haha.
Habis itu kita langsung jalan ke parkiran. Yang nggak enak, ada orang tak diundang ikut-ikut masuk ke dalam mimpi saya. Mungkin karena siangnya namanya sempat tersebut. Tapi it’s okay lah, saya dan Ice Queen langsung jalan ke tempat sepeda motor saya diparkir. Sampe di parkiran, eh ternyata hujan turun deras.
Dari sepeda saya parkir sampai gerbang depan, ada sekitar 30 meter-an. Karena hujan, saya buka bagasi motor saya untuk ngambil mantel. Eh, mantelnya nggak ada di tempat biasanya. Bisa berabe saya pikir. Tapi ternyata, tiba-tiba bagasi motor saya membesar. Dan jas hujan itu ada di sisi bagasi yang lain. Anehnya.
Saya lagi ribet pake mantel, si Ice Queen udah pake helm dan bilang akan nunggu di gerbang depan. Sebagai gambaran, parkirannya itu cembung di tengah, mirip bukit gitu. Nah, gerbangnya ada di kaki bukit. Ice Queen jalan ke sana.
Tiba-tiba, terjadi gempa. Dataran/bukit tempat saya, termasuk bioskopnya, bergetar luar biasa. Area sekitar seperti menghilang. Lama banget gempanya.
Gempa berhenti, saya perhatikan sekitar. Ada beberapa motor jalan ke arah saya. Saya lihat ternyata itu teman saya. Mereka penasaran juga apa yang terjadi. Area sekitar masih seperti tertutup awan. Beberapa saat kemudian, awan-awan itu menghilang.
Dari jauh, muncul perbukitan khas di negara Cina, kayak di film-film shaolin gitu. Wow, ada apa ini. Awalnya, saya coba telepon Ice Queen. Nggak terhubung! Gawat nih, khawatir banget. Kita putuskan untuk keluar gerbang.
Wah, pemandangannya udah jauh berbeda. Suasana yang asing. Ada orang mendekat, ngomong sesuatu ke kita. Tapi kita sama sekali nggak ngerti bahasanya. Kita kebingungan setengah mati. Setelah kita nyoba jalan-jalan keliling, lihat kalender yang ada, ternyata sama kayak kalender di HP saya. Berarti ini masa sekarang. Dan tiba-tiba mimpi saya blank (lupa mungkin yah).
—
Scene di sebuah pasar (mungkin karena sempat ngomongin tentang pasar waktu siangnya). Ada sinyal loh. Saya coba hubungi Ice Queen, ternyata lagi ada di pasar. Kita ketemu, terus cerita-cerita. Si Ice Queen cemberut melulu. Setelah saya tanya-tanya, ternyata dia marah karena kemarin saya hilang dan nggak nganterin pulang habis nonton di bioskop. Kayaknya dia nggak tahu apa yang terjadi.
Selesai cerita-cerita, saya antar dia pulang. Tumben juga mau saya antar pulang.
—
Setelah itu, saya lupa apa yang terjadi. Tahu-tahu saya sudah ada di kamar saya, ngelihatin HP. Dan ternyata sudah subuh. Saya terbangun.



