Waktunya untuk Merenungkan Semuanya
Posted by Haqqi in Life Journey Saturday, 31 July 2010 00:44 View Comments
Saat bingung apa yang harus kau lakukan, renungkanlah apa yang sebenarnya kau inginkan
Kata-kata itu muncul begitu saja di otak saya, waktu saya naik motor sendirian, keliling kota menikmati indahnya malam. Yup, bagi saya ini memang salah satu obat untuk menenangkan hati yang cukup mujarab. Terkadang bisa sampai memunculkan inspirasi seperti kata-kata di atas itu, meski kadang kebanyakan kata-kata yang biasa muncul tiba-tiba itu kadang terlupakan. Haha. Ini memang bisa menenangkan hati, tapi nggak terlalu bisa menyelesaikan masalah.
Karena sesuatu hal, beberapa hari ini saya bingung apa yang mesti saya lakukan. Mau ngelakuin ini, rasanya bakal salah lagi. Mau ngelakuin itu, katanya juga nggak baik. Mau tanya apa kata hati, nggak terjawab. Alhasil saya hanya bisa mengalihkan kegiatan dari otak ke fisik. Mencoba sesedikit mungkin berpikir, dan memperbanyak pergerakan badan. Memang nggak saya banget sih, tapi ini adalah usaha saya untuk menenangkan pikiran dulu. Soalnya kalau pikiran nggak tenang, mau gimana-gimana ya masalah nggak bakal selesai.
Sekarang, meski nggak bisa dibilang benar-benar tenang, tapi setidaknya ini lebih baik. Sekali lagi kata-kata di atas itu terngiang di kepala saya.
Saat bingung apa yang harus kau lakukan, renungkanlah apa yang sebenarnya kau inginkan.
Seperti lingkaran setan, ini nggak segampang kalau ngomong. Saya sudah benar-benar tahu apa yang saya inginkan, apa yang saya harapkan. Tapi saya benar-benar bingung apa yang harus saya lakukan. Sebab kalau saya mengikuti apa yang saya inginkan, yang terjadi adalah saya hanya akan melakukan kesalahan yang sama. Tapi kalau nggak mengikuti apa yang saya harapkan itu, saya jadi tersiksa sendiri.
Tapi tunggu dulu, jangan-jangan kebingungan ini datang karena memang saya nggak dengan jelas mendeskripsikan apa harapan saya ini. Jangan-jangan apa yang saya lakukan ini hanya lari dari masalah. Nggak tau lah.
Selama ini saya hanya mengandalkan pikiran sendiri kalau ada masalah. Jadi saya juga bergerak untuk mencoba menyelesaikannya sendiri. Tapi kemarin, saya coba minta pendapat ke orang lain. Pendapat itu ternyata cukup berbeda dengan apa yang saya pikirkan. Ini bertolak dari apa yang saya inginkan. Saya takut melakukannya. Memang sih apa yang saya lakukan dari jalan pikiran saya kemarin ternyata salah. Jadi saya coba untuk ikuti saran itu.
Let it flow, adalah kata-kata yang kadang saya benci. Kata-kata itu kadang berarti, saya harus menyerah pada keadaan. Sebuah kondisi di mana saya hanya bisa diam menunggu apa yang terjadi.
Apa yang saya lakukan sesuai saran itu? Saya coba menjauh dari sesuatu yang mengisi pikiran saya itu. Mencoba benar-benar mengalihkan fokus saya dengan kesibukan (fisik) yang lain. Meskipun, ternyata ini berdampak pada kehidupan sehari-hari saya, dan jadi meninggalkan beberapa kewajiban.
Tapi mau nggak mau cara itu harus saya lakukan juga. Soalnya sekarang saya benar-benar bingung harus bersikap seperti apa. Saya ngerasa apa yang akan saya lakukan hanya akan menjadi kesalahan saja. Bahkan saya takut apa yang disarankan orang lain itu juga salah. Dan sayangnya secara nggak sadar ini berefek ke orang di sekitar saya.
Mungkin saya butuh waktu untuk merenungkan ini semua. Saya butuh waktu untuk berpikir dengan tenang, mencari tahu lagi apa yang benar-benar saya inginkan dan harapkan. Mungkin dengan ini, saya bisa melakukan sesuatu yang benar-benar dari lubuk hati saya, tentunya dengan belajar dari kesalahan masa lalu.
Yup, beberapa hari ke depan saya akan offline sejenak. Bukan maksud saya untuk menjauh, menghilang, lari dari masalah, atau apalah. Saya berharap semoga dengan ini saya bisa berpikir lebih jernih dan bijak, jadi bisa tahu apa yang harus saya lakukan. Nggak peduli nantinya orang lain bakal bilang saya bodoh, terlalu baik, atau apalah. Yang penting saya melakukan apa yang ingin saya lakukan sesuai kata hati saya.



