Rotaract Dipandang Miring? Yang Penting Saya Berkontribusi
Posted by Haqqi in Piece of Cake Thursday, 3 June 2010 16:21 View Comments
Ketika globalisasi 3.0 menjadi sebuah dasar
Beberapa hari yang lalu, melalui message twitter saya diberi link oleh seseorang, yang emang waktu itu sedang mencari-cari artikel tentang Zionisme (gara-gara gemparnya masalah flotilla). Link tersebut mengarah ke suatu blog milik seseorang, yang berisi tentang Rotary. Buat yang mau baca, silahkan langsung menuju ke sini. Kagetnya saya, ternyata itu post lama tanggal 5 Desember 2007. Udah lama banget berarti, tapi nggak ada comment sama sekali di post itu. Setelah selesai publish post ini, rencananya saya mau ninggal comment.
Terus, apa hubungannya artikel itu dengan saya? Seperti yang bisa dibaca di post-post saya sebelumnya, saya ini adalah anggota Rotaract. Rotaract itu sendiri adalah organisasi pemuda yang memang dari dasarnya sih disponsori oleh Rotary. Jadi secara nggak langsung, mau nggak mau ya saya ini harus berhubungan dengan Rotary juga. Dan secara nggak langsung juga, post di blog itu menggelitik saya untuk mengeluarkan pendapat saya, yang akan saya tuangkan di post ini.
Blog itu, dari halaman about-nya, ditulis oleh orang islam. Yah, nggak tahu bener atau nggak sih. Wallahualam. Soalnya sekarang kan banyak emang yang berusaha memecah belah kedamaian dengan mengatasnamakan agama segala. Blog itu membahas tentang Freemason dan sekte-sekte Yahudi lainnya.
Ok, saya akui dan saya sangat bangga sekali mengakui kalo saya juga orang Islam. Tapi saya sedikit merasa kurang enak dengan isi tulisan di blog itu. Terlebih lagi setelah saya baca post tentang Rotary itu, yang berkata bahwa Rotary itu termasuk sekte Yahudi. Yah, saya memang nggak tahu kebenarannya. Saya juga nggak mau ikut membenarkan ataupun menyalahkan. Tapi pemikiran yang sempit seperti itulah yang saya nggak terlalu suka.
Kenapa harus berpikir sempit seperti itu sih. Kalau seperti itu, berarti secara nggak langsung mengatakan bahwa Anda jangan sampai masuk Rotary kan. It’s oke kalo emang Rotary dulunya berjalan untuk sebagai sekte Yahudi. Entah benar atau tidak, entah sekarang seperti itu atau tidak, saya NGGAK PEDULI.
Kemarin saya baru menghadiri seminar tertutup di Semen Gresik (karena lagi PKL), tentang security yang dibawakan oleh Budi Rahardjo. Nggak ada hubungannya sih, tapi beliau berkata, sekarang ini sudah jamannya globalisasi. Tapi ini bukan yang pertama. Globalisasi versi 1.0 (pake bahasa orang IT banget), adalah waktu penjajahan. Pada masa itu, kewarganegaraan menjadi hal yang penting. Orang-orang berebut untuk berganti kewarganegaraan karena malu dan merasa bukan hal baik kalo memiliki kewarganegaraan dari negara yang dijajah.
Globalisasi versi 2.0 memiliki nilai yang berbeda pula. Kewarganegaraan sudah menjadi hal yang nggak penting lagi. Semua bebas melakukan apa-apa, tidak terpengaruh kewarganegaraan mereka apa. Tapi yang dipentingkan adalah dimana mereka bekerja, atau organisasi apa tempat mereka bernaung. Makanya pada masa-masa itu, para pemuda kebanyakan berlomba-lomba untuk masuk ke perusahaan multi-nasional. Mereka nggak mau kalau hanya bekerja di perusahaan biasa-biasa saja. Itulah globalisasi 2.0.
Nah, sekarang ini adalah jamannya globalisasi 3.0. Apa itu? Yaitu masa-masa dimana kewarganegaraan dan tempat bekerja atau organisasi menjadi tidak penting lagi. Di versi 3.0 ini, yang terpenting adalah diri sendiri. Diri sendiri bukan dalam arti jadi egois atau sombong, tapi yang penting adalah apa kontribusi diri sendiri kepada sekitar, masyarakat, atau bahkan dunia. Sebut saja Bill Gates atau Steve Jobs yang berhasil membranding dirinya karena kontribusinya kepada dunia IT.
Karena itu, entah apakah isi dalam post itu benar atau tidak, saya nggak peduli.
Pada saat saya sudah nulis artikel itu setengah jadi, sampai paragraf sebelum ini, saya dikasih link lagi yang mengarah ke suatu situs yang bisa dipertanggungjawabkan. Disitus itu dikatakan bahwa Rotary adalah versi “ringan” dari Mansory. Kalo memang itu benar, it’s okay. Tapi saya tetep nggak peduli.
Karena sekarang sudah jamannya globalisasi versi 3.0, bagi saya yang terpenting sekarang ini adalah apa kontribusi saya untuk dunia, apa yang bisa saya lakukan untuk sesama, dan apa yang bisa saya banggakan untuk diri sendiri. Nggak masuk Rotaract segala, saya ya pingin dan akan tetap bisa berkontribusi untuk sosial kok. Kalo emang apa yang dikatakan di blog itu benar adanya sampai sekarang, ya tinggal keluar aja toh. Tapi itu bukan solusi. Menurut saya, justru pikiran sempit semacam itu yang harus dikurangi.
Pada kenyataannya, mau nggak mau memang sudah terbukti bahwa Rotary dan Rotaract sudah banyak melakukan kegiatan sosial. Entah apakah mereka melakukan sesuatu hal lain dibalik itu, tapi kegiatan sosial yang mereka lakukan jauh lebih baik daripada orang-orang yang hanya melihat dan nggak melakukan apa-apa. Dan dari apa yang saya lakukan di Rotaract Club saya, sama sekali nggak ada unsur Yahudi atau Zionisme. Yang kami lakukan adalah benar-benar kegiatan sosial dan kegiatan lain yang memang bermanfaat. Setelah RCOT-RDC kemarin juga, saya tahu bahwa anggota Rotaract (khususnya Indonesia), juga banyak yang muslim, dan ternyata memang dari berbagai suku, ras, dan agama. Yang dilakukan pun, sama sekali nggak ada unsur aneh-aneh segala.
Yang penting sekarang ini adalah apa yang bisa Saya, Anda, Kalian, Kami, dan Kita semua lakukan untuk membantu sesama. Nggak peduli apa dasar kalian melakukannya, semua itu demi hidup yang lebih baik bagi kita semua. Hidup cuma sekali. Daripada mengecam latar belakang berbagai organisasi sembari diam saja, lebih baik kita semua bergerak untuk berkontribusi bagi dunia. Ditambah lagi, semua itu kembali kepada niat kita masing-masing. Karena semua amal manusia, apakah itu baik atau buruk, hanya Tuhan yang dapat menilainya. Saya ikut Rotaract sama sekali nggak berniat untuk ikut campur dalam masalah Yahudi, Freemasonry, atau sebagainya.
Hanya satu pesan untuk semuanya, cobalah untuk berpikir terbuka. Anda bisa mencari informasi seputar Rotary dan Rotaract, serta hubungannya dengan Freemasonry di wikipedia atau artikel lainnya. Jangan hanya memandangnya dari satu sisi saja. Sekian.
Disclaimer : Maaf jika post ini nantinya menyinggung perasaan. Post ini hanyalah sebuah pemikiran saya pribadi yang masih dalam pencarian jati diri. Jika memang apa yang saya pikirkan ini salah, tolong dikoreksi (secara privat, jangan di publik). Tapi tentunya koreksi tersebut dengan argumen-argumen yang dapat dipertanggungjawabkan. Eh, tapi masih tetep boleh ninggal comment kok. Apalagi kalau setuju sama pendapat saya. Terima kasih telah membaca post ini.




Haqqi, pokoke anjing menggonggong , kafilah tetap berlalu,
Rahma
President RaDen
Wokeh, setuju mbak!!! hehe…
Setahu saya, yg mendirikan Rotary memang ada beberapa orang Yahudi. Tapi apa salahnya? Toh sekarang anggotanya tidak cuma dari orang Yahudi. Semua itu berawal dari niatnya, kalau kita niatnya baik dan tulus pasti hasilnya akan lebih baik.
Kutipan dari “situs yang bisa dipertanggungjawabkan”:
-start quote-
Jika kita mengamati tulisan-tulisan Masonik, tampak jelas jawabannya: tujuan organisasi ini adalah untuk menyebarkan filosofi humanis ke seluruh penjuru dunia, dan menyingkirkan agama-agama Monoteistik (Islam, Kristen, dan Yahudi).
Singkatnya, di Eropa abad keempat belas, sebuah organisasi humanis dan Masonik lahir dengan mengakar kepada Kabbalah. Dan bagi organisasi ini, Tuhan tidaklah sebagaimana pandangan Yahudi, Kristen, dan Muslim: yakni sebagai Pencipta dan Pengatur segenap alam semesta dan satu-satunya Penguasa, serta Tuhan dari umat manusia. Alih-alih, mereka memunyai konsep sendiri, seperti “Arsitek Agung Alam Semesta”, yang mereka pandang sebagai “bagian dari alam materi”.
-end of quote-
Kalau saya baca kutipan di atas, seharusnya freemanson tidak sama dengan Yahudi.
Kalaupun di “situs yang bisa dipertanggungjawabkan” Rotary/Rotaract Club dianggap sebagai salah satu bentuk freemanson, karena Rotaract/Rotary Club mengangkat nilai-nilai humanisme (kemanusiaan) tanpa membawa-bawa agama. Kalau memang pandangannya seperti itu, lalu bagaimana dengan Red Cross, yang mengusung kegiatan kemanusiaan tanpa membawa-bawa agama juga.
Ini pendapat pribadi.
semua tergantung niat Haqqi, kalau niatnya baik, hasilnya pasti akan baik juga…
Kadang2 orang suka berasumsi dan menarik kesimpulan berdasarkan info atau 1 macam artikel saja tanpa bener2 research apa seh freemason itu…yauda balik2nya ya nuding ini itu tapi nga ada isi..gmna indonesia mau maju kalo sesama orang indonesia tidak saling support untuk kebaikan bersama..gw suka kata2 loe haqqi: “kegiatan sosial yang mereka lakukan jauh lebih baik daripada orang-orang yang hanya melihat dan nggak melakukan apa-apa”…
ask urself wat can u do to ur country not wat country can do for u…quote ni dari presiden amrik gw lupa namanya ;p
Ahh mereka kan kemakan propaganda NAZI yang menyerang rotary karena tidak sesuai dengan faham fasisme mereka. propaganda itu dibuat untuk mengenyahkan orang2 yahudi di rotary jerman waktu itu . menurut saya sich NAZISM , AL-QAEDAISM dan ZIONISM sama aja .. mereka berpikiran sempit dan memakai nafsu mereka berkuasa atas ego golongan mereka .. berpikir bahwa mereka paling tahu tentang TUHAN tanpa menyadari bahwa mereka telah melangkahi TUHAN sendiri karena mengatasnamakan TUHAN demi tujuan mereka ..
sebenernya saya juga sudah terpikir tntg ini dr awal masuk rotaract. tp yang saya tau, temen temen rotaract apa lagi rotary tidak ada yg mendoktrin saya untuk berbuat di luar jalur islam. dan selama yg dilakukan tidak melanggar norma agama masing2 menurut saya ya monggo wae. karena bersosialisasi seharusnya gak melihat agama
Setuju, yang penting semuanya itu niatnya. Kan udah saya tulis di post di atas.. hehe…
Saya juga sepikiran dengan ini, mending jalan pikirannya dibuat gini: Rotaract/Rotary mengangkat nilai kemanusiaan “tanpa membawa-bawa agama”, daripada dengan pikiran: Rotary/Rotaract mengangkat nilai kemanusiaan dan “menghapus perihal agama” dalam kegiatannya.
Betul2, itu sama aja dengan Red Cross. Sekarang tinggal bagaimana membuka pikiran-pikiran sempit.
Setuju, yang penting emang NIAT!!! ^_^
solusinya emang berpikir terbuka, dan nggak memandang semuanya dari satu sisi saja. saya setuju dengan itu. mari kita berdiskusi…
hm… kalau dari sejarahnya sih saya kurang tahu. yang penting dari apa yang terjadi sekarang ini, saya sama sekali nggak ngerasakan hal-hal negatif itu. jadi, ngapain repot-repot… hehe…
setuju, saya ambil kata-kata yang menarik juga ya… “selama tidak melanggar norma agama masing-masing, berbuat sosial itu sah-sah saja”… hehe…
Salam kenal Haqqi,
Jangan dihiraukan orang yang sama sekali tidak bertindak untuk bumi ini, kita harus bangga sebagai Rotaractor kita dapat memberikan kontribusi dan tindak nyata bagi kemanusiaan.
Salam kenal juga.
Setuju… kita sudah lakukan apa yang kita bisa untuk sesama. yang penting kita nggak cuma diam aja.
Gw senang di Rotaract (n' berencana masuk Rotary – kalo' waktu'y sesuai)… karena disini yang gw suka salah satu'y adalah lintas agama, meskipun beda tapi tetap satu u/ b'sosial ;p
Yup, sebenernya salah satu keunggulannya ya di lintas agama itu. Tapi kok ada yang berpandangan miring, bukannya lintas agama, tapi mengesampingkan agama/ketuhanan ya? Kayak di freemasonry itu…
Hmm… coba teliti bait ini, “Agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku”. Tp kupas lagi bait berikut “Allah(TuhanMu) menciptakan mahluknya dengan berpasang2an serta bermacam2 bentuk serta bermacam kondisi kehidupan agar kamu (hambaNya) bersujud”. Jadi… jangan mudah terprovokasi tentang sentiemen agama atas golongan tertentu baikitu dlm organisasi maupun sbg'n. Semua kembali pada “nawaitu” masing2 umat dalam menjalani hidup'a.
Soooo…… Siapa yang YAHUDI/ATHEIS…… GoodLuck..!!!
Sip, setuju!! Lagipula orang itu bukan dilihat dari label yang dibawanya, tapi dari buah apa yang dihasilkan. Nama kita rotaract atau bukan, yang penting kita sudah berkontribusi buat masyarakat, dan masyarakat merasa terbantu dengan itu.
wah,,,bahasan kamu ini hampir sama dengan y sa alami juga,,,,seoranmg teman saya juga punya pemikiran bahwa Rotaract itu adalah bagian dari termasuk sekte Yahudi & Kristiani,,,waktu dia mengatakan itu hati saya menjadi sedih,,,tapi yah terima saja itu kan pemikiran dia,,,yang jelas kita punya tujuan yang mulia….