Sunday, August 01, 2010

Category: Life Journey

Waktunya untuk Merenungkan Semuanya

Saat bingung apa yang harus kau lakukan, renungkanlah apa yang sebenarnya kau inginkan

Kata-kata itu muncul begitu saja di otak saya, waktu saya naik motor sendirian, keliling kota menikmati indahnya malam. Yup, bagi saya ini memang salah satu obat untuk menenangkan hati yang cukup mujarab. Terkadang bisa sampai memunculkan inspirasi seperti kata-kata di atas itu, meski kadang kebanyakan kata-kata yang biasa muncul tiba-tiba itu kadang terlupakan. Haha. Ini memang bisa menenangkan hati, tapi nggak terlalu bisa menyelesaikan masalah.

Karena sesuatu hal, beberapa hari ini saya bingung apa yang mesti saya lakukan. Mau ngelakuin ini, rasanya bakal salah lagi. Mau ngelakuin itu, katanya juga nggak baik. Mau tanya apa kata hati, nggak terjawab. Alhasil saya hanya bisa mengalihkan kegiatan dari otak ke fisik. Mencoba sesedikit mungkin berpikir, dan memperbanyak pergerakan badan. Memang nggak saya banget sih, tapi ini adalah usaha saya untuk menenangkan pikiran dulu. Soalnya kalau pikiran nggak tenang, mau gimana-gimana ya masalah nggak bakal selesai.


Ice Queen – The End?

Sebuah akhir dari cerita, cukup sedih sih, tapi bisa jadi pelajaran

Ya, judulnya memang “The End”, tapi ditambahi dengan tanda tanya. Apa maksudnya? Mungkin memang sudah berakhir, tapi saya sendiri bingung bagaimana mengakhirinya dengan baik dan indah. Dan saya juga nggak ngerti apa ini memang benar-benar berakhir, atau sebuah awal yang baru. Kalo memang akhir, ya akhir yang melenceng dari harapan sih, dengan “sedikit” rasa sakit di hati. Haha.

Mungkin memang benar kata seorang teman, terlalu dekat juga kadang nggak baik. Karena kedekatan itu, saya jadi tahu kalau dia sedang suka sama seseorang, dan sepertinya sudah jadian. Sayangnya saya nggak kenal siapa orang itu, tapi sepertinya mereka suka sama suka. Ya sudahlah, hak asasi setiap orang untuk mencintai orang lain. Dengan kondisi seperti ini, saya cuma bisa mendoakan bahwa pilihan dia itu yang terbaik, dan harus lebih baik dari saya, setidaknya untuk hatinya. Hm, ini sih balik lagi ke masalah ikhlas yang dulu pernah saya post.


Ice Queen, from My Point of View

Ini bukan membanding-bandingkan, tapi hanya sebuah proses adaptasi

Nggak usah bertele-tele lagi, ini memang tentang Ice Queen (icy), dan sedikit tentang dia yang dulu. Nggak terasa ya udah 1 tahun lebih kenal si icy. Pasti banyak yang bertanya-tanya, gimana sekarang? Udah deket? Gosipnya udah jadian ya? Hahaha. Emang manusia itu kalau urusan ngomong dan gosip pasti gak ada habisnya. Saya jawab deh. Ya, udah deket. Terlalu deket malahan. Gak percaya? Ya emang gak terlalu kelihatan sih kalo dari luar.

Saya tahu bagian hidupnya yang gak diketahui orang lain. Dari mana? Mata-matain? Nggak. Dia yang cerita sendiri kok. Hm, memang sih setiap cewek pasti punya sebuah rahasia besar dalam hidupnya. Dan ketika cewek itu mau bercerita, itu artinya dia sudah percaya kalo kita gak bakal besar mulut. Sama seperti dia-yang-dulu. Saya tahu tentang rahasia hidupnya, yang bahkan sahabatnya aja nggak tahu. Dan sampai sekarang, rahasia itu masih saya simpan dan nggak pernah ngasih tahu ke siapa-siapa.


PKL di Semen Gresik (Part 2 – Finish)

Satu masa waktu yang cukup sia-sia

Post ini adalah lanjutan dari seri sebelumnya. Pinginnya sih bikin post lebih banyak lagi tentang masa menganggur di sana, tapi ternyata nggak jadi. Sebelumya saya cerita bahwa saya akan ikut dalam project SAP di semen gresik, tentunya dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama, SAP adalah software ERP yang cukup besar. Hanya dengan “bisa” saja menggunakan SAP itu, dan sedikit pembuatan modul, “harga” saya bisa menjadi cukup mahal. Kedua, dengan anggapan tanpa dasar, uang saku PKL di semen gresik rasanya cukup tinggi. Di pemikiran kami, at least 500rb lah. Kalo jadi 3 bulan, berarti kan bisa dapat 1,5 juta. Lumayan buat jajan. Pertimbangan ketiga, dengan banyak berinteraksi dengan senior-senior IT, pasti kemampuan saya bakal meningkat. Meski sedikit meleset dari apa yang ingin saya konsentrasikan. Yah, banyak lah pertimbangan lain yang membuat kami, terutama saya, memutuskan untuk perpanjangan PKL dengan join ke project ERP.

Eh tapi eh tapi, keputusan saya berubah.

Suatu ketika, seperti janji, saya diajak ke gedung project SAP oleh kabag sana. Karena gak ada kendaraan, kita bareng pak kabag, naek mobil dinasnya yang plat W. Oke, sampai di sana, saya dikenal-kenalkan ke tiap ruangan. Berasa artis aja neh. Tapi yang paling menjengkelkan, kita dikenalkan sambil beliau bilang, “ini loh, ada mahasisa ITS pingin belajar dan gabung di SAP”. Whuaat?? Ma Chung pak, kami dari Ma Chung. Tapi ya tetep aja, setelah dikasih tahu ya bilangnya masih anak ITS. Ya sudahlah.


Ketika Ketenangan Hati Dibutuhkan

Cara saya mencapai ketenangan hati

Fyuh, lagi rehat garap proyek web bersama tim sebentar, disempet-sempetin nulis post ah. Setidaknya ini lebih baik daripada mikir masalah yang gak kelar-kelar itu. Eh, tapi apa mending ngerjain naskah majalah aja ya? Ya sudahlah, sudah terlanjur buka notepad buat nulis post.

Hari ini ada yang bilang di twitter, kok isi tweet saya ngedumel melulu sih. Haha, maaf-maaf. Memang lagi gak enak hati nih. Dengan mepetnya deadline, gundahnya perasaan, panasnya gresik, ditambah lagi bosennya PKL, apa-apa jadi bikin emosi. Untungnya saya kalo emosi cuma di hati dan dunia maya, nggak sampe berimbas ke sekitar. Tapi jadinya emang malah kepikiran sendiri. Dari kecil saya ini emang dasarnya kalo ada pikiran, lama hilangnya. Haha.

Ngomong-ngomong tentang emosi, bisa nyambung juga ke masalah ketenangan hati. Ya, ketenangan hati. Itu yang sedang saya butuhkan sekarang. Blog ini aja artinya adalah ketenangan Haqqi (HQ’s Serenity).


Entrepreneur di Bidang Teknologi Informasi. Susah?

Salah satu mimpi saya

Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang kampus saya sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak menjamin, setiap manusia kan butuh makan. Setiap ada acara makan-makan, pasti lebih milih ke rumah makan atau manggil catering biar gak repot. Akhirnya, semakin berjayalah para entrepreneur bidang makanan. Tapi kalo nggak benar-benar punya skill masak, atau benar-benar bermodal untuk bayar tukang masak yang bagus, ya tetep aja repot.

Bidang lain yang cukup “berladang” saat ini adalah dunia Teknologi Informasi. Blogging, online shop, main-main di forum, online writer, dan sebagainya menjadi kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Buat yang mau benar-benar freelancer, bisa masuk ke getafreelancer.com. Buat yang mau jualan, juga banyak tempatnya. Yang mau produksi, bisa bikin theme atau program-program yang disebarin lewat internet. Cloud application berbasis servis juga semakin marak beredar.

Seberapa besar sih peluang sukses untuk berjuang di dunia Teknologi Informasi?


Cerita UAS Semester 6

Cerita tentang UAS semester ini

Nggak kerasa, saya sudah 6 semester kuliah di Universitas Ma Chung tercinta ini. Sejak tanggal 7 Juni 2010 kemarin, UAS untuk semester ini dimulai. Huft, padahal lagi PKL di Semen Gresik, jadinya cuti dulu deh. Sayang sekali, padahal lagi ada rapat besar buat bahas project ERP-nya. Tapi prodi ternyata sudah memahami, makanya jadwal UAS untuk angkatan saya, karena banyak yang waktunya PKL.

Hm, bicara masalah jadwal, UAS semester ini benar-benar berbeda. Sebelum ngomong masalah jadwal, mending ngomong masalah motivasi deh. UAS semester ini, rasanya benar-benar nggak ada tantangannya. Saya nyantai banget buat hadapin UAS ini. Bayangin aja, UAS-nya hari senin, dimana hampir seluruh teman-teman saya bingung belajar mata kuliah yang mau diujikan, saya malah benar-benar nyantai. Mata kuliah pengolah citra yang benar-benar horor dari segi masa depan, saya malah nyantai. Benernya takut seh, tapi ya gimana gitu. Software buat belajar aja (MATLAB), baru saya install jam 11 malam harinya. Habis install, tentu saja tidur.


PKL di Semen Gresik (Part 1)

Saya benci panas

Seminggu kemarin, saya sudah menjalani ritual PKL (Praktek Kerja Lapangan). Kebetulan karena ada relasi, saya dapat jatah di PT Semen Gresik Tbk. Dari nama dan brand-nya aja sudah ketahuan kalo perusahaan ini urusannya sama semen. Eh, ini semen untuk bahan bangunan ya. Bukan “semen” yang biasa ada di itu-itu. Hehe.

Sesuai kontrak yang ada di suratnya, saya sama 3 orang teman harus menjalani proses PKL di sana selama 1 bulan, tertanggal 1 sampai 30 Juni 2010. Hah? Kok cuma satu bulan? Itu yang saya sendiri bingung. Padahal kalau perusahaan besar, biasanya bisa sampe 3-6 bulan PKL. Tapi di semen gresik, waktu tanya di bagian diklat, katanya memang “maksimal” 1 bulan. Lah, orang IT di perusahaan semen, cuma 1 bulan, memang bisa dapet apa? Sebenernya saya pingin PKL di bank atau software house aja. Tapi ya sudahlah, dijalani aja.


Ketakutan Saya

Ketakutan dari ketidaktahuan – hanya suara hati yang nggak penting

Semakin hari, semakin menakutkan. Ketakutan yang terbesar bagi saya adalah dari ketidaktahuan. Masa depan itu nggak ada yang tahu. Berarti masa depan juga menakutkan bagi saya. Tapi it’s okay lah. Ketakutan saya saat ini bertambah. Di saat semua berpikir dan menganggap bahwa yang terjadi semakin baik, saya yang bersangkutan malah merasa semua yang terjadi sedang mengarah ke sesuatu yang buruk, yang tidak saya ketahui. Sungguh menakutkan.

Tentang apa itu? Saya nggak bisa ngomong di sini. Saya sudah janji dengan seseorang, bahwa saya nggak akan membicarakan tentang hal itu, ke orang lain maupun ke blog ini. Dan sampai sekarang, saya bersaksi bahwa saya tetap memegang janji itu. Yang saya bisa lakukan sekarang hanyalah memikirkannya sendiri. Memikirkan apa yang sedang terjadi dan akan terjadi. Sungguh menakutkan.


Pengalaman RCOT-RDC 2010

Akhirnya bisa menulis di tengah kesibukan

Sedikit basi memang, ini kegiatan saya sekitar dua minggu lalu. Seperti yang sudah saya bilang di post-post sebelumnya (lupa yang mana), sampai saat ini saya masih ikutan organisasi bernama Rotaract. Yah, yang awalnya sebagian besar niatnya nggak murni pingin join, daripada menjadi kegiatan yang nggak berguna, akhirnya saya seriusi saja. Lumayan, bisa dapat banyak pengalaman dan relasi yang nggak bisa didapatkan kalo saya cuma berkutat dengan dunia IT saja.

Tanggal 14-16 Mei 2010 kemarin, Rotaract district 3400 (nomer untuk Rotaract Indonesia) mengadakan acara tahunan, yaitu RCOT-RDC. Sebelum lanjut, apa sih RCOT-RDC itu? Sebenarnya RCOT-RDC itu adalah dua acara yang digabung jadi satu. RCOT adalah singkatan dari Rotaract Club Officer Training. Sedangkan RDC adalah singkatan dari Rotaract District Conference. Untuk RCOT, biasanya isinya adalah pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan kepemimpinan (mohon dikoreksi buat Rac yang baca post ini kalo salah). Pelatihan tersebut sebenarnya dikhususkan untuk calon BOD (Board of Director, para pemimpin divisi di Rotaract), agar bisa mengerti langkah apa yang akan diambil di periode kepemimpinan mendatang. Dan RDC, seperti kepanjangannya, merupakan conference terbuka dari satu district. Karena Indonesia hanya dianggap sebagai satu district (D3400), maka RCOT-RDC ini akan diikuti oleh peserta dari seluruh penjuru Indonesia di mana terdapat Rotaract Club.

Hm, karena ini personal blog, daripada dikira promosi, saya lebih suka untuk menuliskan post ini berdasarkan cerita pengalaman saya saja. Hehe.


 

My Tweets

Banners

Tag Cloud

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes