Kemana Perginya Ice Queen?
Posted by Haqqi in Life Journey Monday, 19 April 2010 22:19 View Comments
Setelah sekian lama topik ini vakum
Terhitung besok, 20 April 2010, sudah setahun sejak post pertama tentang Ice Queen saya publish. Artinya, sudah lebih dari setahun saya memendam rasa ini dari dia. Banyak hal lucu, menjengkelkan, kebodohan, dan kesalahan yang saya perbuat. Berbagai posting tentang dia, atau setidaknya yang sedikit berkaitan dengan dia, sudah banyak saya publish. Tapi dengan segitu banyak posting, si Icy masih saja berlagak gak tahu kalau itu adalah dia (apa emang dia lemotz ya?). Sampai-sampai saya bikin post yang isinya acara saya yang langsung berhubungan dengan Icy. Tapi belum saya publish sih, nunggu “waktu” yang tepat.
Tapi, akhir-akhir ini sudah jarang nulis post tentang Icy. Kemana perginya si Icy ini? Nggak kemana-mana kok. Salah satu alasan saya sudah nggak sering-sering bikin post tentang Icy adalah karena dia sudah tahu alamat blog ini, dan saya sudah semakin dekat sama dia. Jadi, takutnya apa yang saya publish itu terlalu menjurus dan malah bikin suasana sama dia jadi nggak enak (gimana sih, katanya pingin dia tahu, tapi nggak mau publish). Hm, susah juga ya dengan sifat saya yang introvert ini.
Kalau temen-temen cowok yang lain ngelihat saya, mungkin ketawa, dan mungkin malah mengejek, soalnya lama banget saya ngedeketin Icy ini. Kayak nggak ada cewek lain aja. Yup, itulah saya. Kalau sudah menemukan yang satu, nggak ada lagi yang lain bisa masuk dengan mudah. Bodoh ya saya ini?!?!
Mungkin ini bukan tempatnya saya mengumbar privasi saya dengannya. Apa yang sudah saya lakukan, apa yang sudah dia lakukan, dan sebagainya. Yang pasti, saya sudah semakin dekat dengan dia, dan rasa sungkan saya sudah semakin hilang. Tapi, saya nggak tahu apa dia memang menganggap saya orang yang special, atau hanya sebagai kakak saja. Sekedar opini, kalau memang menganggap saya special, pasti rasa sungkannya yang sampai saat ini masih terlihat itu nggak bakal ada.
Beberapa bulan ini, memang semakin dekat dan sikap dia semakin baik. Tapi rasanya itu dilakukannya dengan terpaksa. Ya, dia mencoba untuk tersenyum pada saya, sementara sedang ada gejolak yang nggak saya tahu di hatinya. Pernah saya coba tanya ke teman baiknya, ternyata juga nggak tahu kenapa. Memang Icy ini kelewat introvert, sampai ada masalah aja nggak cerita ke teman baiknya. Saya sendiri jadi bingung mau tanya siapa. Tanya Icy langsung? Jelas nggak dijawab lah. Bilangnya pasti lagi ok2 aja. Padahal saya bisa ngerasa ada yang nggak beres.
Yah, dan hari ini, setelah saya mencoba-coba cari tahu, akhirnya saya tahu apa yang ada di pikirannya beberapa bulan terakhir ini. Ternyata dia masih memendam rasa yang dalam kepada seseorang dari masa lalunya, entah siapa. Jadi, selama ini ekspresi dari perasaan apa yang dia tunjukkan kepada saya? Apa benar saya sudah ada di hatinya seperti yang dia katakan? Kalau ya, di hatinya sebagai apa? Atau jangan-jangan saya ini hanya “nobody”…
Pertanyaan itu terus berkeliaran di pikiran saya, mulai dari dulu sampai sekarang. Dan saya masih bertanya-tanya, apa memang saya bisa masuk ke dunianya jika dia masih selalu tertutup pada saya ini. Yah, mungkin memang dia tertutup sama semua orang sih. Tapi rasanya gimana gitu kalau gak ada respon yang jelas. Akhirnya saya malah jadi mengambang gak jelas. Pernah saya coba menjauh, tapi ternyata nggak bisa.
Ya sudahlah, apapun yang terjadi saya akan tetap pada pendirian saya. Kalau memang suka, kalau memang sayang, kalau memang cinta, lakukan apa yang menurutmu benar. Ok, akan saya lakukan secara perlahan. Dengan kondisi perasaannya yang seperti ini, saya nggak berani untuk terlalu masuk lebih jauh saat ini. Mungkin dia memang sedang butuh waktu untuk sendiri.
Saya juga nggak mau menceritakan terlalu banyak dan detail yang bikin post ini akan semakin panjang. Setelah ini, sambil melihat timeline itu, saya coba cek arsip sms saya di laptop, apa ada hubungannya atau tidak. Ok, see you in the next post.




postingane kurang siiip.. Ganok potone Icy!!!
Sek, durung wayahe…!!!! Hahaha…