Belajar PHP Nggak Harus dari Nol
Posted by Haqqi in Programming Tuesday, 23 March 2010 18:13 View Comments
Inilah efek baru belajar PHP 1 bulan
Selama ini, bahasa pemrograman yang saya pegang cuma Java. Memang sih, alasannya karena Java itu multi platform. Dengan belajar satu konsep saja bahasa ini, bisa main di mobile, desktop, web, dan bahkan animasi. Tapi ada kendalanya juga. Ketika saya ada tawaran ngerjakan web, sangat sulit buat nyari shared host yang menawarkan fasilitas Java dengan harga murah. Fyuh, gimana-gimana harus nyari alternatif.
Salah satu pilihan jatuh ke PHP. Yup, karena bahasa ini open source dan sepertinya sudah menjadi standart bahasa per-web-an di dunia web.
Tapi, rasanya males banget belajar bahasa ini mulai dari nol. Baca-baca konsep post dan get, menghafal syntax, mengerti fungsi-fungsi dasar PHP, apalagi untuk mengconnectkan database. Kalau dari nol, jelas butuh waktu lama.
Gimana donk solusinya? Udah ngebet pingin coding website nih. CMS? Bukan solusi utama. Memang sebagian besar website bisa menggunakan CMS seperti Joomla maupun Drupal. Hasilnya pun bisa jadi dengan cepat, memanfaatkan template dan modul yang sudah ada. Tapi, saya sadari nantinya saya akan jadi terlalu manja. Saya nggak bakal bisa bikin web sederhana tapi kompleks seperti twitter atau lainnya. Saya cuma terpaku di content management-nya.
Nah, repot tuh. Nggak mau mulai dari nol, tapi nggak suka terlalu manja dengan CMS. Harus bagaimana?
Akhirnya saya coba-coba posting di twitter mengenai masalah ini. Nggak nyangka juga, ada yang menjawab, “mending pake framework aja”. Wew, tahu sih apa yang dimaksud framework, tapi belum pernah pakai sama sekali. Saya balik tanya, “framework yang apa yang bagus?”. Ternyata ada beberapa pilihan juga.
Yup, setelah saya baca-baca dan pelajari, inilah yang saya rasa sebagai solusinya. Saya nggak perlu tahu gimana bikin koneksi dengan database, tapi saya bisa menggunakan PHP dari native juga. Keuntungan lainnya, ada banyak fungsi-fungsi tambahan yang membantu, baik lewat plugin, library, maupun helper.
Framework apa yang saya pakai?

Dengan berbekal pemahaman dasar pemrograman dan OOP, setelah baca-baca di internet, saya putuskan bahwa hati coding saya jatuh pada framework CodeIgniter. Dengan framework ini, pemrograman web sudah berjalan secara MVC (Model View Controller). Mirip banget dengan apa yang terjadi di konsep pemrograman Swing di Java.
Selain framework-nya sendiri yang ramping dan nggak terlalu ribet, dukungan komunitasnya juga gila-gilaan. Versi terbaru, saat post ini saya tulis, adalah 1.7.2. User guide official pun terpaket dengan rapi, dan dapat diikuti secara terstruktur tanpa perlu membaca hal yang nggak perlu. Tutorial-tutorial lepas dari programmer lain pun sudah diindex dengan baik di website utama. Nggak lupa juga dengan screencastnya.
Yang memerlukan usaha lebih adalah, belajar html dari awal, belajar css dari awal, belajar SQL dari awal, dan juga javascript. Tapi, saya akhirnya juga tahu bahwa lagi-lagi nggak perlu mempelajari dari nol. Kalau html jelaslah, wajib. CSS, bisa baca-baca source orang sambil pakai CSS framework juga. SQL, ternyata bisa didukung dengan ORM-nya Doctrine. Javascript beserta animasinya, bisa langsung pakai jQuery.
Akhirnya, dengan modal ini, saya putuskan untuk bikin tim website yang terdiri atas temen-temen di kampus sendiri. Masih jalan underground sih, karena belum ada progress berarti. Tapi saya harap ini bisa jadi langkah awal yang bagus untuk karir IT saya. Sekarang, saya juga tertarik dengan konsep management project IT. Saya tergabung di milisnya, dan ada satu topik juga yang menarik yang sudah saya post di sini.
Yah, semangat lah untuk langkah berikutnya. Sekarang waktunya bikin framework pribadi, gabungan dari semuanya. Happy coding.




Tapi, saya sadari nantinya saya akan jadi terlalu manja. Saya nggak bakal bisa bikin web sederhana tapi kompleks seperti twitter atau lainnya. Saya cuma terpaku di content management-nya.
itulah yg terjadi pada diriku qi..
koen kapan gelem ngajari aku qi.. aku yo pengen iso.. sueer iki
selama kita sudah bisa memahami yang namanya algoritma pemrograman, bahasa pemrograman apapun tidak akan sulit dipelajari, karena menurutku sih yang namanya 'nol' dari pemrograman itu ya algoritmanya..
tapi aku pribadi sih lebih suka mrogram ga pake framework, soalnya akhirnya banyak library dan fungsi yang ga kepake dan akhirnya membebani used space dan loading time
maaf baru reply..
ayo ae, tapi sementara by online yo.. aku yo sek cupu iki.. hehe…
yup, gimana2 yang dibutuhkan itu algoritmanya.
kalo saya, lebih suka framework karena gak perlu ngulang dari awal. n sekarang lagi nyoba2 oprek CI biar bisa jadi framework yang sesuai buat saya.
untuk used space, jelas kepake lebih banyak daripada coding manual. tapi kalau loading time, nggak terlalu deh. soalnya kan yang diload cuma library yang dipake. kalau dari awal, konek database aja saya gak bisa. hehe… jadinya ya sedikit manja pake framework.
kk ku Rizky kelas 8 smp . .
ku mo nanya k . . .
klo buat web site kan harus punya domain sama web hosting kan . .
nah aku dah buat tuh dua”.a . .
aku juga dah buat 2 website (pake MIcrosoft Office Publisher 2007 sama TYPO 3)
trus cara mem-publis ke internet gmn k ???
tolong bantu y . .
kasih juga saran buat web hosting (yg gratisan aja y hehehehe)
makasih . . ^_^