Uang Cash, Kartu Debit, atau Kartu Kredit?
Posted by Haqqi in Useful Tips Friday, 12 March 2010 09:17 View Comments
Sebuah wacana yang cukup menarik bagi Anda

Sebagai orang yang bukan dari background ekonomi, sedikit banyak saya penasaran, kenapa yah kok ada kartu debit dan kredit? Kenapa kok nggak nabung dulu aja terus beli pakai uang cash daripada pakai kartu kredit yang berbunga? Ya, itu pertanyaan wajar karena saya bukan orang yang mengerti ekonomi. Tapi setelah baca-baca beberapa artikel, saya mulai mengerti pembelanjaan yang bagaimana yang pas di suatu kondisi. Ada kelebihan dan kekurangan pembelanjaan dengan cash, kartu debit, maupun kartu kredit.
Sebagai gambaran, uang cash adalah uang yang dapat dengan mudah habis. Kebanyakan orang yang memegang banyak uang cash akan dengan mudah terdorong untuk menghabiskannya. Lagipula, jika Anda kehilangan uang cash, bisa dipastikan uang itu hilang tanpa jejak. Berbeda dengan memakai kartu kredit atau debit. Segala bentuk transaksi akan dengan mudah terlacak.
Baik kartu kredit maupun debit memiliki banyak kelebihan, salah satunya adalah kepemilikan yang jelas akan kartu tersebut. Bahkan kartu kredit memberikan proteksi tambahan. Dalam Fair Credit Billing Act, pemilik kartu kredit yang kecurian hanya dikenakan pertanggungjawaban maksimal $50 dari seluruh pembelian. Terlebih lagi, banyak kartu kredit yang secara otomatis memberikan garansi tambahan terhadap barang yang Anda beli.
Hampir sama dengan kartu kredit, kartu debit juga memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi. Di Amerika, di bawah undang-undang Electronic Fund Transfer Act, pemegang kartu debit hanya dibebankan $50 jika ada orang lain yang mencuri isi kartu tersebut, berapapun banyaknya selama pemilik melaporkan kasus tersebut dalam 2 hari. Selain itu, kartu debit juga menggunakan PIN yang hanya diketahui pemilik sehingga jika kartu tersebut tercuri juga tidak akan ada gunanya.
Uang cash dan kartu debit sendiri memiliki kelebihan dibandingkan kartu kredit. Jelas sekali bahwa penyedia layanan kartu kredit mendapatkan laba dari bunga yang dikenakan setiap penggunaannya, dan biasanya bunga setiap bulan. Penggunaan uang cash jelas tidak akan dikenakan biaya apa-apa. Demikian pula dengan penggunakan kartu debit. Tapi hati-hati, di beberapa toko yang menyediakan metode pembayaran kartu debit, Anda akan tetap dikenakan charge untuk setiap penggunaannya.
Secara keseluruhan, kartu debit-lah pemenang dalam pilihan metode pembayaran. Selain keamanan dan penggunaan yang tanpa dikenakan biaya, secara psikologis kartu debit membuat pengguna tidak menjadi foya-foya dengan mengambil berlebihan.
Jika Anda seorang shopaholic yang ingin tetap hemat, gunakanlah uang cash. Sebuah studi psikologi menyebutkan bahwa orang yang menggunakan uang cash akan lebih terhindar dari penggunaan yang sembrono dan berlebihan. Ini akibat dari “pain of paying”, yang berkaitan dengan wujud uang cash tersebut. Jika melakukan pembayaran dengan uang cash, secara otomatis Anda akan melihat uang tersebut pergi dari Anda. Berbeda dengan kartu kredit dan debit, transaksi akan terjadi secara tidak terlihat. Dan “pain” tersebut akan datang kemudian, pada saat tagihan kartu kredit sampai ke tangan Anda, atau saat Anda melihat kartu debit Anda sudah kehabisan saldo.
Kekurangan fatal dari uang cash yang paling fatal adalah, uang cash yang ditemukan dalam dompet yang hilang atau tercuri, kemudian diambil, tidak dapat dengan mudah diakui kepemilikannya. Tidak demikian dengan kartu kredit dan debit.
Informasi lebih lanjut mengenai artikel ini:
- How Currency Works
- How Credit Reports Work
- How Credit Cards Work
- How Debit Cards Work
- How Banks Work
- What happens to my money if my bank closes down?
Sumber: di sini



