<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HQ&#039;s Serenity &#187; Life Journey</title>
	<atom:link href="http://fauzilhaqqi.net/category/life-journey/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzilhaqqi.net</link>
	<description>Muhammad Fauzil Haqqi&#039;s Personal Blog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2010 02:55:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Change</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/change/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/change/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 02:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Karena setiap manusia bisa berubah
Yang namanya perubahan, harus terjadi. Kalau nggak gitu, kita hanya akan stuck di satu tempat saja, nggak ada perkembangan. Perkembangan? Ya, sebaiknya perubahan itu menuju arah perkembangan. Seperti perkembangan software, dari versi 0.1, alpha, beta, RC, sampai final version.
Kalau di analogikan, manusia sepertinya juga akan sama. Seperti yang dibilang Budi Rahardjo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><b>Karena setiap manusia bisa berubah</b></span></p>
<p><img src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/08/50-change.jpg" alt="" title="50-change" width="250" height="167" class="alignleft size-full wp-image-363" style="margin: 8px;" />Yang namanya perubahan, harus terjadi. Kalau nggak gitu, kita hanya akan stuck di satu tempat saja, nggak ada perkembangan. Perkembangan? Ya, sebaiknya perubahan itu menuju arah perkembangan. Seperti perkembangan software, dari versi 0.1, alpha, beta, RC, sampai final version.</p>
<p>Kalau di analogikan, manusia sepertinya juga akan sama. Seperti yang dibilang Budi Rahardjo waktu seminar di <a href="http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/" target="_blank">Semen Gresik</a>, beliau saat ini sudah sampai Budi Rahardjo versi 3.0. Wah, 3.0 itu bukan suatu perkembangan yang mudah menurut saya. Kenapa?</p>
<p>Saya sendiri, saat ini merasa belum benar-benar menjadi versi 1.0. Sebab dipikir-pikir dari sisi kepribadian, saya masih belum stabil. Artinya, masih sering berubah dari satu kepribadian ke kepribadian lain. Atau mungkin, masih mencari jati diri. Kadang jadi pendiam, kadang rame banget. Kadang senang keramaian, kadang menikmati kesendirian.</p>
<p>Sekedar jadi buku harian saja, di post ini saya coba mereka ulang peristiwa-peristiwa yang cukup mempengaruhi saya untuk merubah kepribadian saya.<br />
<span id="more-362"></span><br />
Haqqi versi 0.1, adalah Haqqi yang masih penuh dengan kepolosan. Mengikuti aliran waktu, bersenang-senang bersama teman dan sahabat, dan sepertinya tanpa beban. Meski demikian, Haqqi ini dewasa lebih cepat daripada seharusnya. Memikirkan hal yang tidak seharusnya dipikirkan oleh anak seusianya (ups, bukan konten porno). Sayangnya, Haqqi yang ini terlalu minder dan pendiam. Gak punya banyak teman, hanya beberapa teman dekat yang senang bermain bersama. Tapi, tetap menyenangkan, dan tanpa beban.</p>
<p>Haqqi versi 0.2, adalah sosok Haqqi yang masih tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Sedikit lebih dewasa tentunya. Dengan berpikir muluk bahwa kekasih cukup satu saja seumur hidup. Dengan memiliki dunianya sendiri, bersama sahabat-sahabat terdekat. Ya, dunia sendiri, bersama jalan pikiran yang ditentukannya sendiri. Merasakan indahnya dan pentingnya persahabatan, yang terlambat dia sadari. Hingga suatu peristiwa memaksanya berubah menjadi versi selanjutnya.</p>
<p>Haqqi versi 0.3, adalah perubahan yang cukup drastis. Sebuah peristiwa penting yang tak terlupakan seumur hidupnya, merubah pola pikirnya, beserta pola kehidupannya. Dari yang awalnya memiliki dunianya sendiri, menjadi nggak nyaman, karena kehilangan sosok sahabat yang selama ini bersamanya. Mendadak. Dan untuk selamanya. Membuatnya ingin keluar dari dunia yang selama ini nyaman ditempatinya. Membuang kenangan lama, dengan rasa penyesalan yang sangat besar yang tak bisa ditebusnya. Sebuah hal besar yang tak di sadarinya sebelumnya, karena dia menganggap itu hal biasa. Tapi, dia kehilangan hal itu, untuk selamanya.</p>
<p>Perjalanan Haqqi versi 0.3, mungkin tidak terlalu lama dari segi waktu, dan segera berubah versi.  Mencari berbagai kesibukan dan berhasil menggapai hal-hal yang tidak semua orang bisa menggapainya, namun tanpa rasa puas. Tetapi versi ini, adalah tahap yang cukup menyiksa. Karena, penyesalan-penyesalan yang ada di versi ini, sepertinya akan terus tertanam hingga versi final, atau bahkan tahap disposal.</p>
<p>Sebuah peristiwa lagi, membuat Haqqi menjadi versi 0.4. Bukan sesuatu yang besar bagi kebanyakan orang. Tapi, baginya ini cukup memukul. Sekali lagi, kali ini dia hampir kehilangan salah satu hal penting di hidupnya, karena kebodohannya. Peristiwa yang relatif singkat, namun cukup membekas. Mungkin karena ini adalah pengalaman pertamanya, hingga ini membuatnya cukup terpukul juga.</p>
<p>Berawal dari versi 0.4 ini, Haqqi memutuskan untuk membuat <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/12/dunia-saia-kembali.html" target="_blank">dunianya yang baru lagi</a>. Perlahan-lahan, mencari kesenangan hati. Perlahan-lahan, mencoba menjadi orang yang sama dengan lainnya, meski hanya dari luar. Sampai akhirnya, dia menemukan tujuan baru yang menumbuhkan motivasinya untuk terus berkembang. Membuatnya terus berpikir positif, hingga mendapatkan <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2009/08/anugerah-terindah-yang-pernah-kumiliki.html" target="_blank">banyak anugerah di hidupnya</a>.</p>
<p>Motivasi itu, terus dikejarnya. Mengisi hampir seluruh bagian hidupnya. Banyak pengorbanan dia lakukan. Waktu, teman, pekerjaan, dan segalanya, dengan mudahnya dia korbankan. Demi motivasinya itu.</p>
<p>Sayangnya, pada saat-saat yang menentukan, dia gelap mata. Tak ada tempat untuk berbagi, bercerita, dan bertanya tentang masalahnya. Sesuatu yang dilihat orang lain dari luar semakin baik, sebenarnya di dalam menjadi semakin buruk. Semakin buruk. Berbagai keputusan salah dilakukannya, sampai berdampak pada orang lain yang nggak ada hubungannya.</p>
<p>Versi 0.4 ini, rasanya harus segera berakhir. Dan pasti akan berakhir. Perubahan harus terjadi. Mungkin memang butuh waktu untuk menata semuanya lagi, tapi harus dilakukan. Karena peristiwa sepanjang versi 0.4 ini, membuat banyak kepribadian dan dunia Haqqi menjadi berubah. Berubah jadi apa? Hanya dia dan orang-orang terdekatnya yang tahu.</p>
<p>Mulai post ini, Haqqi akan menjalani hidupnya, sebagai versi 0.5. Masih butuh perjalanan panjang untuk setidaknya mencapai versi final 1.0. Semoga Lancar. Semangat!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/change/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mbolang &#8211; Backpacker</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/mbolang-backpacker/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/mbolang-backpacker/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 08:23:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah mimpi untuk kenyataan masa depan
Menikmati alam, menjadi sebuah hal yang cukup memenangkan hati saya. Saya sering melakukan itu sendiri saja. Memandang langit malam penuh bintang pun, sudah memberikan rasa ketenangan tersendiri. Melihat hijaunya sawah di pedesaan pegunungan, memberikan kesejukan buat hati saya. Ya, itu semua ciptaan Allah Yang Maha Esa, yang harus kita syukuri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Sebuah mimpi untuk kenyataan masa depan</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-360" style="margin: 8px;" title="Backpacker" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/08/49-backpacker.jpg" alt="" width="200" height="226" />Menikmati alam, menjadi sebuah hal yang cukup <a href="http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/" target="_blank">memenangkan hati saya</a>. Saya sering melakukan itu sendiri saja. Memandang langit malam penuh bintang pun, sudah memberikan rasa ketenangan tersendiri. Melihat hijaunya sawah di pedesaan pegunungan, memberikan kesejukan buat hati saya. Ya, itu semua ciptaan Allah Yang Maha Esa, yang harus kita syukuri dan nikmati.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, tercetus keinginan kuat untuk bertualang. Yah, niat ini nggak muncul begitu saja sih, tentunya dengan trigger-trigger tertentu. Salah satu mimpi saya memang adalah keliling dunia. Tapi itu masih lama, setidaknya dalam waktu 3-5 tahun baru bisa terwujud. Tapi hasrat untuk bertualang kan nggak harus hanya keliling dunia yang membutuhkan banyak uang. Dengan sebuah tas punggung saja, saya pikir bisa bertualang juga, setidaknya untuk keliling Indonesia.</p>
<p>Awalnya dulu pingin keliling Indonesia dengan hanya modal sepeda motor saja. Tapi apa daya, karena alasan keamanan dan ketersediaan sepeda motor untuk keluarga, saya harus mengurungkan niat tersebut. Alternatif lain adalah dengan murni backpacker-an dan naik angkutan umum. Wah, tapi dipikir-pikir itu bakal mengeluarkan cost yang besar nih.<br />
<span id="more-359"></span><br />
Tapi, karakter saya yang sedikit demi sedikit berubah dari melankolis-plegmatis menjadi orang yang lebih suka bergaul, menemukan suatu solusi dan semakin memperkuat keinginan saya. Saya pikir, nggak perlu duit banyak, asal punya kenalan banyak temen di kota-kota lain, bisa jadi &#8220;penghemat&#8221; biaya bertualang. Hehe.</p>
<p>Alhasil, sekarang ini saya sedang mencoba untuk berhubungan lagi dengan semua orang yang saya kenal, yang lokasinya nggak di Malang. Tujuan utamanya ya untuk nyari shortcut penghemat biaya bertualang dan sumber informasi. Ya kalo kenalan itu nggak available, setidaknya bisa menjalin silaturrahmi lagi lah.</p>
<p>Meskipun mbolang, yang namanya perjalanan itu harus direncanakan sebaik mungkin, dan setepat mungkin. Jangan sampai terjadi salah arah, yang malah bikin ribet. Di post ini, saya mau nyoba merencanakan segala persiapan mbolang saya. Persiapan itu bisa menyangkut banyak hal, dari segi diri sendiri, biaya, peralatan, rute, waktu, dan sebagainya.</p>
<p>Dari segi <strong>waktu</strong>, saya plot ini bakal saya jalani waktu <strong>liburan semester depan</strong>. Kenapa? Mengingat bakal lamanya perjalanan mbolang ini, saya rasa nggak bisa melakukannya dalam waktu 2-4 hari saja. Nanggung lah. Apalagi dengan tujuan saya yang benar-benar pingin menikmati alam. Kemarin aja mbolang ke Bali selama 5 hari masih belum bisa dianggap cukup. Paling nggak, ini butuh waktu 2 minggu. Jadi, waktu yang paling memungkinkan adalah liburan semester depan.</p>
<p>Dari segi <strong>rute atau tujuan</strong>, saya masih belum yakin. Yang pasti, kalau ke barat, tujuan akhirnya ya Palembang, karena di sana ada sodara saya. Kalau ke timur, mungkin tujuan akhirnya adalah Makassar, karena saya punya banyak teman di sana, hasil dari <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2009/08/buku-harian-lc-05-vdms-pplh-puntondo.html" target="_blank">LC VDMS</a>. Untuk rute di antaranya, masih belum fix. Beberapa bayangan, ya ke tempat temen-temen yang ada di luar kota itu. Ada yang di Jogja, Semarang, Bandung, Bogor, dan sebagainya. Pastinya nanti mampir di setiap kota yang ada kenalannya, untuk menghabiskan waktu. Bisa jadi nanti juga nyari sodara-sodara jauh yang masih kenalannya bokap. Malah enak kalo gitu, memanfaatkan nama bokap. Haha. Setidaknya kan sekarang ada HP yang bisa memudahkan komunikasi kalau-kalau nyasar.</p>
<p>Dari segi <strong>peralatan</strong> atau apa yang harus saya bawa, setidaknya butuh satu tas punggung. Ya iyalah, namanya juga backpacker-an. Totalnya, mungkin cukup bawa 2 tas, satu punggung dan satu jinjing untuk segala peralatan termasuk baju dan sebagainya. Payung, wajib dibawa biar gak kehujanan. Peralatan mandi termasuk handuk, juga wajib dibawa. Ipod, mungkin penting untuk menemani kesendirian. Alat sholat, paling nggak sarung dan sajadah juga wajib, beserta kompas untuk menentukan arah kiblat. Kartu identitas juga penting. Jangan sampai niatnya bertualang, malah dianggep komplotan teroris. Haha. Lainnya, masih belum kepikir deh.</p>
<p>Dari segi <strong>biaya</strong>, ini nih yang mesti dipikir. Tapi ini juga baru bisa dihitung setelah rute perjalanan fix. Diasumsikan aja, naek bus dari Malang ke Surabaya aja kalo ekonomi masih butuh sekitar 10rb. Belum lagi untuk makan sehari-harinya. Untuk ojek dan angkot di kota, pasti keluar duit juga. Ini yang mesti dipikirin bener-bener deh, dan juga harus dipersiapkan. Mumpung masih ada waktu sekitar 5-6 bulan, harus kerja keras cari duit buat modal perjalanannya.</p>
<p>Perisapan <strong>fisik</strong>, tentu juga penting. Badan harus sehat dan kuat untuk jalan sejauh apapun. Ini berarti, mulai sekarang saya harus membiasakan olahraga lagi nih, biar gak gampang capek. Maklum, sejak masuk kuliah, nyaris nggak pernah olahraga lagi. Kesiapan hati juga penting, jangan sampai perjalanan ini akan menjadi penyesalan di masa depan.</p>
<p>Untuk <strong>teman perjalanan</strong>, sampai sekarang saya belum nemu, lagian juga belum koar-koar kalau pingin melakukan ini. Tapi, rasanya butuh deh setidaknya 1 temen yang punya banyak kenalan juga, biar bisa dapat &#8220;penghemat&#8221; tambahan. Hehe. Tapi juga jangan banyak-banyak, bisa repot nantinya kalau mau numpang tidur. Hehe.</p>
<p>Tentunya perjalanan ini akan membuat saya yang biasanya hanya duduk diam di depan laptop dengan jari-jari bergerak-gerak sendiri menjadi sosok yang berbeda. Dan tentunya, saya jadi harus rela berlama-lama meninggalkan dunia online. Keluarga, teman, dan orang-orang dekat saya juga harus saya tinggalkan sementara waktu. Melepaskan sementara dunia yang selama ini menjadi tempat saya, untuk memulai pengalaman baru. Yah, semoga mimpi ini bisa benar-benar terwujud. Setelah mimpi ini terwujud, giliran berikutnya adalah mencari kenalan-kenalan di luar negeri, untuk melakukan hal yang sama. Hehe. Ganbatte!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/mbolang-backpacker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waktunya untuk Merenungkan Semuanya</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/waktunya-untuk-merenungkan-semuanya/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/waktunya-untuk-merenungkan-semuanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 17:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Saat bingung apa yang harus kau lakukan, renungkanlah apa yang sebenarnya kau inginkan
Kata-kata itu muncul begitu saja di otak saya, waktu saya naik motor sendirian, keliling kota menikmati indahnya malam. Yup, bagi saya ini memang salah satu obat untuk menenangkan hati yang cukup mujarab. Terkadang bisa sampai memunculkan inspirasi seperti kata-kata di atas itu, meski [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><b>Saat bingung apa yang harus kau lakukan, renungkanlah apa yang sebenarnya kau inginkan</b></span></p>
<p><img src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/43-candle.jpg" alt="" title="Candle Light" width="200" height="150" class="alignleft size-full wp-image-336" style="margin: 8px;" />Kata-kata itu muncul begitu saja di otak saya, waktu saya naik motor sendirian, keliling kota menikmati indahnya malam. Yup, bagi saya ini memang salah satu obat untuk <a href="http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/">menenangkan hati</a> yang cukup mujarab. Terkadang bisa sampai memunculkan inspirasi seperti kata-kata di atas itu, meski kadang kebanyakan kata-kata yang biasa muncul tiba-tiba itu kadang terlupakan. Haha. Ini memang bisa menenangkan hati, tapi nggak terlalu bisa menyelesaikan masalah.</p>
<p>Karena sesuatu hal, beberapa hari ini saya bingung apa yang mesti saya lakukan. Mau ngelakuin ini, rasanya bakal salah lagi. Mau ngelakuin itu, katanya juga nggak baik. Mau tanya apa kata hati, nggak terjawab. Alhasil saya hanya bisa mengalihkan kegiatan dari otak ke fisik. Mencoba sesedikit mungkin berpikir, dan memperbanyak pergerakan badan. Memang <i>nggak saya</i> banget sih, tapi ini adalah usaha saya untuk menenangkan pikiran dulu. Soalnya kalau pikiran nggak tenang, mau gimana-gimana ya masalah nggak bakal selesai.<br />
<span id="more-357"></span><br />
Sekarang, meski nggak bisa dibilang benar-benar tenang, tapi setidaknya ini lebih baik. Sekali lagi kata-kata di atas itu terngiang di kepala saya.</p>
<blockquote><p>Saat bingung apa yang harus kau lakukan, renungkanlah apa yang sebenarnya kau inginkan.</p></blockquote>
<p>Seperti lingkaran setan, ini nggak segampang kalau ngomong. Saya sudah benar-benar tahu apa yang saya inginkan, apa yang saya harapkan. Tapi saya benar-benar bingung apa yang harus saya lakukan. Sebab kalau saya mengikuti apa yang saya inginkan, yang terjadi adalah saya hanya akan melakukan kesalahan yang sama. Tapi kalau nggak mengikuti apa yang saya harapkan itu, saya jadi tersiksa sendiri.</p>
<p>Tapi tunggu dulu, jangan-jangan kebingungan ini datang karena memang saya nggak dengan jelas mendeskripsikan apa harapan saya ini. Jangan-jangan apa yang saya lakukan ini hanya lari dari masalah. Nggak tau lah.</p>
<p>Selama ini saya hanya mengandalkan pikiran sendiri kalau ada masalah. Jadi saya juga bergerak untuk mencoba menyelesaikannya sendiri. Tapi kemarin, saya coba minta pendapat ke orang lain. Pendapat itu ternyata cukup berbeda dengan apa yang saya pikirkan. Ini bertolak dari apa yang saya inginkan. Saya takut melakukannya. Memang sih apa yang saya lakukan dari jalan pikiran saya kemarin ternyata salah. Jadi saya coba untuk ikuti saran itu.</p>
<blockquote><p>Let it flow, adalah kata-kata yang kadang saya benci. Kata-kata itu kadang berarti, saya harus menyerah pada keadaan. Sebuah kondisi di mana saya hanya bisa diam menunggu apa yang terjadi.</p></blockquote>
<p>Apa yang saya lakukan sesuai saran itu? Saya coba menjauh dari sesuatu yang mengisi pikiran saya itu. Mencoba benar-benar mengalihkan fokus saya dengan kesibukan (fisik) yang lain. Meskipun, ternyata ini berdampak pada kehidupan sehari-hari saya, dan jadi meninggalkan beberapa kewajiban.</p>
<p>Tapi mau nggak mau cara itu harus saya lakukan juga. Soalnya sekarang saya benar-benar bingung harus bersikap seperti apa. Saya ngerasa apa yang akan saya lakukan hanya akan menjadi kesalahan saja. Bahkan saya takut apa yang disarankan orang lain itu juga salah. Dan sayangnya secara nggak sadar ini berefek ke orang di sekitar saya.</p>
<p>Mungkin saya butuh waktu untuk merenungkan ini semua. Saya butuh waktu untuk berpikir dengan tenang, mencari tahu lagi apa yang benar-benar saya inginkan dan harapkan. Mungkin dengan ini, saya bisa melakukan sesuatu yang benar-benar dari lubuk hati saya, tentunya dengan belajar dari kesalahan masa lalu.</p>
<p>Yup, beberapa hari ke depan saya akan offline sejenak. Bukan maksud saya untuk menjauh, menghilang, lari dari masalah, atau apalah. Saya berharap semoga dengan ini saya bisa berpikir lebih jernih dan bijak, jadi bisa tahu apa yang harus saya lakukan. Nggak peduli nantinya orang lain bakal bilang saya bodoh, terlalu baik, atau apalah. Yang penting saya melakukan apa yang ingin saya lakukan sesuai kata hati saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/waktunya-untuk-merenungkan-semuanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ice Queen &#8211; The End?</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 14:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah akhir dari cerita, cukup sedih sih, tapi bisa jadi pelajaran
Ya, judulnya memang &#8220;The End&#8221;, tapi ditambahi dengan tanda tanya. Apa maksudnya? Mungkin memang sudah berakhir, tapi saya sendiri bingung bagaimana mengakhirinya dengan baik dan indah. Dan saya juga nggak ngerti apa ini memang benar-benar berakhir, atau sebuah awal yang baru. Kalo memang akhir, ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Sebuah akhir dari cerita, cukup sedih sih, tapi bisa jadi pelajaran</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-50" title="Ice Queen" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/01/04-ice-queen.jpg" alt="" width="155" height="200" style="margin: 8px;" />Ya, judulnya memang &#8220;The End&#8221;, tapi ditambahi dengan tanda tanya. Apa maksudnya? Mungkin memang sudah berakhir, tapi saya sendiri bingung bagaimana mengakhirinya dengan baik dan indah. Dan saya juga nggak ngerti apa ini memang benar-benar berakhir, atau sebuah awal yang baru. Kalo memang akhir, ya akhir yang melenceng dari harapan sih, dengan &#8220;sedikit&#8221; rasa sakit di hati. Haha.</p>
<p>Mungkin memang benar kata seorang teman, terlalu dekat juga kadang nggak baik. Karena kedekatan itu, saya jadi tahu kalau dia sedang suka sama seseorang, dan sepertinya sudah jadian. Sayangnya saya nggak kenal siapa orang itu, tapi sepertinya mereka suka sama suka. Ya sudahlah, hak asasi setiap orang untuk mencintai orang lain. Dengan kondisi seperti ini, saya cuma bisa mendoakan bahwa pilihan dia itu yang terbaik, dan harus lebih baik dari saya, setidaknya untuk hatinya. Hm, ini sih balik lagi ke masalah <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/11/apa-itu-ikhlas.html" target="_blank">ikhlas</a> yang dulu pernah saya post.<br />
<span id="more-347"></span><br />
Bingung? Sangat.<br />
Sedih? Iya donk.<br />
Sakit? Pasti.<br />
Kecewa? Lumayan lah.<br />
Kesepian? Rasanya bakal gitu.<br />
Kehilangan? Nggak usah ditanya.<br />
Putus asa sampe bunuh diri? Ups, ya jangan lah. Hidup adalah anugerah dari Allah YME. Jangan disia-siakan hanya karena salah satu makhluk ciptaannya.</p>
<p>Fyuh, untungnya kalau sekarang saya lebih bisa mensyukuri hidup. Saya masih punya keluarga yang sayang sama saya, masih punya teman-teman yang dukung saya, masih punya <a href="http://mimicreative.net" target="_blank">mimicreative</a> yang jadi masa depan saya, masih punya band tempat meluapkan emosi, masih punya laptop tempat mengungkapkan semuanya, masih punya gitar teman bersenandung, dan saya masih punya impian yang panjang. Beda dengan yang dulu itu, waktu saya masih memikirkan diri sendiri saja.</p>
<p>Yang harus saya lakukan saat ini adalah ikhlas dan mengambil pelajaran dari semua yang sudah saya lewati. Yang baik ditingkatkan, yang buruk jangan diulangi lagi. Salah satu kebodohan terbesar saya adalah terlalu ingin tahu. Seperti kata seseorang, semakin ingin tahu, maka akan semakin nggak tahu apa-apa. Dan ternyata benar-benar terbukti. Meski saya nggak bener-bener ngerti maksud kata-kata itu apa.</p>
<p>Ngomong-ngomong ikhlas, jadi inget lagunya Bondan neh.</p>
<blockquote><p>Saat kau berharap, keramahan cinta&#8230; Tak pernah kau dapat, ya sudahlah&#8230;</p></blockquote>
<p>Yah, mungkin nantinya kita berdua bakal tetap dekat, entah dengan status apa. Yang pasti saya masih sayang dia.</p>
<p>Kalo udah gini, cuma bisa nyanyi ini neh.</p>
<blockquote><p>Beri sedikit waktu, biar cinta datang karena telah terbiasa&#8230; huwooo&#8230;</p></blockquote>
<p>Oke, berarti mungkin inilah post terakhir tentang <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/ice-queen/" target="_blank">Ice Queen</a>. Setelah ini, nggak akan ada lagi post dengan tag Ice Queen, gak ada lagi hashtag #theicy di twitter, gak ada lagi kangen-kangenan di plurk, apalagi status di FB yang semakin membosankan. Saya cuma bisa bilang terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya selama ini. Tapi kalo masih ada yang pingin bantu buat saya bisa lebih deket dengan Ice Queen, ya saya malah sangat berterima kasih. Sapa tahu masih bisa lanjut. Haha. Ya kita lihat ntar aja deh. Siapa tahu bisa membaik lagi.</p>
<p>Hidup baru sudah menunggu, saatnya melakukan pencarian lagi. Semoga ketemu yang lebih baik lagi. Hayok bangkit Haqqi!!! Semangat!!! Ayo, ayo, cewek-cewek cakep. Ada cowok jomblo keren neh. Hahaha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ice Queen, from My Point of View</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-from-my-point-of-view/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-from-my-point-of-view/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:08:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan membanding-bandingkan, tapi hanya sebuah proses adaptasi
Nggak usah bertele-tele lagi, ini memang tentang Ice Queen (icy), dan sedikit tentang dia yang dulu. Nggak terasa ya udah 1 tahun lebih kenal si icy. Pasti banyak yang bertanya-tanya, gimana sekarang? Udah deket? Gosipnya udah jadian ya? Hahaha. Emang manusia itu kalau urusan ngomong dan gosip pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Ini bukan membanding-bandingkan, tapi hanya sebuah proses adaptasi</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-50" style="margin: 8px;" title="Ice Queen" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/01/04-ice-queen.jpg" alt="" width="155" height="200" />Nggak usah bertele-tele lagi, ini memang tentang <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/ice-queen/" target="_blank">Ice Queen (icy)</a>, dan sedikit tentang <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/12/sekedar-renungan-bagi-saia.html" target="_blank">dia yang dulu</a>. Nggak terasa ya udah 1 tahun lebih kenal si icy. Pasti banyak yang bertanya-tanya, gimana sekarang? Udah deket? Gosipnya udah jadian ya? Hahaha. Emang manusia itu kalau urusan ngomong dan gosip pasti gak ada habisnya. Saya jawab deh. Ya, udah deket. Terlalu deket malahan. Gak percaya? Ya emang gak terlalu kelihatan sih kalo dari luar.</p>
<p>Saya tahu bagian hidupnya yang gak diketahui orang lain. Dari mana? Mata-matain? Nggak. Dia yang cerita sendiri kok. Hm, memang sih setiap cewek pasti punya sebuah rahasia besar dalam hidupnya. Dan ketika cewek itu mau bercerita, itu artinya dia sudah percaya kalo kita gak bakal besar mulut. Sama seperti dia-yang-dulu. Saya tahu tentang rahasia hidupnya, yang bahkan sahabatnya aja nggak tahu. Dan sampai sekarang, rahasia itu masih saya simpan dan nggak pernah ngasih tahu ke siapa-siapa.<br />
<span id="more-344"></span><br />
Tapi, yang namanya cewek itu emang ruwet. Ketika kita sudah tahu tentang rahasia hidupnya yang dirahasiakannya, malah muncul rasa takut untuk lebih dekat dengan kita. What&#8217;s the matter? Saya jadi bingung. Padahal ya mereka-mereka sendiri yang cerita loh. Toh saya ya juga tetep pegang rahasia itu.</p>
<p>Mereka akan bilang, &#8220;kamu sudah tahu hal yang orang lain gak tahu tentang aku, aku jadi ngerasa gimana gitu sama kamu&#8221;. Yeah, semakin membingungkan.</p>
<p>Ya.. mungkin karena mereka sadar kalau memang sifat dasar saya ini suka ingin tahu, mereka jadi takut untuk saya ketahui lebih dalam lagi. Whatever, saya nggak tahu gimana jalan pikiran cewek.</p>
<p>Dia-yang-dulu pernah bilang, kalo saya ini terlalu ingin tahu. Apa-apa yang terjadi sama dia, saya selalu ingin tahu. Katanya sih nggak enak gimana gitu rasanya. Jadi gak seru lah, jadi gak menarik lah, whatever. Oke, saya ngerti. Itu sebuah pelajaran buat saya untuk gak ngulangin lagi. Eh tapi, sama si icy ini kadang-kadang ya masih keluar juga rasa ingin tahu saya. Jadi kebanyakan tanya-tanya deh. Haha.</p>
<p>Tapi gimana-gimana juga, saya udah tahu cukup banyak tentang si icy. Tentang sifatnya, tentang gaya hidupnya, bahkan tentang rahasia masa lalunya. Sebagian memang tahu dari hasil investigasi ke teman-temannya. Dan saya rasa dia juga nggak tahu kalo saya tahu itu. Tapi sebagian juga, saya tahu karena memang saya sudah dekat dengan dia. Jadi dia tahu itu.</p>
<p>Semua cewek yang saya pernah kenal dekat (eh, cuma 2 dink), dasarnya emang menakutkan kalo lagi marah. Emosi tak terkendali, gak bisa berpikir jernih, sampai-sampai saya terkena imbasnya juga. Haha, it&#8217;s okay. As long as I love her, that&#8217;s won&#8217;t matter. Yang lebih saya takutkan adalah, kalo marahnya emang karena saya. Hehe. Gak usah pake jaim-jaiman segala, atau sok cool, saya ini emang lemah urusan gini. Gak bisa tahan lihat cewek yang marah, nangis, atau sedih. Apalagi kalo I love her.</p>
<p>Sekali lagi, saya bikin post ini bukan karena ingin membanding-bandingkan. Ini hanya sebuah proses adaptasi. Lha emang dasarnya udah beda, ngapain dibanding-bandingkan.</p>
<p>Si icy ini, emang bener-bener lemotz. Haha. Kadang waktu saya ngomong serius tentang sesuatu hal, selang beberapa saat saya tanya, &#8220;ngerti nggak maksudku tadi?&#8221;, eh dia jawab, &#8220;nggak mudeng&#8221;. Halah *tepok jidat*. Tapi ya lucu juga jadinya. Saya yang mikirnya macem-macem, eh ternyata dia menanggapi dengan polosnya. Saya pakai istilah apa, dia nggak ngerti juga. Haha. Kebalik dengan dia-yang-dulu, saya belum ngomong aja dia udah mikir macem-macem. Bahkan pake istilah-istilah dan berbagai tanda petik yang saya kadang nggak ngerti. Ribet emang nih. Benar-benar perlu adaptasi.</p>
<p>Lemotz-nya itu, kadang lucu, kadang juga bikin gregetan. Makanya, sms (short messaging service) yang notabene cuma 160 karakter bukan solusi yang baik untuk ngomongin suatu masalah. Udah lemotz, pake sms malah jadi gak jelas. Jadi menurut saya sih, mending ketemuan aja, atau at least telepon.</p>
<p>Satu lagi yang bikin gregetan, sifatnya yang emang pelupa. Malamnya sms-an tentang sesuatu, rada serius, atau sekedar cerita-cerita, begitu besoknya ditanya, eh udah lupa. Saya habis ngelakuin sesuatu, atau saya tanya dia beberapa hari yang lalu ngapain, eh dia bilang lupa. Beda banget sama dia yang dulu, yang hampir mengingat semua kegiatan yang kita lakuin bareng. Nggak cuma itu, sekedar obrolan yang saya anggep cuma obrolan aja dia inget. Saya yang malah lupa. Haha. Ya pasti masing-masing itu ada positif dan negatifnya lah. Nggak ada yang terbaik, karena memang beda.</p>
<p>Masih banyak lagi my point of view about her. Tapi jangan dibuka di sini semua lah. Haha. Sekarang waktunya merenung dulu ah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-from-my-point-of-view/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKL di Semen Gresik (Part 2 &#8211; Finish)</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/pkl-di-semen-gresik-part-2-finish/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/pkl-di-semen-gresik-part-2-finish/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 03:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Satu masa waktu yang cukup sia-sia
Post ini adalah lanjutan dari seri sebelumnya. Pinginnya sih bikin post lebih banyak lagi tentang masa menganggur di sana, tapi ternyata nggak jadi. Sebelumya saya cerita bahwa saya akan ikut dalam project SAP di semen gresik, tentunya dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama, SAP adalah software ERP yang cukup besar. Hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red&quot;"><strong>Satu masa waktu yang cukup sia-sia</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-312" style="margin: 8px;" title="Logo Semen Gresik" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/38-pkl.jpg" alt="" width="200" height="200" />Post ini adalah lanjutan dari <a href="http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/" target="_blank">seri sebelumnya</a>. Pinginnya sih bikin post lebih banyak lagi <del>tentang masa menganggur di sana</del>, tapi ternyata nggak jadi. Sebelumya saya cerita bahwa saya akan ikut dalam project SAP di semen gresik, tentunya dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama, SAP adalah software ERP yang cukup besar. Hanya dengan &#8220;bisa&#8221; saja menggunakan SAP itu, dan sedikit pembuatan modul, &#8220;harga&#8221; saya bisa menjadi cukup mahal. Kedua, dengan anggapan tanpa dasar, uang saku PKL di semen gresik rasanya cukup tinggi. Di pemikiran kami, at least 500rb lah. Kalo jadi 3 bulan, berarti kan bisa dapat 1,5 juta. Lumayan buat jajan. Pertimbangan ketiga, dengan banyak berinteraksi dengan senior-senior IT, pasti kemampuan saya bakal meningkat. Meski sedikit meleset dari apa yang ingin saya konsentrasikan. Yah, banyak lah pertimbangan lain yang membuat kami, terutama saya, memutuskan untuk perpanjangan PKL dengan join ke project ERP.</p>
<p>Eh tapi eh tapi, keputusan saya berubah.</p>
<p>Suatu ketika, seperti janji, saya diajak ke gedung project SAP oleh kabag sana. Karena gak ada kendaraan, kita bareng pak kabag, naek mobil dinasnya yang plat W. Oke, sampai di sana, saya dikenal-kenalkan ke tiap ruangan. Berasa artis aja neh. Tapi yang paling menjengkelkan, kita dikenalkan sambil beliau bilang, &#8220;ini loh, ada mahasisa <strong>ITS</strong> pingin belajar dan gabung di SAP&#8221;. Whuaat?? Ma Chung pak, kami dari <a href="http://www.machung.ac.id" target="_blank">Ma Chung</a>. Tapi ya tetep aja, setelah dikasih tahu ya bilangnya masih anak ITS. Ya sudahlah.<br />
<span id="more-339"></span><br />
Kita berempat dimasukkan ke suatu ruang rapat, di divisi control. Disuruh duduk dulu, sementara beliau bilang kalau mau ke Surabaya dulu. Wogh, okeh. Awalnya saya semangat, siapa tahu bisa nyerap ilmu di ruang rapat itu. Tapi&#8230;</p>
<p>Duduk di ruang rapat itu membosankan. Satu orang ngomong apa, saya nggak ngerti maksudnya. Orang yang lain menanggapi, tambah bingung lagi saya. Lha dari awal memang belum ada dasar SAP sama sekali, tiba-tiba langsung masuk implementasi yang notabene udah berjalan beberapa minggu. Celakanya, di sana saya gak bawa laptop. Kalau mau balik ke gedung utama, jaraknya <del>lumayan</del> jauh dan sanggup membuat kaki jadi keriting.</p>
<p>Intinya, hari itu serba gak jelas deh. Nganggur-nganggur gimana gitu. Untungnya waktu siang dikasih makan. Sorenya baru balik bareng mobil pak kabag lagi.</p>
<p>Ya, ketidakjelasan saya kalau masuk di project SAP itu salah satu pertimbangan yang mengubah keputusan saya. Pertimbangan kedua, gak terlalu penting sih. Tapi layak untuk diceritakan.</p>
<p>Waktu mau jumatan, saya ketemu teman saya SMA di pinggir jalan. Saya tanya dia darimana, eh katanya habis ngumpulin laporan PKL di semen gresik. Ternyata dia sudah lebih dulu PKL. Iseng-iseng saya tanya uang saku yang dikasih semen gresik. Dan dia jawab, &#8220;mek 100 ewu&#8221;. Whuuuaat!!! Lha ntar 3 bulan berarti cuma 300rb. Nyaris buang-buang waktu donk. Mesti belajar SAP dari nol, tapi secara finansial gak didukung. Weleh, mendingan di rumah ae nulis artikel majalah, bisa dapet lebih banyak. Bisa memanfaatkan waktu untuk belajar yang lain juga.</p>
<p>Hem, oke deh. Akhirnya kita semua ambil keputusan untuk nggak lanjut 3 bulan. Cukup 1 bulan saja, sesuai kesepakatan awal.</p>
<p>Karena nggak jadi join project SAP, apa yang kita lakukan?</p>
<p>Kita masuk kantor jam 8. Kita datang, ngucapin selamat pagi ke orang yang ada di kantor (kalo ketemu). Jalan ke tempat duduk, buka laptop, pasang charger, duduk nunggu booting, connect wifi, internetan. Jam 12 istirahat, cari makan, sholat, balik ke kantor jam 1. Di kantor duduk lagi, buka laptop lagi, internetan lagi, sampe pulang. So, apa yang kita lakukan? NGANGGUR JAYA!!</p>
<p>Ada banyak alasan kenapa kita nganggur. Yang pertama, jelas karena kita sendiri ngerasa males. Bukan cuma males sih, ada kerjaan pribadi juga yang mengharuskan duduk diam di depan laptop. Yang kedua, di sana memang masa-masa sibuk. Project SAP sedang gencar digarap. Jadi orang-orang kantor sering menghilang, sibuk sendiri. Lah kalo gini gimana mau tanya-tanya. Kalo waktu sibuk gini, jadi sungkan. Alhasil, ya itu. Kita gak dapat apa-apa.</p>
<p>Buat saya sih, nggak terlalu masalah. Karena saya jadi punya waktu untuk nyelesein artikel dan project <a href="http://mimicreative.net" target="_blank">Mimi Creative</a> yang pertama, <a href="http://gepukek.com" target="_blank">GEPUKEK.com</a>. Ada banyak hal yang bisa saya lakukan kalo saya punya waktu luang itu.</p>
<p>Hari demi hari berlalu seperti biasa. Datang, duduk, internetan, makan, internetan lagi, pulang. Sampe kosan, kalo gak capek ya lanjut kerja, capek ya tidur. Selesai. Itu aja yang kami lakukan sebulan ini, dari 1 Juni sampe 30 Juni 2010. Kita bener-bener gak dapat apa-apa. Padahal dosen pembimbing saya termasuk cukup strict soal laporan ini. Wah, kita baru gopoh beberapa hari terakhir. Padahal pembimbing lapangan udah janji mau dampingi, eh ternyata dia lagi keluar kota. Terpaksa cuma tanya-tanya sekedarnya, tentang Wireless-nya semen gresik.</p>
<p>Fyuh, 30 Juni kemarin adalah hari terakhir, dan saya menginjakkan kaki lagi di kota Malang yang sejuk pada tanggal 1 Juli 2010. Tapi sekarang saya bener-bener bingung, GIMANA INI LAPORAN PKL-NYA NTAR?!?!?!?!?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/pkl-di-semen-gresik-part-2-finish/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Ketenangan Hati Dibutuhkan</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 10:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Cara saya mencapai ketenangan hati
Fyuh, lagi rehat garap proyek web bersama tim sebentar, disempet-sempetin nulis post ah. Setidaknya ini lebih baik daripada mikir masalah yang gak kelar-kelar itu. Eh, tapi apa mending ngerjain naskah majalah aja ya? Ya sudahlah, sudah terlanjur buka notepad buat nulis post.
Hari ini ada yang bilang di twitter, kok isi tweet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Cara saya mencapai ketenangan hati</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-336" style="margin: 8px;" title="Candle Light" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/43-candle.jpg" alt="" width="200" height="150" />Fyuh, lagi rehat garap proyek web bersama tim sebentar, disempet-sempetin nulis post ah. Setidaknya ini lebih baik daripada mikir masalah yang gak kelar-kelar itu. Eh, tapi apa mending ngerjain naskah majalah aja ya? Ya sudahlah, sudah terlanjur buka notepad buat nulis post.</p>
<p>Hari ini ada yang bilang di twitter, kok isi tweet saya ngedumel melulu sih. Haha, maaf-maaf. Memang lagi gak enak hati nih. Dengan mepetnya deadline, gundahnya perasaan, panasnya gresik, ditambah lagi bosennya <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/" target="_blank">PKL</a>, apa-apa jadi bikin emosi. Untungnya saya kalo emosi cuma di hati dan dunia maya, nggak sampe berimbas ke sekitar. Tapi jadinya emang malah kepikiran sendiri. Dari kecil saya ini emang dasarnya kalo ada pikiran, lama hilangnya. Haha.</p>
<p>Ngomong-ngomong tentang emosi, bisa nyambung juga ke masalah ketenangan hati. Ya, ketenangan hati. Itu yang sedang saya butuhkan sekarang. Blog ini aja artinya adalah ketenangan Haqqi (HQ&#8217;s Serenity).<br />
<span id="more-335"></span><br />
Eh, ternyata hari ini tanggal 24 Juni 2010 ya. 24? Juni? Apa maksudnya? Rahasia, haha.</p>
<p>Dulu waktu jamannya masih suka keluar malem, masih sering latihan band malem, setiap ada rasa bosan atau ketidaktenangan hati, saya pasti naik motor, jalan ke tempat-tempat sepi, sambil ngelihat bintang-bintang di langit. Entah kenapa kalau ngelihat langit malam beserta bintang-bintangnya, saya jadi merasa lebih tenang. Dinginnya kota Malang bisa nambahin rasa tenang hati. Apalagi ditemani musik lewat earphone.</p>
<p>Biar tenang lagi, biasanya saya masuk kamar, pegang gitar, nyanyi-nyanyi sendiri. Lumayan lah buat mengalihkan perhatian dari masalah. Main lagu-lagu yang mellow-mellow, atau yang keras-keras kayak paramore. Pokoknya yang sampe lah nadanya kalo saya nyanyi. Buat yang gak bisa main gitar, bisa cuma denger-denger lagu aja. Pake headset, biar gak ada yang ganggu.</p>
<p>Bosen main gitar? Kadang-kadang ya juga ngegame. Tapi sudah lama nggak ada game yang bisa membuat saya bertahan lama untuk memainkannya. Bukan karena cepet tamatnya, tapi gara-gara cepet bosen. Haha. Akhirnya laptop saya ini isi game-nya cuma NDS aja. Itu pun jarang banget mainnya.</p>
<p>Apa lagi ya yang bisa bikin tenang?</p>
<p>Oia, bercerita. Sharing masalah ke orang lain. Meskipun orang itu gak tau masalahnya, bahkan gak ada urusannya sama sekali, lebih-lebih gak mungkin ngasih solusi, tetep aja ngerasa lebih tenang waktu udah cerita ke orang lain. Jadi inget, semalem habis bercerita sedikit tentang <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/ice-queen/" target="_blank">Ice Queen</a>, ke <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/12/sekedar-renungan-bagi-saia.html" target="_blank">seseorang dari masa lalu</a>. Nggak mungkin cerita semua sih, tapi lumayan lah bisa sedikit menenangkan hati. Biar adil, soalnya juga pernah cerita tentang seseorang itu ke Ice Queen. Hehe.</p>
<p>Tapi, setiap orang pasti punya cara sendiri-sendiri untuk mencapai ketenangan hati. Yang saya share di sini mungkin jauh berbeda dengan cara orang lain. Tapi, ya saya di sini cuma pingin share aja gimana cara menenangkan hati versi saya.</p>
<p>Masih ada banyak cara lain lagi sih. Yang salah satunya saya inginkan adalah, bersepeda motor, waktu cuaca sejuk, sambil bawa gitar, ke daerah-daerah yang masih kental dengan suasana alam. Siapa tahu selain bisa mencapai ketenangan, nambah inspirasi main musik. Karena itu kemarin saya ngotot beli gitar baru yang gampang dibawa-bawa. Supaya gak ribet waktu naik motor dan jalan-jalan. Semoga terwujud deh secepatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Entrepreneur di Bidang Teknologi Informasi. Susah?</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 07:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu mimpi saya
Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang kampus saya sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Salah satu mimpi saya</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-329" style="margin: 8px;" title="Be an Entrepreneur" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/42-entrepreneur.jpg" alt="" width="200" height="150" />Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang <a href="http://www.machung.ac.id" target="_blank">kampus saya</a> sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak menjamin, setiap manusia kan butuh makan. Setiap ada acara makan-makan, pasti lebih milih ke rumah makan atau manggil catering biar gak repot. Akhirnya, semakin berjayalah para entrepreneur bidang makanan. Tapi kalo nggak benar-benar punya skill masak, atau benar-benar bermodal untuk bayar tukang masak yang bagus, ya tetep aja repot.</p>
<p>Bidang lain yang cukup &#8220;berladang&#8221; saat ini adalah dunia Teknologi Informasi. Blogging, online shop, main-main di forum, online writer, dan sebagainya menjadi kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Buat yang mau benar-benar freelancer, bisa masuk ke <a href="http://www.getafreelancer.com" target="_blank">getafreelancer.com</a>. Buat yang mau jualan, juga banyak tempatnya. Yang mau produksi, bisa bikin theme atau program-program yang disebarin lewat internet. Cloud application berbasis servis juga semakin marak beredar.</p>
<p>Seberapa besar sih peluang sukses untuk berjuang di dunia Teknologi Informasi?<br />
<span id="more-328"></span><br />
Bisa dibilang sangat besar, bisa dibilang sangat kecil. Tergantung dimana Anda bermain, dan seberapa keras usaha Anda. Oke, saya akan lihat diri saya sendiri sebagai perbandingan. Saya bukan orang berduit. Juga bukan orang yang benar-benar ahli dalam hal tertentu. Bahasa Java? Pas-pasan. PHP? Apalagi. Bahasa yang lain malah belum nyoba.</p>
<p>Saya pernah mendengar opini dosen saya, yang lebih suka &#8220;bermain&#8221; di low level. Beliau berniat untuk melakukan sesuatu yang jarang dilakukan orang lain. Ya, beliau mengembangkan suatu bahasa pemrogramannya sendiri. Tanya kenapa? Ternyata salah satu alasan beliau adalah di bidang itu akan lebih mudah untuk bersinar, karena saingannya sedikit. Memang benar sih, ya karena pasarnya sendiri juga sedikit. Gak tau lagi deh.</p>
<p>Kalau pingin bermain di ranah yang lebih atas, sebut saja bikin software. Nah, software sendiri itu luas. Nggak ada orang <strong>biasa</strong> yang sebodoh-bodohnya mau ngembangin search engine tanpa ada dukungan kuat dari sebuah perusahaan. Siapa sekarang yang bisa menyaingi <a href="http://www.google.com" target="_blank">Google</a>? <a href="http://www.bing.com" target="_blank">Bing</a> aja yang notabene milik perusahaan besar Micr*soft susah payah mau ngejar. Jelas itu bukan pilihan yang baik.</p>
<p>Tunggu-tunggu, dari yang saya bahas secara singkat di atas, sudah jelas ada parameter penting untuk sukses di dunia IT. Yup, saingan. Dengan banyaknya saingan, akan semakin susah untuk bersinar, seperti kata dosen saya itu. Apalagi untuk main di level atas.</p>
<p>Mau main di dunia per-template-an website? Memang pasarnya besar. Banyak yang butuh website setiap harinya. Tapi, yang mengejar peluang ini juga banyak, dan nggak tanggung-tanggung. Banyak expert yang gila di luar sana. Lihat source code buatannya aja, gak kebayang gimana proses saya mengejar ilmunya. Sementara teknologi di dunia IT terus berkembang, saya mesti mengejar dengan beban yang lebih dari mereka. Bisa nggak ya?</p>
<p>Mau main di dunia sistem informasi? Lagi-lagi peluang yang sama besar, tapi juga banyak saingannya. Banyak yang menguasai seputar ilmu sistem informasi. Dengan dasar yang kurang kuat sebagai mahasiswa S1 ini, sulit rasanya ngejar software house yang sudah berpengalaman. Perjuangan yang berat.</p>
<p>Mau ikut kerja di software house orang? Itu sih namanya bukan entrepreneur. Akhirnya malah jadi kuli aja. Dengar cerita-cerita programmer yang kerja di orang lain, bilangnya mereka serasa jadi kuli. Hm, susah juga ya. Terus gimana?</p>
<p>Nah, saya sebagai mahasiswa Teknik Informatika juga pingin bikin usaha sendiri. Pinginnya setelah lulus bukan bekerja sama orang, tapi sudah mempekerjakan orang. Memang sih banyak saingan dan perlu perjuangan keras. Saya juga nggak mungkin cuma kerja sendiri. Tapi semua harus dimulai dari sekarang Untung ada beberapa teman yang mau diajak sama-sama kerja bakti di awal untuk merintis sebuah usaha di bidang Teknologi Informasi. Thanks buat <a href="http://mynocturne.co.cc/" target="_blank">Davied</a> dan <a href="http://arkross.co.cc/" target="_blank">Alex</a>. Mari kita lanjutkan perjuangan kita!!! Meski masih sebuah mimpi, tapi suatu saat pasti jadi kenyataan. Haha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita UAS Semester 6</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/cerita-uas-semester-6/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/cerita-uas-semester-6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 07:51:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Assignment]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Cerita tentang UAS semester ini
Nggak kerasa, saya sudah 6 semester kuliah di Universitas Ma Chung tercinta ini. Sejak tanggal 7 Juni 2010 kemarin, UAS untuk semester ini dimulai. Huft, padahal lagi PKL di Semen Gresik, jadinya cuti dulu deh. Sayang sekali, padahal lagi ada rapat besar buat bahas project ERP-nya. Tapi prodi ternyata sudah memahami, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Cerita tentang UAS semester ini</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-108" style="margin: 8px;" title="Book" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/01/10-launch.jpg" alt="" width="200" height="169" />Nggak kerasa, saya sudah 6 semester kuliah di <a href="http://www.machung.ac.id">Universitas Ma Chung</a> <del>tercinta</del> ini. Sejak tanggal 7 Juni 2010 kemarin, UAS untuk semester ini dimulai. Huft, padahal lagi <a href="#" target="_blank">PKL di Semen Gresik</a>, jadinya cuti dulu deh. Sayang sekali, padahal lagi ada rapat besar buat bahas project ERP-nya. Tapi prodi ternyata sudah memahami, makanya jadwal UAS untuk angkatan saya, karena banyak yang waktunya PKL.</p>
<p>Hm, bicara masalah jadwal, UAS semester ini benar-benar berbeda. Sebelum ngomong masalah jadwal, mending ngomong masalah motivasi deh. UAS semester ini, rasanya benar-benar nggak ada tantangannya. Saya nyantai banget buat hadapin UAS ini. Bayangin aja, UAS-nya hari senin, dimana hampir seluruh teman-teman saya bingung belajar mata kuliah yang mau diujikan, saya malah benar-benar nyantai. Mata kuliah pengolah citra yang benar-benar horor dari segi masa depan, saya malah nyantai. Benernya takut seh, tapi ya gimana gitu. Software buat belajar aja (MATLAB), baru saya install jam 11 malam harinya. Habis install, tentu saja tidur.<br />
<span id="more-314"></span><br />
Balik ke masalah jadwal. Sejak jadwal UAS pertama kali dipublish, saya catat ulang di note saya. Mata kuliah pertama, Perilaku Organisasi, saya catat mulainya jam 10. Hari H, paginya setelah baca-baca script MATLAB <del>teman saya</del>, saya ngeprint slide Perilaku Organisasi, karena emang open book. Jam 9 pas, saya dengan santainya berangkat ke kampus. Jam 9.20, saya menjejakkan kaki di lantai 3. Hm, biasanya menit-menit menjelang ujian, di depan kelas pasti rame, pada belajar semua. Tapi yang terjadi ternyata berbeda.</p>
<p>Begitu menjejakkan kaki di lantai 3, saya bingung. Kok sepi amay yak? Terus saya lihat <a href="#" target="_blank">teman (sekelas)</a> saya keluar dari ruang kelas. Deg, firasat buruk pertama. Saya berjalan mendekat. Dia sendiri kelihatan bingung, terus ngomong ke saya, &#8220;loh, kok gak ikut UAS?&#8221;. Deg, firasat buruk kedua. &#8220;Hah? UAS apa? Bukannya PO jam 10 yah?&#8221;, saya sendiri bingung. &#8220;Baru aja selesai&#8221;. Oh tidak, kaki saya langsung gemetaran. TERNYATA SAYA SALAH JADWAL!!!</p>
<p>Ada satu adik kelas saya yang ternyata salah jadwal juga. Saya ngintip ke dalam ruangan. Eh, ternyata yang jaga ujian kebetulan sekretaris prodi saya yang baik hati. Langsung saya kasih isyarat untuk keluar. &#8220;Mbak, saya salah jadwal. Masih bisa ikut nggak?&#8221;. Dengan sedikit negosiasi, untungnya bisa nyusul. Fyuh, getaran di kaki terasa mulai menghilang. Saya ngerjain ujian di ruang sekretaris. Alhamdulillah.</p>
<p>Ujian kedua, jam 1 siang, mata kuliah Pengolahan Citra. Ini yang mestinya menakutkan, tapi saya malah nggak belajar sama sekali. Sejak awal, emang nggak ada hasrat untuk serius. Nggak di mata kuliah ini aja, tapi hampir di semua mata kuliah. Entah apa yang terjadi dengan saya. Emang saya dasarnya malas sih, tapi kok jadi makin malas ya.</p>
<p>Akhirnya, hari pertama berjalan, dengan datar. Nggak ada rasa senang, rasa takut, rasa deg-degan, isinya cuma datar. Entah kenapa.</p>
<p>Hari kedua, lagi-lagi berjalan datar. Lagi-lagi sama sekali nggak belajar di hari sebelumnya. Belajar baru paginya aja. Ditambah lagi, karena malamnya ngerjain tugas <del>yang harusnya udah mulai dikerjain 2 minggu lalu</del>, saya cuma tidur 3 jam saja. Ngantuk banget. Menambah kedataran semuanya. Ya sudahlah, lewati saja semuanya sebagai syarat saja.</p>
<p>Malamnya, lagi-lagi saya tidur cuma beberapa jam saja. Sial juga. Di hari ketiga, <del>mungkin</del> karena kurang tidur, siangnya mulai terasa pusing. UAS terakhir hari itu berjalan cepat. Mulai jam 1, jam 2 sudah selesai. Kepala sudah pusing berat, eh di sms suruh jemput adik yang harusnya pulang jam setengah 4. Gak bisa nolak, akhirnya dengan segala rasa pusing, saya nunggu waktunya.</p>
<p>Sampe rumah, sudah nggak kuat lagi. Saya langsung naik ke kamar, selimutan, dan tidur. Tapi nggak bisa tidur. Kepala tambah pusing tak terkira. Sms-nya Ice Queen aja sampe gak saya bales. Malamnya tidur tapi serasa nggak tidur. Mimpi udah ngerjain sesuatu yang berat, luama, bangun-bangun eh ternyata masih jam sembilan. Mimpi lagi, rasanya luama, eh masih jam 11. Gitu terus sampe pagi. Badan saya adem panas juga. Dan seisi rumah nggak ada yang tahu kalau saya sakit, sampai paginya.</p>
<p>Paginya saya pindah ke kamar bawah, setelah deklarasi ke ortu kalo saya sakit. Untung ujian terakhir tinggal presentasi aja, 10 menit doank, dan mulainya jam 3 sore. Masih ada sedikit waktu untuk memulihkan kondisi. Di kampus untungnya nggak nunggu lama-lama buat jatah presentasi. Setelah presentasi, saya masih duduk-duduk di depan kelas, sambil nunggu si Ice Queen. Eh ternyata nggak keluar-keluar, daripada tambah parah, pulang aja deh.</p>
<p>Hari Jumat, sudah sedikit membaik. At least bisa nonton TV dan gitaran lagi. Ngelihatin layar HP juga udah nggak pusing.</p>
<p>Hari Sabtu, sudah dolan kemana-mana meski belum sembuh total. Paginya ada kopdar OSUM Leader yang tempatnya pindah-pindah. Siangnya berniat mampir ke rumahnya Ice Queen, tapi ternyata dia lagi keluar. Terpaksa nyantol di warnet gak jelas, hitung-hitung copy film untuk jatah waktu di Gresik. Malamnya, pusing saya tambah parah lagi, setelah diajak makan-makan sama sodara rame-rame.</p>
<p>Sekarang, waktu publish post ini, saya sudah ada di Semen Gresik, ngelanjutin PKL. Dan sekarang pula, kepala saya semakin pusing. Nggak adem panas sih, tapi pusing berat. Katanya <a href="http://mynocturne.co.cc/" target="_blank">Davied</a> mungkin aja demam berdarah. Ah, tapi saya males periksa ke dokter. Biar sembuh-sembuh sendiri aja deh. Amiiin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/cerita-uas-semester-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKL di Semen Gresik (Part 1)</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 16:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Saya benci panas
Seminggu kemarin, saya sudah menjalani ritual PKL (Praktek Kerja Lapangan). Kebetulan karena ada relasi, saya dapat jatah di PT Semen Gresik Tbk. Dari nama dan brand-nya aja sudah ketahuan kalo perusahaan ini urusannya sama semen. Eh, ini semen untuk bahan bangunan ya. Bukan &#8220;semen&#8221; yang biasa ada di itu-itu. Hehe.
Sesuai kontrak yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Saya benci panas</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-312" style="margin: 8px;" title="Logo Semen Gresik" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/38-pkl.jpg" alt="" width="200" height="200" />Seminggu kemarin, saya sudah menjalani <del>ritual</del> PKL (Praktek Kerja Lapangan). Kebetulan karena ada relasi, saya dapat jatah di PT Semen Gresik Tbk. Dari nama dan brand-nya aja sudah ketahuan kalo perusahaan ini urusannya sama semen. Eh, ini semen untuk bahan bangunan ya. Bukan &#8220;semen&#8221; yang biasa ada di itu-itu. Hehe.</p>
<p>Sesuai kontrak yang ada di suratnya, saya sama 3 orang teman harus menjalani proses PKL di sana selama 1 bulan, tertanggal 1 sampai 30 Juni 2010. Hah? Kok cuma satu bulan? Itu yang saya sendiri bingung. Padahal kalau perusahaan besar, biasanya bisa sampe 3-6 bulan PKL. Tapi di semen gresik, waktu tanya di bagian diklat, katanya memang &#8220;maksimal&#8221; 1 bulan. Lah, orang IT di perusahaan semen, cuma 1 bulan, memang bisa dapet apa? Sebenernya saya pingin PKL di bank atau software house aja. Tapi ya sudahlah, dijalani aja.<br />
<span id="more-311"></span><br />
Senin malam, 31 Mei 2010, setelah menyelesaikan seluruh urusan kuliah, kita berempat berangkat ke Gresik. Sebelumnya kita udah pastikan dapat satu kos-kosan, dengan biaya 500ribu satu bulan untuk 4 orang. Itu berarti 125ribu-an per orang. Lumayan murah lah. Kita dapat yang nggak terlalu jauh dari lokasi PKL, gedung utama Semen Gresik. Jalan 5 menit aja sudah sampai. Kosan dengan 2 kamar dan 1 ruang kumpul. Tanpa AC, kamar mandi luar, TV setengah rusak, dan exclude makan.</p>
<p>Gresik emang panas. Saya yang orang Malang, biasa dingin-dingin, benar-benar nggak betah. Untung di kantor ada AC. Hari pertama PKL, kita dikumpulkan di ruang diklat untuk dapat pengarahan. Saya pikir pengarahan apa, ternyata penjelasan mengenai profil Semen Gresik dan peraturan umum lainnya. Setelah itu, kita nyari pembimbing yang masih belum diketahui gimana orangnya. Ok, hari pertama cuma perkenalan aja terus balik ke kosan.</p>
<p>Di kosan, benar-benar seperti siksaan. Nggak ada AC, bahkan kipas angin. Tidur jadi susah soalnya kerasa sumuk banget. Belum lagi mati gaya gara-gara gak ada koneksi internet. Mau coding? Udah males duluan gara-gara panas. Tapi ya gimana lagi, udah konsekuensi.</p>
<p>Kita berempat ternyata ditempatkan di divisi jaringan sistem informasi. Yah, <del>sedikit</del> meleset dari keinginan saya. Saya nggak terlalu suka jaringan, dan lebih memilih ke dunia software. Untungnya pas pertama, ketemu kepala divisi yang ternyata lagi ngerjain project. Maunya sih, masa PKL kita berempat akan diperpanjang jadi 3 bulan, biar bisa ikutan ngerjain. Kebetulan project itu adalah project yang menarik buat saya, implementasi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Enterprise_resource_planning" target="_blank">ERP</a>.</p>
<p>Tapi ternyata, hari kedua, ketiga, dan keempat, berlalu dengan GJ. Nggak ada yang menarik untuk dilakukan karena yang ngurus ERP lagi keluar kota. Untung aja di hari kedua itu ada seminar oleh <a href="http://rahard.wordpress.com" target="_blank">Budi Rahardjo</a>, tentang security. Seminar yang cukup menarik juga. Hari ketiga, rasanya isinya cuma ngenet doank di kantor yang sangat dingin. Nggak ada yang terlalu special terjadi.</p>
<p>Di hari kelima, Jumat, cukup menarik juga. Ada sedikit wejangan kuliah gratis dari Pak Daniel. Beliau cerita tentang perjalanannya sampai sekarang bisa di semen gresik. Eh ternyata, IT di semen gresik cukup kompleks loh, terutama di masalah business-nya. Sekarang ini ternyata Semen Gresik sedang implementasi SAP, sebuah software ERP yang cukup besar. Dan ternyata, hampir semua pegawai divisi IT di semen gresik sudah melewati titik 10.000 jam. Artinya, mereka memang benar-benar orang yang ahli. Bahkan orang-orang IT di perusahaan lain pun malah berguru ke para pegawai semen gresik.</p>
<p>Habis mendengar kuliah singkat itu, saya semakin semangat untuk mengembangkan diri. Masih ada langit di atas langit. Saya yang seperti ini, yang cukup dianggap hebat di lingkungan saya, nggak ada apa-apanya waktu terjun di dunia. Server lotus aja, baru tahu waktu diceramahin kemarin. Ternyata ada sisi lain dari dunia IT, yang biasanya pake produk Microsoft, Adobe, Linux, atau hal-hal umum lainnya. Sayangnya Jumat itu saya mesti balik ke Malang dari siang. Jadinya setelah Jumatan nggak bisa lanjut cerita.</p>
<p>Yah, itu dulu lah cerita saya PKL di Semen Gresik. Kalo ada hal menarik lainnya pasti saya tulis post-nya. See ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
