Monday, September 06, 2010

Archive for June, 2010

Ketika Ketenangan Hati Dibutuhkan

Cara saya mencapai ketenangan hati

Fyuh, lagi rehat garap proyek web bersama tim sebentar, disempet-sempetin nulis post ah. Setidaknya ini lebih baik daripada mikir masalah yang gak kelar-kelar itu. Eh, tapi apa mending ngerjain naskah majalah aja ya? Ya sudahlah, sudah terlanjur buka notepad buat nulis post.

Hari ini ada yang bilang di twitter, kok isi tweet saya ngedumel melulu sih. Haha, maaf-maaf. Memang lagi gak enak hati nih. Dengan mepetnya deadline, gundahnya perasaan, panasnya gresik, ditambah lagi bosennya PKL, apa-apa jadi bikin emosi. Untungnya saya kalo emosi cuma di hati dan dunia maya, nggak sampe berimbas ke sekitar. Tapi jadinya emang malah kepikiran sendiri. Dari kecil saya ini emang dasarnya kalo ada pikiran, lama hilangnya. Haha.

Ngomong-ngomong tentang emosi, bisa nyambung juga ke masalah ketenangan hati. Ya, ketenangan hati. Itu yang sedang saya butuhkan sekarang. Blog ini aja artinya adalah ketenangan Haqqi (HQ’s Serenity).


Entrepreneur di Bidang Teknologi Informasi. Susah?

Salah satu mimpi saya

Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang kampus saya sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak menjamin, setiap manusia kan butuh makan. Setiap ada acara makan-makan, pasti lebih milih ke rumah makan atau manggil catering biar gak repot. Akhirnya, semakin berjayalah para entrepreneur bidang makanan. Tapi kalo nggak benar-benar punya skill masak, atau benar-benar bermodal untuk bayar tukang masak yang bagus, ya tetep aja repot.

Bidang lain yang cukup “berladang” saat ini adalah dunia Teknologi Informasi. Blogging, online shop, main-main di forum, online writer, dan sebagainya menjadi kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Buat yang mau benar-benar freelancer, bisa masuk ke getafreelancer.com. Buat yang mau jualan, juga banyak tempatnya. Yang mau produksi, bisa bikin theme atau program-program yang disebarin lewat internet. Cloud application berbasis servis juga semakin marak beredar.

Seberapa besar sih peluang sukses untuk berjuang di dunia Teknologi Informasi?


Share Data Antara XAMPP Ubuntu dengan Windows

Salah satu masalah penting programmer

Jadi programmer itu merepotkan, memang. Jaman sekarang, yang namanya bisa multi-platform itu sesuatu yang hampir wajib. Nggak akan bisa hidup kalo makanan sehari-hari cuma Jendela aja, kecuali kalo emang mau kerja yang berurusan penuh sama produk dari pembuatnya itu. Tapi kalo secara umum, tetep aja harus bisa makai berbagai OS. Saya baru belajar linux, dan pingin beralih ke linux. Pilihan saya jatuh ke Ubuntu, karena selain memang banyak yang pakai, katanya sih juga gampang penggunaannya.

Tujuan utama saya pakai Ubuntu itu salah satunya untuk coding. Karena saya pakainya bahasa open source seperti Java dan PHP, jadinya pasti banyak tool untuk programming di OS Linux. Yang saya bahas di sini adalah masalah coding web, yaitu pake PHP. Untuk coding PHP, baik di Windows atau di Ubuntu, tool yang saya butuhkan adalah XAMPP (bundle PHP dan MySQL) serta NetBeans IDE saja. Untuk browser dan sebagainya, jelas butuh juga lah.


Memindahkan Data Htdocs dan MySQL pada XAMPP Windows

Sekedar trik yang sebenarnya bisa dipelajari sendiri

XAMPP adalah salah satu tool atau software yang sangat membantu sekali saat ingin membuat website secara lokal. Dalam XAMPP, sudah terdapat PHP Server, MySQL Server, beserta tool lainnya seperti PhpMyAdmin dan FileZilla. Ditambah lagi, XAMPP dapat didownload dan digunakan secara gratis. XAMPP untuk Windows secara default akan terinstall di folder C:\xampp. Yup, itu adalah drive C yang sangat krusial. Sebenarnya Anda bisa saja menginstallnya di drive lain. Tapi saya, kalau memang program ya saya install di C.

Masalah muncul pada saat saya install ulang. Waktu itu saya mau jual laptop, otomatis seluruh file dalam harddisk mau saya pindah dulu. Drive D, E, F, dan G sudah selesai saya backup. Nah, saya lupa kalau seluruh file web yang saya develop juga ada di folder instalasi xampp. Karena sudah terbiasa nggak naruh data apapun di C, ya nggak terasa. Akibatnya, saya kehilangan seluruh data web saya dan baru ingat waktu mau install XAMPP di laptop yang baru. Oh tidak.


Cerita UAS Semester 6

Cerita tentang UAS semester ini

Nggak kerasa, saya sudah 6 semester kuliah di Universitas Ma Chung tercinta ini. Sejak tanggal 7 Juni 2010 kemarin, UAS untuk semester ini dimulai. Huft, padahal lagi PKL di Semen Gresik, jadinya cuti dulu deh. Sayang sekali, padahal lagi ada rapat besar buat bahas project ERP-nya. Tapi prodi ternyata sudah memahami, makanya jadwal UAS untuk angkatan saya, karena banyak yang waktunya PKL.

Hm, bicara masalah jadwal, UAS semester ini benar-benar berbeda. Sebelum ngomong masalah jadwal, mending ngomong masalah motivasi deh. UAS semester ini, rasanya benar-benar nggak ada tantangannya. Saya nyantai banget buat hadapin UAS ini. Bayangin aja, UAS-nya hari senin, dimana hampir seluruh teman-teman saya bingung belajar mata kuliah yang mau diujikan, saya malah benar-benar nyantai. Mata kuliah pengolah citra yang benar-benar horor dari segi masa depan, saya malah nyantai. Benernya takut seh, tapi ya gimana gitu. Software buat belajar aja (MATLAB), baru saya install jam 11 malam harinya. Habis install, tentu saja tidur.


PKL di Semen Gresik (Part 1)

Saya benci panas

Seminggu kemarin, saya sudah menjalani ritual PKL (Praktek Kerja Lapangan). Kebetulan karena ada relasi, saya dapat jatah di PT Semen Gresik Tbk. Dari nama dan brand-nya aja sudah ketahuan kalo perusahaan ini urusannya sama semen. Eh, ini semen untuk bahan bangunan ya. Bukan “semen” yang biasa ada di itu-itu. Hehe.

Sesuai kontrak yang ada di suratnya, saya sama 3 orang teman harus menjalani proses PKL di sana selama 1 bulan, tertanggal 1 sampai 30 Juni 2010. Hah? Kok cuma satu bulan? Itu yang saya sendiri bingung. Padahal kalau perusahaan besar, biasanya bisa sampe 3-6 bulan PKL. Tapi di semen gresik, waktu tanya di bagian diklat, katanya memang “maksimal” 1 bulan. Lah, orang IT di perusahaan semen, cuma 1 bulan, memang bisa dapet apa? Sebenernya saya pingin PKL di bank atau software house aja. Tapi ya sudahlah, dijalani aja.


Ketakutan Saya

Ketakutan dari ketidaktahuan – hanya suara hati yang nggak penting

Semakin hari, semakin menakutkan. Ketakutan yang terbesar bagi saya adalah dari ketidaktahuan. Masa depan itu nggak ada yang tahu. Berarti masa depan juga menakutkan bagi saya. Tapi it’s okay lah. Ketakutan saya saat ini bertambah. Di saat semua berpikir dan menganggap bahwa yang terjadi semakin baik, saya yang bersangkutan malah merasa semua yang terjadi sedang mengarah ke sesuatu yang buruk, yang tidak saya ketahui. Sungguh menakutkan.

Tentang apa itu? Saya nggak bisa ngomong di sini. Saya sudah janji dengan seseorang, bahwa saya nggak akan membicarakan tentang hal itu, ke orang lain maupun ke blog ini. Dan sampai sekarang, saya bersaksi bahwa saya tetap memegang janji itu. Yang saya bisa lakukan sekarang hanyalah memikirkannya sendiri. Memikirkan apa yang sedang terjadi dan akan terjadi. Sungguh menakutkan.


Rotaract Dipandang Miring? Yang Penting Saya Berkontribusi

Ketika globalisasi 3.0 menjadi sebuah dasar

Beberapa hari yang lalu, melalui message twitter saya diberi link oleh seseorang, yang emang waktu itu sedang mencari-cari artikel tentang Zionisme (gara-gara gemparnya masalah flotilla). Link tersebut mengarah ke suatu blog milik seseorang, yang berisi tentang Rotary. Buat yang mau baca, silahkan langsung menuju ke sini. Kagetnya saya, ternyata itu post lama tanggal 5 Desember 2007. Udah lama banget berarti, tapi nggak ada comment sama sekali di post itu. Setelah selesai publish post ini, rencananya saya mau ninggal comment.

Terus, apa hubungannya artikel itu dengan saya? Seperti yang bisa dibaca di post-post saya sebelumnya, saya ini adalah anggota Rotaract. Rotaract itu sendiri adalah organisasi pemuda yang memang dari dasarnya sih disponsori oleh Rotary. Jadi secara nggak langsung, mau nggak mau ya saya ini harus berhubungan dengan Rotary juga. Dan secara nggak langsung juga, post di blog itu menggelitik saya untuk mengeluarkan pendapat saya, yang akan saya tuangkan di post ini.


Install Microsoft Office 2007 di Ubuntu

Salah satu tutorial bermanfaat, khususnya bagi saya sendiri.

Salah satu dari masalah yang muncul akibat migrasi dari Jendela ke Ubuntu, adalah format docx, pptx, dan sebagainya. Format tersebut memang bisa dibuka pakai Open Office 3.2 ke atas. Tapi sayangnya, tampilan terbaik memang didapat jika dibuka dengan Microsoft Office 2007 ke atas. Ya jelaslah, software aslinya. Semua juga tahu, kalau mayoritas pengguna komputer pasti bilangnya, “ketik aja di Word”, atau, “buat aja Power Point-nya”. Yah, mau nggak mau pasti harus menerima file non-Open Office dari temen-temen lah.

Ini berarti bakal bertentangan dengan niat saya yang semakin beralih ke linux (Ubuntu). Tapi untungnya, setelah saya cari referensi, akhirnya saya tahu cara mengatasinya. Software dari Windows ternyata bisa dijalankan di Linux dengan menggunakan Wine. Bagaimana langkah-langkah instalasinya? Ikuti tutorial sederhana dari sesama newbie ini.


 

My Tweets

Banners

Tag Cloud

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes