Report from Japan Love Carnival
Posted by Haqqi in Life Journey Sunday, 14 February 2010 15:36 View Comments
Setelah sekian lama…
Di mana ada acara JZone, di situ kita manggung. Itu dulu. Yup, saya punya band yang sudah lama berdiri, di bawah nama Akatsuki. Dulu, biasanya di setiap acara konser yang diadakan J-Zone (komunitas pecinta Jepang Kota Malang) maupun komunitas di kota lain, kita selalu ambil andil di pengisi acara. Sebuah perjalanan yang cukup panjang mengingat saya sudah join dalam band mulai kelas 3 SMA dulu (lebih dari 3 tahun yang lalu). Kita sering main di Malang, dan beberapa kali ke luar kota seperti sidoarjo dan surabaya.
Awalnya saya sendiri bukan personil asli, tapi hanya pengganti. Saat saya pertama join, band ini sudah cukup solid dengan vokalis yang cukup berpengalaman. Namun sayangnya, karena suatu hal band ini pecah dan kehilangan vokalis. Sejak itu, kita jadi manggung dengan gonta-ganti vokalis. Kalo di hall of fame, sebelum penampilan semalam itu, ada 7 orang cewek yang pernah jadi lead vocal di band ini, meskipun ada yang cuma additional. Giliran nemu vokalis yang pas, eh ada masalah lagi, pecah lagi.
Nah, tentu di masa-masa nggak ada vokalis tetap, kita kesulitan untuk memutuskan apakah akan main di suatu acara terdekat atau nggak. Kalo terpaksa main, akibatnya jadi pake additional. Ya nggak masalah sih, tapi efeknya nanti band ini akan kehilangan jati diri. Sebab yang akan dilihat pertama kali oleh penonton terhadap sebuah band, adalah vokalisnya. Kita sudah punya trademark waktu vokalis tetap pertama. Setelah dia keluar, kita kehilangan arah.
Vokalis tetap terakhir, juga sudah membuat suatu trademark tersendiri buat band ini. Tapi lagi-lagi, karena suatu masalah akhirnya pecah juga. Nah, bisa dibilang masa mulai saat ada masalah sampe setelah keluarnya vokalis tetap terakhir ini, adalah masa vakum yang paling lama. Hampir setahun kita nggak manggung, karena perlu penyesuaian mental di antara anggota yang lain juga. Akibatnya, berbagai event komunitas pun kita lewatkan. Sungguh sayang sekali.
Setelah itu, muncul perfeksionitas di band. Kalo dulu saya yang selalu perfeksionis, sekarang yang lainnya yang perfeksionis. Mereka nggak mau manggung sampe dapat vokalis tetap yang benar-benar cocok. Akibatnya kita jadi nyari-nyari calon dan nyoba-nyoba latihan. Tapi gimana mau dapet vokalis yang sip kalo waktu nyoba latihan aja belum bagus. Akhirnya, beberapa event lagi terlewatkan.
Sodah bosan diam saja, akhirnya kita putuskan untuk manggung pada event berikutnya, meski pake vokalis additional. Cari dicari, awalnya ada banyak calon. Eh ternyata, nggak segampang itu nyari orang yang bener-bener mau bantu dengan ikhlas untuk jadi vokalis sementara. Akhirnya, diputuskanlah untuk pake calon dari saya. Saya ajak adik angkatan di kampus untuk bantu jadi vokalis. Soalnya katanya sih dia ikutan les vocal di suatu bina vocalia.
Awalnya sih dia tanya apa nggak ada calon lain. Saya bilang nggak ada. Ya udah, dia mau dan bilang kalo belum pernah jadi vokalis sebelumnya. Ugh, tapi yang bikin emosi, kenapa nggak bisa PD sih. Padahal ya suara bisa dibilang oke lah, tinggal mental aja. Masa vokalis malah seneng kalo jatah lagu manggung dikurangi? Apa-apaan itu.
Yup, akhirnya kita manggung di acara Japan Love Carnival yang diadakan oleh J-Zone. Acara ini diadakan di Plaza Araya Malang mulai tanggal 8 sampe 13 Februari 2010. Sebenernya bukan acara full musik, tapi ada pameran anime, cosplay, dan sebagainya. Baru puncaknya di hari terakhir diisi dengan konser musik.
Udah lama nggak manggung, eh ternyata dapat jatah main band kedua terakhir (soalnya yang bikin rundown temen band sendiri, haha). Jadwalnya jam setengah 9 malam. Sebenernya saya nggak suka sih kalo main terakhir-terakhir apalagi malam-malam. Pengalamannya, kalo acaranya yang biasanya molor pasti jatah lagunya dipotong biar selesai tepat waktu. Yup, kejadian deh. Acara molor sekitar 1 jam, jadinya yang awalnya dijatah 3 lagu, jadi main cuma 2 lagu. Sayang sekali, untuk penampilan perdana setelah vakum sekian lama. Padahal udah latihan dari jauh-jauh hari, dan intens lagi. Huft.
Ya sudahlah. Overall, penampilan kita bisa dibilang bagus. Waktu tanya temen-temen, keren lah pokoknya. Nggak rugi main di terakhir. Yang disayangkan, ya yang nonton cuma temen-temen komunitas sendiri. Kan Plaza-nya sudah tutup, lha kita kebagian jatah main jam setengah 10 malam. Alhasil kita main 2 lagu, Rosier dan Toxic dari band High and Mighty Color.
Kesimpulannya, manggung itu tetap enak lah. Jadi kepingin cepet-cepet manggung lagi, tapi dengan vokalis yang lebih sip lagi. Hehe. Masih nyari-nyari vokalis tetap nih. Kalo ada yang berminat, silahkan kontak ya.




