<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HQ&#039;s Serenity</title>
	<atom:link href="http://fauzilhaqqi.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzilhaqqi.net</link>
	<description>Muhammad Fauzil Haqqi&#039;s Personal Blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 17:44:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Waktunya untuk Merenungkan Semuanya</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/waktunya-untuk-merenungkan-semuanya/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/waktunya-untuk-merenungkan-semuanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 17:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Saat bingung apa yang harus kau lakukan, renungkanlah apa yang sebenarnya kau inginkan
Kata-kata itu muncul begitu saja di otak saya, waktu saya naik motor sendirian, keliling kota menikmati indahnya malam. Yup, bagi saya ini memang salah satu obat untuk menenangkan hati yang cukup mujarab. Terkadang bisa sampai memunculkan inspirasi seperti kata-kata di atas itu, meski [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><b>Saat bingung apa yang harus kau lakukan, renungkanlah apa yang sebenarnya kau inginkan</b></span></p>
<p><img src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/43-candle.jpg" alt="" title="Candle Light" width="200" height="150" class="alignleft size-full wp-image-336" style="margin: 8px;" />Kata-kata itu muncul begitu saja di otak saya, waktu saya naik motor sendirian, keliling kota menikmati indahnya malam. Yup, bagi saya ini memang salah satu obat untuk <a href="http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/">menenangkan hati</a> yang cukup mujarab. Terkadang bisa sampai memunculkan inspirasi seperti kata-kata di atas itu, meski kadang kebanyakan kata-kata yang biasa muncul tiba-tiba itu kadang terlupakan. Haha. Ini memang bisa menenangkan hati, tapi nggak terlalu bisa menyelesaikan masalah.</p>
<p>Karena sesuatu hal, beberapa hari ini saya bingung apa yang mesti saya lakukan. Mau ngelakuin ini, rasanya bakal salah lagi. Mau ngelakuin itu, katanya juga nggak baik. Mau tanya apa kata hati, nggak terjawab. Alhasil saya hanya bisa mengalihkan kegiatan dari otak ke fisik. Mencoba sesedikit mungkin berpikir, dan memperbanyak pergerakan badan. Memang <i>nggak saya</i> banget sih, tapi ini adalah usaha saya untuk menenangkan pikiran dulu. Soalnya kalau pikiran nggak tenang, mau gimana-gimana ya masalah nggak bakal selesai.<br />
<span id="more-357"></span><br />
Sekarang, meski nggak bisa dibilang benar-benar tenang, tapi setidaknya ini lebih baik. Sekali lagi kata-kata di atas itu terngiang di kepala saya.</p>
<blockquote><p>Saat bingung apa yang harus kau lakukan, renungkanlah apa yang sebenarnya kau inginkan.</p></blockquote>
<p>Seperti lingkaran setan, ini nggak segampang kalau ngomong. Saya sudah benar-benar tahu apa yang saya inginkan, apa yang saya harapkan. Tapi saya benar-benar bingung apa yang harus saya lakukan. Sebab kalau saya mengikuti apa yang saya inginkan, yang terjadi adalah saya hanya akan melakukan kesalahan yang sama. Tapi kalau nggak mengikuti apa yang saya harapkan itu, saya jadi tersiksa sendiri.</p>
<p>Tapi tunggu dulu, jangan-jangan kebingungan ini datang karena memang saya nggak dengan jelas mendeskripsikan apa harapan saya ini. Jangan-jangan apa yang saya lakukan ini hanya lari dari masalah. Nggak tau lah.</p>
<p>Selama ini saya hanya mengandalkan pikiran sendiri kalau ada masalah. Jadi saya juga bergerak untuk mencoba menyelesaikannya sendiri. Tapi kemarin, saya coba minta pendapat ke orang lain. Pendapat itu ternyata cukup berbeda dengan apa yang saya pikirkan. Ini bertolak dari apa yang saya inginkan. Saya takut melakukannya. Memang sih apa yang saya lakukan dari jalan pikiran saya kemarin ternyata salah. Jadi saya coba untuk ikuti saran itu.</p>
<blockquote><p>Let it flow, adalah kata-kata yang kadang saya benci. Kata-kata itu kadang berarti, saya harus menyerah pada keadaan. Sebuah kondisi di mana saya hanya bisa diam menunggu apa yang terjadi.</p></blockquote>
<p>Apa yang saya lakukan sesuai saran itu? Saya coba menjauh dari sesuatu yang mengisi pikiran saya itu. Mencoba benar-benar mengalihkan fokus saya dengan kesibukan (fisik) yang lain. Meskipun, ternyata ini berdampak pada kehidupan sehari-hari saya, dan jadi meninggalkan beberapa kewajiban.</p>
<p>Tapi mau nggak mau cara itu harus saya lakukan juga. Soalnya sekarang saya benar-benar bingung harus bersikap seperti apa. Saya ngerasa apa yang akan saya lakukan hanya akan menjadi kesalahan saja. Bahkan saya takut apa yang disarankan orang lain itu juga salah. Dan sayangnya secara nggak sadar ini berefek ke orang di sekitar saya.</p>
<p>Mungkin saya butuh waktu untuk merenungkan ini semua. Saya butuh waktu untuk berpikir dengan tenang, mencari tahu lagi apa yang benar-benar saya inginkan dan harapkan. Mungkin dengan ini, saya bisa melakukan sesuatu yang benar-benar dari lubuk hati saya, tentunya dengan belajar dari kesalahan masa lalu.</p>
<p>Yup, beberapa hari ke depan saya akan offline sejenak. Bukan maksud saya untuk menjauh, menghilang, lari dari masalah, atau apalah. Saya berharap semoga dengan ini saya bisa berpikir lebih jernih dan bijak, jadi bisa tahu apa yang harus saya lakukan. Nggak peduli nantinya orang lain bakal bilang saya bodoh, terlalu baik, atau apalah. Yang penting saya melakukan apa yang ingin saya lakukan sesuai kata hati saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/waktunya-untuk-merenungkan-semuanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ice Queen &#8211; The End?</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 14:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah akhir dari cerita, cukup sedih sih, tapi bisa jadi pelajaran
Ya, judulnya memang &#8220;The End&#8221;, tapi ditambahi dengan tanda tanya. Apa maksudnya? Mungkin memang sudah berakhir, tapi saya sendiri bingung bagaimana mengakhirinya dengan baik dan indah. Dan saya juga nggak ngerti apa ini memang benar-benar berakhir, atau sebuah awal yang baru. Kalo memang akhir, ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Sebuah akhir dari cerita, cukup sedih sih, tapi bisa jadi pelajaran</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-50" title="Ice Queen" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/01/04-ice-queen.jpg" alt="" width="155" height="200" style="margin: 8px;" />Ya, judulnya memang &#8220;The End&#8221;, tapi ditambahi dengan tanda tanya. Apa maksudnya? Mungkin memang sudah berakhir, tapi saya sendiri bingung bagaimana mengakhirinya dengan baik dan indah. Dan saya juga nggak ngerti apa ini memang benar-benar berakhir, atau sebuah awal yang baru. Kalo memang akhir, ya akhir yang melenceng dari harapan sih, dengan &#8220;sedikit&#8221; rasa sakit di hati. Haha.</p>
<p>Mungkin memang benar kata seorang teman, terlalu dekat juga kadang nggak baik. Karena kedekatan itu, saya jadi tahu kalau dia sedang suka sama seseorang, dan sepertinya sudah jadian. Sayangnya saya nggak kenal siapa orang itu, tapi sepertinya mereka suka sama suka. Ya sudahlah, hak asasi setiap orang untuk mencintai orang lain. Dengan kondisi seperti ini, saya cuma bisa mendoakan bahwa pilihan dia itu yang terbaik, dan harus lebih baik dari saya, setidaknya untuk hatinya. Hm, ini sih balik lagi ke masalah <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/11/apa-itu-ikhlas.html" target="_blank">ikhlas</a> yang dulu pernah saya post.<br />
<span id="more-347"></span><br />
Bingung? Sangat.<br />
Sedih? Iya donk.<br />
Sakit? Pasti.<br />
Kecewa? Lumayan lah.<br />
Kesepian? Rasanya bakal gitu.<br />
Kehilangan? Nggak usah ditanya.<br />
Putus asa sampe bunuh diri? Ups, ya jangan lah. Hidup adalah anugerah dari Allah YME. Jangan disia-siakan hanya karena salah satu makhluk ciptaannya.</p>
<p>Fyuh, untungnya kalau sekarang saya lebih bisa mensyukuri hidup. Saya masih punya keluarga yang sayang sama saya, masih punya teman-teman yang dukung saya, masih punya <a href="http://mimicreative.net" target="_blank">mimicreative</a> yang jadi masa depan saya, masih punya band tempat meluapkan emosi, masih punya laptop tempat mengungkapkan semuanya, masih punya gitar teman bersenandung, dan saya masih punya impian yang panjang. Beda dengan yang dulu itu, waktu saya masih memikirkan diri sendiri saja.</p>
<p>Yang harus saya lakukan saat ini adalah ikhlas dan mengambil pelajaran dari semua yang sudah saya lewati. Yang baik ditingkatkan, yang buruk jangan diulangi lagi. Salah satu kebodohan terbesar saya adalah terlalu ingin tahu. Seperti kata seseorang, semakin ingin tahu, maka akan semakin nggak tahu apa-apa. Dan ternyata benar-benar terbukti. Meski saya nggak bener-bener ngerti maksud kata-kata itu apa.</p>
<p>Ngomong-ngomong ikhlas, jadi inget lagunya Bondan neh.</p>
<blockquote><p>Saat kau berharap, keramahan cinta&#8230; Tak pernah kau dapat, ya sudahlah&#8230;</p></blockquote>
<p>Yah, mungkin nantinya kita berdua bakal tetap dekat, entah dengan status apa. Yang pasti saya masih sayang dia.</p>
<p>Kalo udah gini, cuma bisa nyanyi ini neh.</p>
<blockquote><p>Beri sedikit waktu, biar cinta datang karena telah terbiasa&#8230; huwooo&#8230;</p></blockquote>
<p>Oke, berarti mungkin inilah post terakhir tentang <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/ice-queen/" target="_blank">Ice Queen</a>. Setelah ini, nggak akan ada lagi post dengan tag Ice Queen, gak ada lagi hashtag #theicy di twitter, gak ada lagi kangen-kangenan di plurk, apalagi status di FB yang semakin membosankan. Saya cuma bisa bilang terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya selama ini. Tapi kalo masih ada yang pingin bantu buat saya bisa lebih deket dengan Ice Queen, ya saya malah sangat berterima kasih. Sapa tahu masih bisa lanjut. Haha. Ya kita lihat ntar aja deh. Siapa tahu bisa membaik lagi.</p>
<p>Hidup baru sudah menunggu, saatnya melakukan pencarian lagi. Semoga ketemu yang lebih baik lagi. Hayok bangkit Haqqi!!! Semangat!!! Ayo, ayo, cewek-cewek cakep. Ada cowok jomblo keren neh. Hahaha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ice Queen, from My Point of View</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-from-my-point-of-view/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-from-my-point-of-view/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:08:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan membanding-bandingkan, tapi hanya sebuah proses adaptasi
Nggak usah bertele-tele lagi, ini memang tentang Ice Queen (icy), dan sedikit tentang dia yang dulu. Nggak terasa ya udah 1 tahun lebih kenal si icy. Pasti banyak yang bertanya-tanya, gimana sekarang? Udah deket? Gosipnya udah jadian ya? Hahaha. Emang manusia itu kalau urusan ngomong dan gosip pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Ini bukan membanding-bandingkan, tapi hanya sebuah proses adaptasi</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-50" style="margin: 8px;" title="Ice Queen" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/01/04-ice-queen.jpg" alt="" width="155" height="200" />Nggak usah bertele-tele lagi, ini memang tentang <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/ice-queen/" target="_blank">Ice Queen (icy)</a>, dan sedikit tentang <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/12/sekedar-renungan-bagi-saia.html" target="_blank">dia yang dulu</a>. Nggak terasa ya udah 1 tahun lebih kenal si icy. Pasti banyak yang bertanya-tanya, gimana sekarang? Udah deket? Gosipnya udah jadian ya? Hahaha. Emang manusia itu kalau urusan ngomong dan gosip pasti gak ada habisnya. Saya jawab deh. Ya, udah deket. Terlalu deket malahan. Gak percaya? Ya emang gak terlalu kelihatan sih kalo dari luar.</p>
<p>Saya tahu bagian hidupnya yang gak diketahui orang lain. Dari mana? Mata-matain? Nggak. Dia yang cerita sendiri kok. Hm, memang sih setiap cewek pasti punya sebuah rahasia besar dalam hidupnya. Dan ketika cewek itu mau bercerita, itu artinya dia sudah percaya kalo kita gak bakal besar mulut. Sama seperti dia-yang-dulu. Saya tahu tentang rahasia hidupnya, yang bahkan sahabatnya aja nggak tahu. Dan sampai sekarang, rahasia itu masih saya simpan dan nggak pernah ngasih tahu ke siapa-siapa.<br />
<span id="more-344"></span><br />
Tapi, yang namanya cewek itu emang ruwet. Ketika kita sudah tahu tentang rahasia hidupnya yang dirahasiakannya, malah muncul rasa takut untuk lebih dekat dengan kita. What&#8217;s the matter? Saya jadi bingung. Padahal ya mereka-mereka sendiri yang cerita loh. Toh saya ya juga tetep pegang rahasia itu.</p>
<p>Mereka akan bilang, &#8220;kamu sudah tahu hal yang orang lain gak tahu tentang aku, aku jadi ngerasa gimana gitu sama kamu&#8221;. Yeah, semakin membingungkan.</p>
<p>Ya.. mungkin karena mereka sadar kalau memang sifat dasar saya ini suka ingin tahu, mereka jadi takut untuk saya ketahui lebih dalam lagi. Whatever, saya nggak tahu gimana jalan pikiran cewek.</p>
<p>Dia-yang-dulu pernah bilang, kalo saya ini terlalu ingin tahu. Apa-apa yang terjadi sama dia, saya selalu ingin tahu. Katanya sih nggak enak gimana gitu rasanya. Jadi gak seru lah, jadi gak menarik lah, whatever. Oke, saya ngerti. Itu sebuah pelajaran buat saya untuk gak ngulangin lagi. Eh tapi, sama si icy ini kadang-kadang ya masih keluar juga rasa ingin tahu saya. Jadi kebanyakan tanya-tanya deh. Haha.</p>
<p>Tapi gimana-gimana juga, saya udah tahu cukup banyak tentang si icy. Tentang sifatnya, tentang gaya hidupnya, bahkan tentang rahasia masa lalunya. Sebagian memang tahu dari hasil investigasi ke teman-temannya. Dan saya rasa dia juga nggak tahu kalo saya tahu itu. Tapi sebagian juga, saya tahu karena memang saya sudah dekat dengan dia. Jadi dia tahu itu.</p>
<p>Semua cewek yang saya pernah kenal dekat (eh, cuma 2 dink), dasarnya emang menakutkan kalo lagi marah. Emosi tak terkendali, gak bisa berpikir jernih, sampai-sampai saya terkena imbasnya juga. Haha, it&#8217;s okay. As long as I love her, that&#8217;s won&#8217;t matter. Yang lebih saya takutkan adalah, kalo marahnya emang karena saya. Hehe. Gak usah pake jaim-jaiman segala, atau sok cool, saya ini emang lemah urusan gini. Gak bisa tahan lihat cewek yang marah, nangis, atau sedih. Apalagi kalo I love her.</p>
<p>Sekali lagi, saya bikin post ini bukan karena ingin membanding-bandingkan. Ini hanya sebuah proses adaptasi. Lha emang dasarnya udah beda, ngapain dibanding-bandingkan.</p>
<p>Si icy ini, emang bener-bener lemotz. Haha. Kadang waktu saya ngomong serius tentang sesuatu hal, selang beberapa saat saya tanya, &#8220;ngerti nggak maksudku tadi?&#8221;, eh dia jawab, &#8220;nggak mudeng&#8221;. Halah *tepok jidat*. Tapi ya lucu juga jadinya. Saya yang mikirnya macem-macem, eh ternyata dia menanggapi dengan polosnya. Saya pakai istilah apa, dia nggak ngerti juga. Haha. Kebalik dengan dia-yang-dulu, saya belum ngomong aja dia udah mikir macem-macem. Bahkan pake istilah-istilah dan berbagai tanda petik yang saya kadang nggak ngerti. Ribet emang nih. Benar-benar perlu adaptasi.</p>
<p>Lemotz-nya itu, kadang lucu, kadang juga bikin gregetan. Makanya, sms (short messaging service) yang notabene cuma 160 karakter bukan solusi yang baik untuk ngomongin suatu masalah. Udah lemotz, pake sms malah jadi gak jelas. Jadi menurut saya sih, mending ketemuan aja, atau at least telepon.</p>
<p>Satu lagi yang bikin gregetan, sifatnya yang emang pelupa. Malamnya sms-an tentang sesuatu, rada serius, atau sekedar cerita-cerita, begitu besoknya ditanya, eh udah lupa. Saya habis ngelakuin sesuatu, atau saya tanya dia beberapa hari yang lalu ngapain, eh dia bilang lupa. Beda banget sama dia yang dulu, yang hampir mengingat semua kegiatan yang kita lakuin bareng. Nggak cuma itu, sekedar obrolan yang saya anggep cuma obrolan aja dia inget. Saya yang malah lupa. Haha. Ya pasti masing-masing itu ada positif dan negatifnya lah. Nggak ada yang terbaik, karena memang beda.</p>
<p>Masih banyak lagi my point of view about her. Tapi jangan dibuka di sini semua lah. Haha. Sekarang waktunya merenung dulu ah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-from-my-point-of-view/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengemis dengan Amplop</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/mengemis-dengan-amplop/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/mengemis-dengan-amplop/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 06:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Piece of Cake]]></category>
		<category><![CDATA[Economy]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Meski nggak berpendidikan, manusia memang semakin pintar
Pengalaman ini baru untuk saya. Yah, notabene saya memang jarang sekali naik bus keluar kota. Karena saya PKL di semen gresik, dan sabtu minggu pasti pulang, jadi mau nggak mau ya mengalami ini. Sebenernya cerita ini nggak penting-penting banget sih, tapi lumayan lah buat iseng-iseng posting.
Ceritanya waktu saya pulang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Meski nggak berpendidikan, manusia memang semakin pintar</strong></span></p>
<p>Pengalaman ini baru untuk saya. Yah, notabene saya memang jarang sekali naik bus keluar kota. Karena saya <a href="http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/" target="_blank">PKL di semen gresik</a>, dan sabtu minggu pasti pulang, jadi mau nggak mau ya mengalami ini. Sebenernya cerita ini nggak penting-penting banget sih, tapi lumayan lah buat iseng-iseng posting.</p>
<p>Ceritanya waktu saya pulang dari Gresik ke Malang, lewat jalur Surabaya. Habis naek angkot, berikutnya naek bus kota dari osowilangun ke bungurasih. Di sinilah awal mula cerita itu.<br />
<span id="more-341"></span><br />
Setelah beberapa ratus meter perjalanan, ada seorang anak kecil tiba-tiba berdiri di bagian depan bus, menghadap ke penumpang. Dia bilang kalo lagi butuh bantuan. Nggak lama, dia jalan menyusuri lorong, ke setiap sang penumpang yang ada. Dia membagikan amplop dengan tulisan tangan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-342 aligncenter" title="Amplop" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/07/45-amplop.jpg" alt="" width="320" height="240" /></p>
<p>Mungkin nggak terlalu jelas karena kecil, tapi begini kata-katanya:</p>
<blockquote><p>Sebelumnya kami minta maaf kepada bapak ibu mas dan mbak. Kami mohon kepada para penumpang sekalian agar sudi kiranya mau membantu kami untuk menyisihkan sedikit rizki kepada kami untuk membantu adik kami yang masih sekolah dan membantu ibu kami yang lagi pusing memikirkan untuk membelikan susu buat adik kami yang masih kecil.</p></blockquote>
<p>Wah-wah, semakin beradab pula pengemis negeri ini ya. Dan lucunya, yang saya foto itu bukan kali pertama kali, tapi sudah ketiga kalinya saya nemuin hal serupa. Yang pertama dari seorang bapak-bapak, dengan amplop dan tulisan berbeda. Tapi tetep di bus yang sama, bus kota Damri jurusan bungurasih-osowilangun. Yang kedua, anak ABG. Isi kata-katanya persis seperti yang di atas. Yang ketiga, ya yang difoto itu, dibagikan oleh anak yang lebih kecil.</p>
<p>Nggak tahu apakah itu benar, atau cuma akal-akalan pengemis, saya sih kasih duit aja barang 1000 rupiah dengan niat shodaqoh.</p>
<p>Setelah beberapa lama, anak kecil itu ngambilin amplop-amplop yang sudah dibagi. Yang ada isinya ditaruh di tumpukan bawah di tangannya, yang gak ada isinya ditaruh di atas. Terlatih banget kelihatannya.</p>
<p>Coba pikir, seandainya setiap jam ada 4 bus kota keluar dari terminal, dia masuk ke 2 saja, dalam sehari ada 10 jam kerja, berarti 2&#215;10=20 bus dia kelilingi. Jika setiap bus paling nggak dapat 5rb, berarti 5rbx20=100rb dalam sehari. Anggap margin paling besar lah, 50rb. jadi antara 50rb-150rb. Sehari sudah dapat segitu. Itu kalau cuma dia sendiri yang keliling. Kalau ada keluarganya yang lain, sudah dapat berapa?</p>
<p>Duit segitu banyaknya kalau dikumpulkan mestinya bisa jadi modal usaha. Tapi nyatanya pengemis juga tetep aja banyak. Mau jadi apa negeri ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/mengemis-dengan-amplop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKL di Semen Gresik (Part 2 &#8211; Finish)</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/pkl-di-semen-gresik-part-2-finish/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/pkl-di-semen-gresik-part-2-finish/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 03:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Satu masa waktu yang cukup sia-sia
Post ini adalah lanjutan dari seri sebelumnya. Pinginnya sih bikin post lebih banyak lagi tentang masa menganggur di sana, tapi ternyata nggak jadi. Sebelumya saya cerita bahwa saya akan ikut dalam project SAP di semen gresik, tentunya dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama, SAP adalah software ERP yang cukup besar. Hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red&quot;"><strong>Satu masa waktu yang cukup sia-sia</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-312" style="margin: 8px;" title="Logo Semen Gresik" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/38-pkl.jpg" alt="" width="200" height="200" />Post ini adalah lanjutan dari <a href="http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/" target="_blank">seri sebelumnya</a>. Pinginnya sih bikin post lebih banyak lagi <del>tentang masa menganggur di sana</del>, tapi ternyata nggak jadi. Sebelumya saya cerita bahwa saya akan ikut dalam project SAP di semen gresik, tentunya dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama, SAP adalah software ERP yang cukup besar. Hanya dengan &#8220;bisa&#8221; saja menggunakan SAP itu, dan sedikit pembuatan modul, &#8220;harga&#8221; saya bisa menjadi cukup mahal. Kedua, dengan anggapan tanpa dasar, uang saku PKL di semen gresik rasanya cukup tinggi. Di pemikiran kami, at least 500rb lah. Kalo jadi 3 bulan, berarti kan bisa dapat 1,5 juta. Lumayan buat jajan. Pertimbangan ketiga, dengan banyak berinteraksi dengan senior-senior IT, pasti kemampuan saya bakal meningkat. Meski sedikit meleset dari apa yang ingin saya konsentrasikan. Yah, banyak lah pertimbangan lain yang membuat kami, terutama saya, memutuskan untuk perpanjangan PKL dengan join ke project ERP.</p>
<p>Eh tapi eh tapi, keputusan saya berubah.</p>
<p>Suatu ketika, seperti janji, saya diajak ke gedung project SAP oleh kabag sana. Karena gak ada kendaraan, kita bareng pak kabag, naek mobil dinasnya yang plat W. Oke, sampai di sana, saya dikenal-kenalkan ke tiap ruangan. Berasa artis aja neh. Tapi yang paling menjengkelkan, kita dikenalkan sambil beliau bilang, &#8220;ini loh, ada mahasisa <strong>ITS</strong> pingin belajar dan gabung di SAP&#8221;. Whuaat?? Ma Chung pak, kami dari <a href="http://www.machung.ac.id" target="_blank">Ma Chung</a>. Tapi ya tetep aja, setelah dikasih tahu ya bilangnya masih anak ITS. Ya sudahlah.<br />
<span id="more-339"></span><br />
Kita berempat dimasukkan ke suatu ruang rapat, di divisi control. Disuruh duduk dulu, sementara beliau bilang kalau mau ke Surabaya dulu. Wogh, okeh. Awalnya saya semangat, siapa tahu bisa nyerap ilmu di ruang rapat itu. Tapi&#8230;</p>
<p>Duduk di ruang rapat itu membosankan. Satu orang ngomong apa, saya nggak ngerti maksudnya. Orang yang lain menanggapi, tambah bingung lagi saya. Lha dari awal memang belum ada dasar SAP sama sekali, tiba-tiba langsung masuk implementasi yang notabene udah berjalan beberapa minggu. Celakanya, di sana saya gak bawa laptop. Kalau mau balik ke gedung utama, jaraknya <del>lumayan</del> jauh dan sanggup membuat kaki jadi keriting.</p>
<p>Intinya, hari itu serba gak jelas deh. Nganggur-nganggur gimana gitu. Untungnya waktu siang dikasih makan. Sorenya baru balik bareng mobil pak kabag lagi.</p>
<p>Ya, ketidakjelasan saya kalau masuk di project SAP itu salah satu pertimbangan yang mengubah keputusan saya. Pertimbangan kedua, gak terlalu penting sih. Tapi layak untuk diceritakan.</p>
<p>Waktu mau jumatan, saya ketemu teman saya SMA di pinggir jalan. Saya tanya dia darimana, eh katanya habis ngumpulin laporan PKL di semen gresik. Ternyata dia sudah lebih dulu PKL. Iseng-iseng saya tanya uang saku yang dikasih semen gresik. Dan dia jawab, &#8220;mek 100 ewu&#8221;. Whuuuaat!!! Lha ntar 3 bulan berarti cuma 300rb. Nyaris buang-buang waktu donk. Mesti belajar SAP dari nol, tapi secara finansial gak didukung. Weleh, mendingan di rumah ae nulis artikel majalah, bisa dapet lebih banyak. Bisa memanfaatkan waktu untuk belajar yang lain juga.</p>
<p>Hem, oke deh. Akhirnya kita semua ambil keputusan untuk nggak lanjut 3 bulan. Cukup 1 bulan saja, sesuai kesepakatan awal.</p>
<p>Karena nggak jadi join project SAP, apa yang kita lakukan?</p>
<p>Kita masuk kantor jam 8. Kita datang, ngucapin selamat pagi ke orang yang ada di kantor (kalo ketemu). Jalan ke tempat duduk, buka laptop, pasang charger, duduk nunggu booting, connect wifi, internetan. Jam 12 istirahat, cari makan, sholat, balik ke kantor jam 1. Di kantor duduk lagi, buka laptop lagi, internetan lagi, sampe pulang. So, apa yang kita lakukan? NGANGGUR JAYA!!</p>
<p>Ada banyak alasan kenapa kita nganggur. Yang pertama, jelas karena kita sendiri ngerasa males. Bukan cuma males sih, ada kerjaan pribadi juga yang mengharuskan duduk diam di depan laptop. Yang kedua, di sana memang masa-masa sibuk. Project SAP sedang gencar digarap. Jadi orang-orang kantor sering menghilang, sibuk sendiri. Lah kalo gini gimana mau tanya-tanya. Kalo waktu sibuk gini, jadi sungkan. Alhasil, ya itu. Kita gak dapat apa-apa.</p>
<p>Buat saya sih, nggak terlalu masalah. Karena saya jadi punya waktu untuk nyelesein artikel dan project <a href="http://mimicreative.net" target="_blank">Mimi Creative</a> yang pertama, <a href="http://gepukek.com" target="_blank">GEPUKEK.com</a>. Ada banyak hal yang bisa saya lakukan kalo saya punya waktu luang itu.</p>
<p>Hari demi hari berlalu seperti biasa. Datang, duduk, internetan, makan, internetan lagi, pulang. Sampe kosan, kalo gak capek ya lanjut kerja, capek ya tidur. Selesai. Itu aja yang kami lakukan sebulan ini, dari 1 Juni sampe 30 Juni 2010. Kita bener-bener gak dapat apa-apa. Padahal dosen pembimbing saya termasuk cukup strict soal laporan ini. Wah, kita baru gopoh beberapa hari terakhir. Padahal pembimbing lapangan udah janji mau dampingi, eh ternyata dia lagi keluar kota. Terpaksa cuma tanya-tanya sekedarnya, tentang Wireless-nya semen gresik.</p>
<p>Fyuh, 30 Juni kemarin adalah hari terakhir, dan saya menginjakkan kaki lagi di kota Malang yang sejuk pada tanggal 1 Juli 2010. Tapi sekarang saya bener-bener bingung, GIMANA INI LAPORAN PKL-NYA NTAR?!?!?!?!?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/pkl-di-semen-gresik-part-2-finish/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Ketenangan Hati Dibutuhkan</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 10:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Cara saya mencapai ketenangan hati
Fyuh, lagi rehat garap proyek web bersama tim sebentar, disempet-sempetin nulis post ah. Setidaknya ini lebih baik daripada mikir masalah yang gak kelar-kelar itu. Eh, tapi apa mending ngerjain naskah majalah aja ya? Ya sudahlah, sudah terlanjur buka notepad buat nulis post.
Hari ini ada yang bilang di twitter, kok isi tweet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Cara saya mencapai ketenangan hati</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-336" style="margin: 8px;" title="Candle Light" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/43-candle.jpg" alt="" width="200" height="150" />Fyuh, lagi rehat garap proyek web bersama tim sebentar, disempet-sempetin nulis post ah. Setidaknya ini lebih baik daripada mikir masalah yang gak kelar-kelar itu. Eh, tapi apa mending ngerjain naskah majalah aja ya? Ya sudahlah, sudah terlanjur buka notepad buat nulis post.</p>
<p>Hari ini ada yang bilang di twitter, kok isi tweet saya ngedumel melulu sih. Haha, maaf-maaf. Memang lagi gak enak hati nih. Dengan mepetnya deadline, gundahnya perasaan, panasnya gresik, ditambah lagi bosennya <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/" target="_blank">PKL</a>, apa-apa jadi bikin emosi. Untungnya saya kalo emosi cuma di hati dan dunia maya, nggak sampe berimbas ke sekitar. Tapi jadinya emang malah kepikiran sendiri. Dari kecil saya ini emang dasarnya kalo ada pikiran, lama hilangnya. Haha.</p>
<p>Ngomong-ngomong tentang emosi, bisa nyambung juga ke masalah ketenangan hati. Ya, ketenangan hati. Itu yang sedang saya butuhkan sekarang. Blog ini aja artinya adalah ketenangan Haqqi (HQ&#8217;s Serenity).<br />
<span id="more-335"></span><br />
Eh, ternyata hari ini tanggal 24 Juni 2010 ya. 24? Juni? Apa maksudnya? Rahasia, haha.</p>
<p>Dulu waktu jamannya masih suka keluar malem, masih sering latihan band malem, setiap ada rasa bosan atau ketidaktenangan hati, saya pasti naik motor, jalan ke tempat-tempat sepi, sambil ngelihat bintang-bintang di langit. Entah kenapa kalau ngelihat langit malam beserta bintang-bintangnya, saya jadi merasa lebih tenang. Dinginnya kota Malang bisa nambahin rasa tenang hati. Apalagi ditemani musik lewat earphone.</p>
<p>Biar tenang lagi, biasanya saya masuk kamar, pegang gitar, nyanyi-nyanyi sendiri. Lumayan lah buat mengalihkan perhatian dari masalah. Main lagu-lagu yang mellow-mellow, atau yang keras-keras kayak paramore. Pokoknya yang sampe lah nadanya kalo saya nyanyi. Buat yang gak bisa main gitar, bisa cuma denger-denger lagu aja. Pake headset, biar gak ada yang ganggu.</p>
<p>Bosen main gitar? Kadang-kadang ya juga ngegame. Tapi sudah lama nggak ada game yang bisa membuat saya bertahan lama untuk memainkannya. Bukan karena cepet tamatnya, tapi gara-gara cepet bosen. Haha. Akhirnya laptop saya ini isi game-nya cuma NDS aja. Itu pun jarang banget mainnya.</p>
<p>Apa lagi ya yang bisa bikin tenang?</p>
<p>Oia, bercerita. Sharing masalah ke orang lain. Meskipun orang itu gak tau masalahnya, bahkan gak ada urusannya sama sekali, lebih-lebih gak mungkin ngasih solusi, tetep aja ngerasa lebih tenang waktu udah cerita ke orang lain. Jadi inget, semalem habis bercerita sedikit tentang <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/ice-queen/" target="_blank">Ice Queen</a>, ke <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/12/sekedar-renungan-bagi-saia.html" target="_blank">seseorang dari masa lalu</a>. Nggak mungkin cerita semua sih, tapi lumayan lah bisa sedikit menenangkan hati. Biar adil, soalnya juga pernah cerita tentang seseorang itu ke Ice Queen. Hehe.</p>
<p>Tapi, setiap orang pasti punya cara sendiri-sendiri untuk mencapai ketenangan hati. Yang saya share di sini mungkin jauh berbeda dengan cara orang lain. Tapi, ya saya di sini cuma pingin share aja gimana cara menenangkan hati versi saya.</p>
<p>Masih ada banyak cara lain lagi sih. Yang salah satunya saya inginkan adalah, bersepeda motor, waktu cuaca sejuk, sambil bawa gitar, ke daerah-daerah yang masih kental dengan suasana alam. Siapa tahu selain bisa mencapai ketenangan, nambah inspirasi main musik. Karena itu kemarin saya ngotot beli gitar baru yang gampang dibawa-bawa. Supaya gak ribet waktu naik motor dan jalan-jalan. Semoga terwujud deh secepatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Entrepreneur di Bidang Teknologi Informasi. Susah?</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 07:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu mimpi saya
Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang kampus saya sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Salah satu mimpi saya</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-329" style="margin: 8px;" title="Be an Entrepreneur" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/42-entrepreneur.jpg" alt="" width="200" height="150" />Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang <a href="http://www.machung.ac.id" target="_blank">kampus saya</a> sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak menjamin, setiap manusia kan butuh makan. Setiap ada acara makan-makan, pasti lebih milih ke rumah makan atau manggil catering biar gak repot. Akhirnya, semakin berjayalah para entrepreneur bidang makanan. Tapi kalo nggak benar-benar punya skill masak, atau benar-benar bermodal untuk bayar tukang masak yang bagus, ya tetep aja repot.</p>
<p>Bidang lain yang cukup &#8220;berladang&#8221; saat ini adalah dunia Teknologi Informasi. Blogging, online shop, main-main di forum, online writer, dan sebagainya menjadi kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Buat yang mau benar-benar freelancer, bisa masuk ke <a href="http://www.getafreelancer.com" target="_blank">getafreelancer.com</a>. Buat yang mau jualan, juga banyak tempatnya. Yang mau produksi, bisa bikin theme atau program-program yang disebarin lewat internet. Cloud application berbasis servis juga semakin marak beredar.</p>
<p>Seberapa besar sih peluang sukses untuk berjuang di dunia Teknologi Informasi?<br />
<span id="more-328"></span><br />
Bisa dibilang sangat besar, bisa dibilang sangat kecil. Tergantung dimana Anda bermain, dan seberapa keras usaha Anda. Oke, saya akan lihat diri saya sendiri sebagai perbandingan. Saya bukan orang berduit. Juga bukan orang yang benar-benar ahli dalam hal tertentu. Bahasa Java? Pas-pasan. PHP? Apalagi. Bahasa yang lain malah belum nyoba.</p>
<p>Saya pernah mendengar opini dosen saya, yang lebih suka &#8220;bermain&#8221; di low level. Beliau berniat untuk melakukan sesuatu yang jarang dilakukan orang lain. Ya, beliau mengembangkan suatu bahasa pemrogramannya sendiri. Tanya kenapa? Ternyata salah satu alasan beliau adalah di bidang itu akan lebih mudah untuk bersinar, karena saingannya sedikit. Memang benar sih, ya karena pasarnya sendiri juga sedikit. Gak tau lagi deh.</p>
<p>Kalau pingin bermain di ranah yang lebih atas, sebut saja bikin software. Nah, software sendiri itu luas. Nggak ada orang <strong>biasa</strong> yang sebodoh-bodohnya mau ngembangin search engine tanpa ada dukungan kuat dari sebuah perusahaan. Siapa sekarang yang bisa menyaingi <a href="http://www.google.com" target="_blank">Google</a>? <a href="http://www.bing.com" target="_blank">Bing</a> aja yang notabene milik perusahaan besar Micr*soft susah payah mau ngejar. Jelas itu bukan pilihan yang baik.</p>
<p>Tunggu-tunggu, dari yang saya bahas secara singkat di atas, sudah jelas ada parameter penting untuk sukses di dunia IT. Yup, saingan. Dengan banyaknya saingan, akan semakin susah untuk bersinar, seperti kata dosen saya itu. Apalagi untuk main di level atas.</p>
<p>Mau main di dunia per-template-an website? Memang pasarnya besar. Banyak yang butuh website setiap harinya. Tapi, yang mengejar peluang ini juga banyak, dan nggak tanggung-tanggung. Banyak expert yang gila di luar sana. Lihat source code buatannya aja, gak kebayang gimana proses saya mengejar ilmunya. Sementara teknologi di dunia IT terus berkembang, saya mesti mengejar dengan beban yang lebih dari mereka. Bisa nggak ya?</p>
<p>Mau main di dunia sistem informasi? Lagi-lagi peluang yang sama besar, tapi juga banyak saingannya. Banyak yang menguasai seputar ilmu sistem informasi. Dengan dasar yang kurang kuat sebagai mahasiswa S1 ini, sulit rasanya ngejar software house yang sudah berpengalaman. Perjuangan yang berat.</p>
<p>Mau ikut kerja di software house orang? Itu sih namanya bukan entrepreneur. Akhirnya malah jadi kuli aja. Dengar cerita-cerita programmer yang kerja di orang lain, bilangnya mereka serasa jadi kuli. Hm, susah juga ya. Terus gimana?</p>
<p>Nah, saya sebagai mahasiswa Teknik Informatika juga pingin bikin usaha sendiri. Pinginnya setelah lulus bukan bekerja sama orang, tapi sudah mempekerjakan orang. Memang sih banyak saingan dan perlu perjuangan keras. Saya juga nggak mungkin cuma kerja sendiri. Tapi semua harus dimulai dari sekarang Untung ada beberapa teman yang mau diajak sama-sama kerja bakti di awal untuk merintis sebuah usaha di bidang Teknologi Informasi. Thanks buat <a href="http://mynocturne.co.cc/" target="_blank">Davied</a> dan <a href="http://arkross.co.cc/" target="_blank">Alex</a>. Mari kita lanjutkan perjuangan kita!!! Meski masih sebuah mimpi, tapi suatu saat pasti jadi kenyataan. Haha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Share Data Antara XAMPP Ubuntu dengan Windows</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/share-data-antara-xampp-ubuntu-dengan-windows/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/share-data-antara-xampp-ubuntu-dengan-windows/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 05:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Xampp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu masalah penting programmer
Jadi programmer itu merepotkan, memang. Jaman sekarang, yang namanya bisa multi-platform itu sesuatu yang hampir wajib. Nggak akan bisa hidup kalo makanan sehari-hari cuma Jendela aja, kecuali kalo emang mau kerja yang berurusan penuh sama produk dari pembuatnya itu. Tapi kalo secara umum, tetep aja harus bisa makai berbagai OS. Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Salah satu masalah penting programmer</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-263" style="margin: 8px;" title="Logo XAMPP" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/05/32-xampp.gif" alt="" width="200" height="59" />Jadi programmer itu merepotkan, memang. Jaman sekarang, yang namanya bisa multi-platform itu sesuatu yang hampir wajib. Nggak akan bisa hidup kalo makanan sehari-hari cuma Jendela aja, kecuali kalo emang mau kerja yang berurusan penuh sama produk dari pembuatnya itu. Tapi kalo secara umum, tetep aja harus bisa makai berbagai OS. Saya baru belajar linux, dan pingin beralih ke linux. Pilihan saya jatuh ke Ubuntu, karena selain memang banyak yang pakai, katanya sih juga gampang penggunaannya.</p>
<p>Tujuan utama saya pakai Ubuntu itu salah satunya untuk coding. Karena saya pakainya bahasa open source seperti <a href="http://java.sun.com" target="_blank">Java</a> dan PHP, jadinya pasti banyak tool untuk programming di OS Linux. Yang saya bahas di sini adalah masalah coding web, yaitu pake PHP. Untuk coding PHP, baik di Windows atau di Ubuntu, tool yang saya butuhkan adalah <a href="#" target="_blank">XAMPP</a> (bundle PHP dan MySQL) serta NetBeans IDE saja. Untuk browser dan sebagainya, jelas butuh juga lah.<br />
<span id="more-321"></span><br />
Nah, kendalanya muncul di situ. Saya masih nggak bisa full kerja di satu OS saja. Jadi meski sudah install Ubuntu, kadang-kadang masih juga terpaksa coding di Windows. Masalahnya sekarang, data yang digunakan itu harus sama supaya nggak harus copy-paste tiap ganti OS. Gimana caranya?</p>
<p>Sebelumnya saya sudah set custom folder untuk htdocs dan mysql untuk XAMPP Windows saya. Saya melakukannya persis seperti di <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/2010/06/memindahkan-data-htdocs-dan-mysql-pada-xampp-windows/" target="_blank">post saya sebelumnya</a>. Tantangannya sekarang adalah bagaimana supaya LAMPP (sebutan XAMPP untuk Linux) juga mengakses folder yang sama untuk htdocs dan data mysql-nya?</p>
<p>Awalnya saya ingin melakukannya dengan cara yang sama. Karena Ubuntu 10.04 memang support untuk akses drive NTFS, nggak masalah. Edit httpd.conf, saya tinggal ubah lokasi DocumentRoot dan Directory ke tempat drive saya di-mount, biasanya di /media/. Waktu saya coba restart dan akses, memang nggak ada masalah. Tapi kendala muncul waktu saya mau mengubah setting mysql.</p>
<p>Di file my.ini ternyata nggak ada baris untuk setting directory mysql. Setengah mati saya cari juga nggak ada di file lain. Googling nyari solusinya nggak nemu-nemu. Tapi untungnya dapat pencerahan dari <a href="http://jultech.wordpress.com/2007/04/21/shared-mysql-data-directories-for-linux-and-windows/" target="_blank">blog ini</a>.</p>
<p>Trik utamanya adalah membuat link dari lokasi asli ke host file yang ada di Windows. Ok, let say that lokasi di Windows sesuai default:</p>
<pre class="brush: plain; gutter: false;">
# lokasi file htdocs windows
C:\xampp\htdocs
# lokasi data mysql windows
C:\xampp\mysql\data
</pre>
<p>Dengan demikian, jika dalam Ubuntu atau Linux, tergantung label drive yang digunakan, folder tersebut akan dimount dan terletak pada:</p>
<pre class="brush: plain; gutter: false;">
# lokasi file htdocs windows pada ubuntu
/media/C/xampp/htdocs
# lokasi data mysql windows pada ubuntu
/media/C/xampp/mysql/data
</pre>
<p>Sedangkan untuk file asli LAMPP, Anda tidak perlu mengubah konfigurasinya. Ingat, jangan pernah melakukan perubahan apapun pada konfigurasi LAMPP seperti httpd.conf. Biarkan setting tersebut tetap seperti aslinya. Untuk lokasi data-data pada LAMPP terletak pada folder:</p>
<pre class="brush: plain; gutter: false;">
# lokasi file htdocs linux
/opt/lampp/htdocs
# lokasi data mysql linux
/opt/lampp/var/mysql
</pre>
<p>Terakhir, Anda tinggal membuat sebuah link yang menghubungkan folder LAMPP ke lokasi data Anda pada Windows. Namun pertama-tama, lebih baik Anda backup dulu folder yang ada.</p>
<pre class="brush: plain; gutter: false;">
# backup dan buat link untuk htdocs
~# sudo mv /opt/lampp/htdocs /opt/lampp/htdocs.bak
~# sudo ln -s /media/C/xampp/htdocs/ /opt/lampp/htdocs
# ^apache htdocs is linked
# backup dan buat link untuk data mysql
~# sudo mv /opt/lampp/var/mysql /opt/lampp/var/mysql.bak
~# sudo ln -s /media/C/xampp/mysql/data/ /opt/lampp/var/mysql
# ^mysql is linked
</pre>
<p>Yup, proses selesai. Sekedar catatan, untuk melakukan link folder ini, versi XAMPP yang digunakan sebaiknya sama. Saya pernah nyoba waktu di Windows pakai 1.7.3, di Linux pakai 1.7.3a, ternyata ada error. Nggak tahu kenapa. Anyway, silahkan mencoba. <img src='http://fauzilhaqqi.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/share-data-antara-xampp-ubuntu-dengan-windows/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memindahkan Data Htdocs dan MySQL pada XAMPP Windows</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/memindahkan-data-htdocs-dan-mysql-pada-xampp-windows/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/memindahkan-data-htdocs-dan-mysql-pada-xampp-windows/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 03:21:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Xampp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar trik yang sebenarnya bisa dipelajari sendiri
XAMPP adalah salah satu tool atau software yang sangat membantu sekali saat ingin membuat website secara lokal. Dalam XAMPP, sudah terdapat PHP Server, MySQL Server, beserta tool lainnya seperti PhpMyAdmin dan FileZilla. Ditambah lagi, XAMPP dapat didownload dan digunakan secara gratis. XAMPP untuk Windows secara default akan terinstall di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Sekedar trik yang sebenarnya bisa dipelajari sendiri</strong></span></p>
<p><img class="size-full wp-image-263 alignleft" style="margin: 8px;" title="Logo XAMPP" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/05/32-xampp.gif" alt="" width="200" height="59" /><a href="http://www.apachefriends.org/en/index.html" target="_blank">XAMPP</a> adalah salah satu tool atau software yang sangat membantu sekali saat ingin membuat website secara lokal. Dalam <a href="http://www.apachefriends.org/en/index.html" target="_blank">XAMPP</a>, sudah terdapat PHP Server, MySQL Server, beserta tool lainnya seperti PhpMyAdmin dan FileZilla. Ditambah lagi, <a href="http://www.apachefriends.org/en/index.html" target="_blank">XAMPP</a> dapat didownload dan digunakan secara gratis. XAMPP untuk Windows secara default akan terinstall di folder C:\xampp. Yup, itu adalah drive C yang sangat krusial. Sebenarnya Anda bisa saja menginstallnya di drive lain. Tapi saya, kalau memang program ya saya install di C.</p>
<p>Masalah muncul pada saat saya install ulang. Waktu itu saya mau jual laptop, otomatis seluruh file dalam harddisk mau saya pindah dulu. Drive D, E, F, dan G sudah selesai saya backup. Nah, saya lupa kalau seluruh file web yang saya develop juga ada di folder instalasi xampp. Karena sudah terbiasa nggak naruh data apapun di C, ya nggak terasa. Akibatnya, saya kehilangan seluruh data web saya dan baru ingat waktu mau install XAMPP di laptop yang baru. Oh tidak.<br />
<span id="more-316"></span><br />
Sebenarnya kebodohan saya bisa diatasi kalau saya pintar-pintar ngoprek konfigurasi dari dulu. Karena itu, meski ini trik sederhana, saya tetap pingin share untuk semuanya.</p>
<p>Data web dalam XAMPP secara default terletak di folder C:\xampp\htdocs. Sedangkan untuk data database-nya, terletak di folder C:\xampp\mysql\data. Kedua folder inilah yang sebenarnya amat sangat penting untuk tidak dimasukkan dalam drive C. Bagaimana memindahkannya?</p>
<p>Untuk htdocs, Anda bisa masuk ke folder c:\xampp\apache\conf\ lalu edit file httpd.conf dengan text editor seperti notepad++. Dalam file tersebut, search saja &#8220;htdocs&#8221;, lalu ganti dengan directory yang Anda inginkan. Ada 2 baris yang perlu diubah, yaitu baris DocumentRoot dan Directory. Sebaiknya sih, untuk data-data website seperti ini, jangan dimasukkan terlalu dalam ke subfolder. Taruh saja misalkan di D:\Website. Ini untuk memudahkan aksesnya saja. Sebaiknya juga Anda mengcopy seluruh isi dari htdocs lama ke folder baru Anda.</p>
<p>Setelah memindahkannya, restart XAMPP Anda lalu coba buka satu halaman dari browser. Jika pemindahan sukses, maka akan berhasil.</p>
<p>Untuk database MySQL-nya, data-data yang terletak di folder aslinya harus Anda copy terlebih dahulu. Misalkan Anda meletakkannya di D:\database. Untuk mengubah settingnya, Anda cukup mengedit file &#8220;my.ini&#8221; di folder c:\xampp\mysql\bin\. Cari seluruh baris yang mengandung string C:\xampp\mysql\data. Berdasarkan konfigurasi saya, yang perlu diubah itu adalah baris datadir, log_error, general_log_file, slow_query_log_file, innodb_data_home_dir, innodb_log_group_home_dir. Jangan lupa untuk tetap memperhatikan nama file yang digunakan.</p>
<p>Setelah itu, restart lagi XAMPP Anda. Coba buka phpmyadmin untuk melihat apakah pemindahan berjalan sukses.</p>
<p>Sekian tutorial sederhana dari saya. Semoga bermanfaat untuk semuanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/memindahkan-data-htdocs-dan-mysql-pada-xampp-windows/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita UAS Semester 6</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/cerita-uas-semester-6/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/cerita-uas-semester-6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 07:51:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Assignment]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Cerita tentang UAS semester ini
Nggak kerasa, saya sudah 6 semester kuliah di Universitas Ma Chung tercinta ini. Sejak tanggal 7 Juni 2010 kemarin, UAS untuk semester ini dimulai. Huft, padahal lagi PKL di Semen Gresik, jadinya cuti dulu deh. Sayang sekali, padahal lagi ada rapat besar buat bahas project ERP-nya. Tapi prodi ternyata sudah memahami, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Cerita tentang UAS semester ini</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-108" style="margin: 8px;" title="Book" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/01/10-launch.jpg" alt="" width="200" height="169" />Nggak kerasa, saya sudah 6 semester kuliah di <a href="http://www.machung.ac.id">Universitas Ma Chung</a> <del>tercinta</del> ini. Sejak tanggal 7 Juni 2010 kemarin, UAS untuk semester ini dimulai. Huft, padahal lagi <a href="#" target="_blank">PKL di Semen Gresik</a>, jadinya cuti dulu deh. Sayang sekali, padahal lagi ada rapat besar buat bahas project ERP-nya. Tapi prodi ternyata sudah memahami, makanya jadwal UAS untuk angkatan saya, karena banyak yang waktunya PKL.</p>
<p>Hm, bicara masalah jadwal, UAS semester ini benar-benar berbeda. Sebelum ngomong masalah jadwal, mending ngomong masalah motivasi deh. UAS semester ini, rasanya benar-benar nggak ada tantangannya. Saya nyantai banget buat hadapin UAS ini. Bayangin aja, UAS-nya hari senin, dimana hampir seluruh teman-teman saya bingung belajar mata kuliah yang mau diujikan, saya malah benar-benar nyantai. Mata kuliah pengolah citra yang benar-benar horor dari segi masa depan, saya malah nyantai. Benernya takut seh, tapi ya gimana gitu. Software buat belajar aja (MATLAB), baru saya install jam 11 malam harinya. Habis install, tentu saja tidur.<br />
<span id="more-314"></span><br />
Balik ke masalah jadwal. Sejak jadwal UAS pertama kali dipublish, saya catat ulang di note saya. Mata kuliah pertama, Perilaku Organisasi, saya catat mulainya jam 10. Hari H, paginya setelah baca-baca script MATLAB <del>teman saya</del>, saya ngeprint slide Perilaku Organisasi, karena emang open book. Jam 9 pas, saya dengan santainya berangkat ke kampus. Jam 9.20, saya menjejakkan kaki di lantai 3. Hm, biasanya menit-menit menjelang ujian, di depan kelas pasti rame, pada belajar semua. Tapi yang terjadi ternyata berbeda.</p>
<p>Begitu menjejakkan kaki di lantai 3, saya bingung. Kok sepi amay yak? Terus saya lihat <a href="#" target="_blank">teman (sekelas)</a> saya keluar dari ruang kelas. Deg, firasat buruk pertama. Saya berjalan mendekat. Dia sendiri kelihatan bingung, terus ngomong ke saya, &#8220;loh, kok gak ikut UAS?&#8221;. Deg, firasat buruk kedua. &#8220;Hah? UAS apa? Bukannya PO jam 10 yah?&#8221;, saya sendiri bingung. &#8220;Baru aja selesai&#8221;. Oh tidak, kaki saya langsung gemetaran. TERNYATA SAYA SALAH JADWAL!!!</p>
<p>Ada satu adik kelas saya yang ternyata salah jadwal juga. Saya ngintip ke dalam ruangan. Eh, ternyata yang jaga ujian kebetulan sekretaris prodi saya yang baik hati. Langsung saya kasih isyarat untuk keluar. &#8220;Mbak, saya salah jadwal. Masih bisa ikut nggak?&#8221;. Dengan sedikit negosiasi, untungnya bisa nyusul. Fyuh, getaran di kaki terasa mulai menghilang. Saya ngerjain ujian di ruang sekretaris. Alhamdulillah.</p>
<p>Ujian kedua, jam 1 siang, mata kuliah Pengolahan Citra. Ini yang mestinya menakutkan, tapi saya malah nggak belajar sama sekali. Sejak awal, emang nggak ada hasrat untuk serius. Nggak di mata kuliah ini aja, tapi hampir di semua mata kuliah. Entah apa yang terjadi dengan saya. Emang saya dasarnya malas sih, tapi kok jadi makin malas ya.</p>
<p>Akhirnya, hari pertama berjalan, dengan datar. Nggak ada rasa senang, rasa takut, rasa deg-degan, isinya cuma datar. Entah kenapa.</p>
<p>Hari kedua, lagi-lagi berjalan datar. Lagi-lagi sama sekali nggak belajar di hari sebelumnya. Belajar baru paginya aja. Ditambah lagi, karena malamnya ngerjain tugas <del>yang harusnya udah mulai dikerjain 2 minggu lalu</del>, saya cuma tidur 3 jam saja. Ngantuk banget. Menambah kedataran semuanya. Ya sudahlah, lewati saja semuanya sebagai syarat saja.</p>
<p>Malamnya, lagi-lagi saya tidur cuma beberapa jam saja. Sial juga. Di hari ketiga, <del>mungkin</del> karena kurang tidur, siangnya mulai terasa pusing. UAS terakhir hari itu berjalan cepat. Mulai jam 1, jam 2 sudah selesai. Kepala sudah pusing berat, eh di sms suruh jemput adik yang harusnya pulang jam setengah 4. Gak bisa nolak, akhirnya dengan segala rasa pusing, saya nunggu waktunya.</p>
<p>Sampe rumah, sudah nggak kuat lagi. Saya langsung naik ke kamar, selimutan, dan tidur. Tapi nggak bisa tidur. Kepala tambah pusing tak terkira. Sms-nya Ice Queen aja sampe gak saya bales. Malamnya tidur tapi serasa nggak tidur. Mimpi udah ngerjain sesuatu yang berat, luama, bangun-bangun eh ternyata masih jam sembilan. Mimpi lagi, rasanya luama, eh masih jam 11. Gitu terus sampe pagi. Badan saya adem panas juga. Dan seisi rumah nggak ada yang tahu kalau saya sakit, sampai paginya.</p>
<p>Paginya saya pindah ke kamar bawah, setelah deklarasi ke ortu kalo saya sakit. Untung ujian terakhir tinggal presentasi aja, 10 menit doank, dan mulainya jam 3 sore. Masih ada sedikit waktu untuk memulihkan kondisi. Di kampus untungnya nggak nunggu lama-lama buat jatah presentasi. Setelah presentasi, saya masih duduk-duduk di depan kelas, sambil nunggu si Ice Queen. Eh ternyata nggak keluar-keluar, daripada tambah parah, pulang aja deh.</p>
<p>Hari Jumat, sudah sedikit membaik. At least bisa nonton TV dan gitaran lagi. Ngelihatin layar HP juga udah nggak pusing.</p>
<p>Hari Sabtu, sudah dolan kemana-mana meski belum sembuh total. Paginya ada kopdar OSUM Leader yang tempatnya pindah-pindah. Siangnya berniat mampir ke rumahnya Ice Queen, tapi ternyata dia lagi keluar. Terpaksa nyantol di warnet gak jelas, hitung-hitung copy film untuk jatah waktu di Gresik. Malamnya, pusing saya tambah parah lagi, setelah diajak makan-makan sama sodara rame-rame.</p>
<p>Sekarang, waktu publish post ini, saya sudah ada di Semen Gresik, ngelanjutin PKL. Dan sekarang pula, kepala saya semakin pusing. Nggak adem panas sih, tapi pusing berat. Katanya <a href="http://mynocturne.co.cc/" target="_blank">Davied</a> mungkin aja demam berdarah. Ah, tapi saya males periksa ke dokter. Biar sembuh-sembuh sendiri aja deh. Amiiin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/cerita-uas-semester-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
