<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HQ&#039;s Serenity &#187; Dream</title>
	<atom:link href="http://fauzilhaqqi.net/tag/dream/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzilhaqqi.net</link>
	<description>Muhammad Fauzil Haqqi&#039;s Personal Blog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2010 02:55:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mbolang &#8211; Backpacker</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/mbolang-backpacker/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/mbolang-backpacker/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 08:23:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah mimpi untuk kenyataan masa depan
Menikmati alam, menjadi sebuah hal yang cukup memenangkan hati saya. Saya sering melakukan itu sendiri saja. Memandang langit malam penuh bintang pun, sudah memberikan rasa ketenangan tersendiri. Melihat hijaunya sawah di pedesaan pegunungan, memberikan kesejukan buat hati saya. Ya, itu semua ciptaan Allah Yang Maha Esa, yang harus kita syukuri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Sebuah mimpi untuk kenyataan masa depan</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-360" style="margin: 8px;" title="Backpacker" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/08/49-backpacker.jpg" alt="" width="200" height="226" />Menikmati alam, menjadi sebuah hal yang cukup <a href="http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/" target="_blank">memenangkan hati saya</a>. Saya sering melakukan itu sendiri saja. Memandang langit malam penuh bintang pun, sudah memberikan rasa ketenangan tersendiri. Melihat hijaunya sawah di pedesaan pegunungan, memberikan kesejukan buat hati saya. Ya, itu semua ciptaan Allah Yang Maha Esa, yang harus kita syukuri dan nikmati.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, tercetus keinginan kuat untuk bertualang. Yah, niat ini nggak muncul begitu saja sih, tentunya dengan trigger-trigger tertentu. Salah satu mimpi saya memang adalah keliling dunia. Tapi itu masih lama, setidaknya dalam waktu 3-5 tahun baru bisa terwujud. Tapi hasrat untuk bertualang kan nggak harus hanya keliling dunia yang membutuhkan banyak uang. Dengan sebuah tas punggung saja, saya pikir bisa bertualang juga, setidaknya untuk keliling Indonesia.</p>
<p>Awalnya dulu pingin keliling Indonesia dengan hanya modal sepeda motor saja. Tapi apa daya, karena alasan keamanan dan ketersediaan sepeda motor untuk keluarga, saya harus mengurungkan niat tersebut. Alternatif lain adalah dengan murni backpacker-an dan naik angkutan umum. Wah, tapi dipikir-pikir itu bakal mengeluarkan cost yang besar nih.<br />
<span id="more-359"></span><br />
Tapi, karakter saya yang sedikit demi sedikit berubah dari melankolis-plegmatis menjadi orang yang lebih suka bergaul, menemukan suatu solusi dan semakin memperkuat keinginan saya. Saya pikir, nggak perlu duit banyak, asal punya kenalan banyak temen di kota-kota lain, bisa jadi &#8220;penghemat&#8221; biaya bertualang. Hehe.</p>
<p>Alhasil, sekarang ini saya sedang mencoba untuk berhubungan lagi dengan semua orang yang saya kenal, yang lokasinya nggak di Malang. Tujuan utamanya ya untuk nyari shortcut penghemat biaya bertualang dan sumber informasi. Ya kalo kenalan itu nggak available, setidaknya bisa menjalin silaturrahmi lagi lah.</p>
<p>Meskipun mbolang, yang namanya perjalanan itu harus direncanakan sebaik mungkin, dan setepat mungkin. Jangan sampai terjadi salah arah, yang malah bikin ribet. Di post ini, saya mau nyoba merencanakan segala persiapan mbolang saya. Persiapan itu bisa menyangkut banyak hal, dari segi diri sendiri, biaya, peralatan, rute, waktu, dan sebagainya.</p>
<p>Dari segi <strong>waktu</strong>, saya plot ini bakal saya jalani waktu <strong>liburan semester depan</strong>. Kenapa? Mengingat bakal lamanya perjalanan mbolang ini, saya rasa nggak bisa melakukannya dalam waktu 2-4 hari saja. Nanggung lah. Apalagi dengan tujuan saya yang benar-benar pingin menikmati alam. Kemarin aja mbolang ke Bali selama 5 hari masih belum bisa dianggap cukup. Paling nggak, ini butuh waktu 2 minggu. Jadi, waktu yang paling memungkinkan adalah liburan semester depan.</p>
<p>Dari segi <strong>rute atau tujuan</strong>, saya masih belum yakin. Yang pasti, kalau ke barat, tujuan akhirnya ya Palembang, karena di sana ada sodara saya. Kalau ke timur, mungkin tujuan akhirnya adalah Makassar, karena saya punya banyak teman di sana, hasil dari <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2009/08/buku-harian-lc-05-vdms-pplh-puntondo.html" target="_blank">LC VDMS</a>. Untuk rute di antaranya, masih belum fix. Beberapa bayangan, ya ke tempat temen-temen yang ada di luar kota itu. Ada yang di Jogja, Semarang, Bandung, Bogor, dan sebagainya. Pastinya nanti mampir di setiap kota yang ada kenalannya, untuk menghabiskan waktu. Bisa jadi nanti juga nyari sodara-sodara jauh yang masih kenalannya bokap. Malah enak kalo gitu, memanfaatkan nama bokap. Haha. Setidaknya kan sekarang ada HP yang bisa memudahkan komunikasi kalau-kalau nyasar.</p>
<p>Dari segi <strong>peralatan</strong> atau apa yang harus saya bawa, setidaknya butuh satu tas punggung. Ya iyalah, namanya juga backpacker-an. Totalnya, mungkin cukup bawa 2 tas, satu punggung dan satu jinjing untuk segala peralatan termasuk baju dan sebagainya. Payung, wajib dibawa biar gak kehujanan. Peralatan mandi termasuk handuk, juga wajib dibawa. Ipod, mungkin penting untuk menemani kesendirian. Alat sholat, paling nggak sarung dan sajadah juga wajib, beserta kompas untuk menentukan arah kiblat. Kartu identitas juga penting. Jangan sampai niatnya bertualang, malah dianggep komplotan teroris. Haha. Lainnya, masih belum kepikir deh.</p>
<p>Dari segi <strong>biaya</strong>, ini nih yang mesti dipikir. Tapi ini juga baru bisa dihitung setelah rute perjalanan fix. Diasumsikan aja, naek bus dari Malang ke Surabaya aja kalo ekonomi masih butuh sekitar 10rb. Belum lagi untuk makan sehari-harinya. Untuk ojek dan angkot di kota, pasti keluar duit juga. Ini yang mesti dipikirin bener-bener deh, dan juga harus dipersiapkan. Mumpung masih ada waktu sekitar 5-6 bulan, harus kerja keras cari duit buat modal perjalanannya.</p>
<p>Perisapan <strong>fisik</strong>, tentu juga penting. Badan harus sehat dan kuat untuk jalan sejauh apapun. Ini berarti, mulai sekarang saya harus membiasakan olahraga lagi nih, biar gak gampang capek. Maklum, sejak masuk kuliah, nyaris nggak pernah olahraga lagi. Kesiapan hati juga penting, jangan sampai perjalanan ini akan menjadi penyesalan di masa depan.</p>
<p>Untuk <strong>teman perjalanan</strong>, sampai sekarang saya belum nemu, lagian juga belum koar-koar kalau pingin melakukan ini. Tapi, rasanya butuh deh setidaknya 1 temen yang punya banyak kenalan juga, biar bisa dapat &#8220;penghemat&#8221; tambahan. Hehe. Tapi juga jangan banyak-banyak, bisa repot nantinya kalau mau numpang tidur. Hehe.</p>
<p>Tentunya perjalanan ini akan membuat saya yang biasanya hanya duduk diam di depan laptop dengan jari-jari bergerak-gerak sendiri menjadi sosok yang berbeda. Dan tentunya, saya jadi harus rela berlama-lama meninggalkan dunia online. Keluarga, teman, dan orang-orang dekat saya juga harus saya tinggalkan sementara waktu. Melepaskan sementara dunia yang selama ini menjadi tempat saya, untuk memulai pengalaman baru. Yah, semoga mimpi ini bisa benar-benar terwujud. Setelah mimpi ini terwujud, giliran berikutnya adalah mencari kenalan-kenalan di luar negeri, untuk melakukan hal yang sama. Hehe. Ganbatte!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/mbolang-backpacker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ice Queen &#8211; The End?</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 14:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah akhir dari cerita, cukup sedih sih, tapi bisa jadi pelajaran
Ya, judulnya memang &#8220;The End&#8221;, tapi ditambahi dengan tanda tanya. Apa maksudnya? Mungkin memang sudah berakhir, tapi saya sendiri bingung bagaimana mengakhirinya dengan baik dan indah. Dan saya juga nggak ngerti apa ini memang benar-benar berakhir, atau sebuah awal yang baru. Kalo memang akhir, ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Sebuah akhir dari cerita, cukup sedih sih, tapi bisa jadi pelajaran</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-50" title="Ice Queen" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/01/04-ice-queen.jpg" alt="" width="155" height="200" style="margin: 8px;" />Ya, judulnya memang &#8220;The End&#8221;, tapi ditambahi dengan tanda tanya. Apa maksudnya? Mungkin memang sudah berakhir, tapi saya sendiri bingung bagaimana mengakhirinya dengan baik dan indah. Dan saya juga nggak ngerti apa ini memang benar-benar berakhir, atau sebuah awal yang baru. Kalo memang akhir, ya akhir yang melenceng dari harapan sih, dengan &#8220;sedikit&#8221; rasa sakit di hati. Haha.</p>
<p>Mungkin memang benar kata seorang teman, terlalu dekat juga kadang nggak baik. Karena kedekatan itu, saya jadi tahu kalau dia sedang suka sama seseorang, dan sepertinya sudah jadian. Sayangnya saya nggak kenal siapa orang itu, tapi sepertinya mereka suka sama suka. Ya sudahlah, hak asasi setiap orang untuk mencintai orang lain. Dengan kondisi seperti ini, saya cuma bisa mendoakan bahwa pilihan dia itu yang terbaik, dan harus lebih baik dari saya, setidaknya untuk hatinya. Hm, ini sih balik lagi ke masalah <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/11/apa-itu-ikhlas.html" target="_blank">ikhlas</a> yang dulu pernah saya post.<br />
<span id="more-347"></span><br />
Bingung? Sangat.<br />
Sedih? Iya donk.<br />
Sakit? Pasti.<br />
Kecewa? Lumayan lah.<br />
Kesepian? Rasanya bakal gitu.<br />
Kehilangan? Nggak usah ditanya.<br />
Putus asa sampe bunuh diri? Ups, ya jangan lah. Hidup adalah anugerah dari Allah YME. Jangan disia-siakan hanya karena salah satu makhluk ciptaannya.</p>
<p>Fyuh, untungnya kalau sekarang saya lebih bisa mensyukuri hidup. Saya masih punya keluarga yang sayang sama saya, masih punya teman-teman yang dukung saya, masih punya <a href="http://mimicreative.net" target="_blank">mimicreative</a> yang jadi masa depan saya, masih punya band tempat meluapkan emosi, masih punya laptop tempat mengungkapkan semuanya, masih punya gitar teman bersenandung, dan saya masih punya impian yang panjang. Beda dengan yang dulu itu, waktu saya masih memikirkan diri sendiri saja.</p>
<p>Yang harus saya lakukan saat ini adalah ikhlas dan mengambil pelajaran dari semua yang sudah saya lewati. Yang baik ditingkatkan, yang buruk jangan diulangi lagi. Salah satu kebodohan terbesar saya adalah terlalu ingin tahu. Seperti kata seseorang, semakin ingin tahu, maka akan semakin nggak tahu apa-apa. Dan ternyata benar-benar terbukti. Meski saya nggak bener-bener ngerti maksud kata-kata itu apa.</p>
<p>Ngomong-ngomong ikhlas, jadi inget lagunya Bondan neh.</p>
<blockquote><p>Saat kau berharap, keramahan cinta&#8230; Tak pernah kau dapat, ya sudahlah&#8230;</p></blockquote>
<p>Yah, mungkin nantinya kita berdua bakal tetap dekat, entah dengan status apa. Yang pasti saya masih sayang dia.</p>
<p>Kalo udah gini, cuma bisa nyanyi ini neh.</p>
<blockquote><p>Beri sedikit waktu, biar cinta datang karena telah terbiasa&#8230; huwooo&#8230;</p></blockquote>
<p>Oke, berarti mungkin inilah post terakhir tentang <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/ice-queen/" target="_blank">Ice Queen</a>. Setelah ini, nggak akan ada lagi post dengan tag Ice Queen, gak ada lagi hashtag #theicy di twitter, gak ada lagi kangen-kangenan di plurk, apalagi status di FB yang semakin membosankan. Saya cuma bisa bilang terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya selama ini. Tapi kalo masih ada yang pingin bantu buat saya bisa lebih deket dengan Ice Queen, ya saya malah sangat berterima kasih. Sapa tahu masih bisa lanjut. Haha. Ya kita lihat ntar aja deh. Siapa tahu bisa membaik lagi.</p>
<p>Hidup baru sudah menunggu, saatnya melakukan pencarian lagi. Semoga ketemu yang lebih baik lagi. Hayok bangkit Haqqi!!! Semangat!!! Ayo, ayo, cewek-cewek cakep. Ada cowok jomblo keren neh. Hahaha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ice Queen, from My Point of View</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-from-my-point-of-view/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-from-my-point-of-view/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:08:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan membanding-bandingkan, tapi hanya sebuah proses adaptasi
Nggak usah bertele-tele lagi, ini memang tentang Ice Queen (icy), dan sedikit tentang dia yang dulu. Nggak terasa ya udah 1 tahun lebih kenal si icy. Pasti banyak yang bertanya-tanya, gimana sekarang? Udah deket? Gosipnya udah jadian ya? Hahaha. Emang manusia itu kalau urusan ngomong dan gosip pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Ini bukan membanding-bandingkan, tapi hanya sebuah proses adaptasi</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-50" style="margin: 8px;" title="Ice Queen" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/01/04-ice-queen.jpg" alt="" width="155" height="200" />Nggak usah bertele-tele lagi, ini memang tentang <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/ice-queen/" target="_blank">Ice Queen (icy)</a>, dan sedikit tentang <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/12/sekedar-renungan-bagi-saia.html" target="_blank">dia yang dulu</a>. Nggak terasa ya udah 1 tahun lebih kenal si icy. Pasti banyak yang bertanya-tanya, gimana sekarang? Udah deket? Gosipnya udah jadian ya? Hahaha. Emang manusia itu kalau urusan ngomong dan gosip pasti gak ada habisnya. Saya jawab deh. Ya, udah deket. Terlalu deket malahan. Gak percaya? Ya emang gak terlalu kelihatan sih kalo dari luar.</p>
<p>Saya tahu bagian hidupnya yang gak diketahui orang lain. Dari mana? Mata-matain? Nggak. Dia yang cerita sendiri kok. Hm, memang sih setiap cewek pasti punya sebuah rahasia besar dalam hidupnya. Dan ketika cewek itu mau bercerita, itu artinya dia sudah percaya kalo kita gak bakal besar mulut. Sama seperti dia-yang-dulu. Saya tahu tentang rahasia hidupnya, yang bahkan sahabatnya aja nggak tahu. Dan sampai sekarang, rahasia itu masih saya simpan dan nggak pernah ngasih tahu ke siapa-siapa.<br />
<span id="more-344"></span><br />
Tapi, yang namanya cewek itu emang ruwet. Ketika kita sudah tahu tentang rahasia hidupnya yang dirahasiakannya, malah muncul rasa takut untuk lebih dekat dengan kita. What&#8217;s the matter? Saya jadi bingung. Padahal ya mereka-mereka sendiri yang cerita loh. Toh saya ya juga tetep pegang rahasia itu.</p>
<p>Mereka akan bilang, &#8220;kamu sudah tahu hal yang orang lain gak tahu tentang aku, aku jadi ngerasa gimana gitu sama kamu&#8221;. Yeah, semakin membingungkan.</p>
<p>Ya.. mungkin karena mereka sadar kalau memang sifat dasar saya ini suka ingin tahu, mereka jadi takut untuk saya ketahui lebih dalam lagi. Whatever, saya nggak tahu gimana jalan pikiran cewek.</p>
<p>Dia-yang-dulu pernah bilang, kalo saya ini terlalu ingin tahu. Apa-apa yang terjadi sama dia, saya selalu ingin tahu. Katanya sih nggak enak gimana gitu rasanya. Jadi gak seru lah, jadi gak menarik lah, whatever. Oke, saya ngerti. Itu sebuah pelajaran buat saya untuk gak ngulangin lagi. Eh tapi, sama si icy ini kadang-kadang ya masih keluar juga rasa ingin tahu saya. Jadi kebanyakan tanya-tanya deh. Haha.</p>
<p>Tapi gimana-gimana juga, saya udah tahu cukup banyak tentang si icy. Tentang sifatnya, tentang gaya hidupnya, bahkan tentang rahasia masa lalunya. Sebagian memang tahu dari hasil investigasi ke teman-temannya. Dan saya rasa dia juga nggak tahu kalo saya tahu itu. Tapi sebagian juga, saya tahu karena memang saya sudah dekat dengan dia. Jadi dia tahu itu.</p>
<p>Semua cewek yang saya pernah kenal dekat (eh, cuma 2 dink), dasarnya emang menakutkan kalo lagi marah. Emosi tak terkendali, gak bisa berpikir jernih, sampai-sampai saya terkena imbasnya juga. Haha, it&#8217;s okay. As long as I love her, that&#8217;s won&#8217;t matter. Yang lebih saya takutkan adalah, kalo marahnya emang karena saya. Hehe. Gak usah pake jaim-jaiman segala, atau sok cool, saya ini emang lemah urusan gini. Gak bisa tahan lihat cewek yang marah, nangis, atau sedih. Apalagi kalo I love her.</p>
<p>Sekali lagi, saya bikin post ini bukan karena ingin membanding-bandingkan. Ini hanya sebuah proses adaptasi. Lha emang dasarnya udah beda, ngapain dibanding-bandingkan.</p>
<p>Si icy ini, emang bener-bener lemotz. Haha. Kadang waktu saya ngomong serius tentang sesuatu hal, selang beberapa saat saya tanya, &#8220;ngerti nggak maksudku tadi?&#8221;, eh dia jawab, &#8220;nggak mudeng&#8221;. Halah *tepok jidat*. Tapi ya lucu juga jadinya. Saya yang mikirnya macem-macem, eh ternyata dia menanggapi dengan polosnya. Saya pakai istilah apa, dia nggak ngerti juga. Haha. Kebalik dengan dia-yang-dulu, saya belum ngomong aja dia udah mikir macem-macem. Bahkan pake istilah-istilah dan berbagai tanda petik yang saya kadang nggak ngerti. Ribet emang nih. Benar-benar perlu adaptasi.</p>
<p>Lemotz-nya itu, kadang lucu, kadang juga bikin gregetan. Makanya, sms (short messaging service) yang notabene cuma 160 karakter bukan solusi yang baik untuk ngomongin suatu masalah. Udah lemotz, pake sms malah jadi gak jelas. Jadi menurut saya sih, mending ketemuan aja, atau at least telepon.</p>
<p>Satu lagi yang bikin gregetan, sifatnya yang emang pelupa. Malamnya sms-an tentang sesuatu, rada serius, atau sekedar cerita-cerita, begitu besoknya ditanya, eh udah lupa. Saya habis ngelakuin sesuatu, atau saya tanya dia beberapa hari yang lalu ngapain, eh dia bilang lupa. Beda banget sama dia yang dulu, yang hampir mengingat semua kegiatan yang kita lakuin bareng. Nggak cuma itu, sekedar obrolan yang saya anggep cuma obrolan aja dia inget. Saya yang malah lupa. Haha. Ya pasti masing-masing itu ada positif dan negatifnya lah. Nggak ada yang terbaik, karena memang beda.</p>
<p>Masih banyak lagi my point of view about her. Tapi jangan dibuka di sini semua lah. Haha. Sekarang waktunya merenung dulu ah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-from-my-point-of-view/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Ketenangan Hati Dibutuhkan</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 10:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Cara saya mencapai ketenangan hati
Fyuh, lagi rehat garap proyek web bersama tim sebentar, disempet-sempetin nulis post ah. Setidaknya ini lebih baik daripada mikir masalah yang gak kelar-kelar itu. Eh, tapi apa mending ngerjain naskah majalah aja ya? Ya sudahlah, sudah terlanjur buka notepad buat nulis post.
Hari ini ada yang bilang di twitter, kok isi tweet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Cara saya mencapai ketenangan hati</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-336" style="margin: 8px;" title="Candle Light" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/43-candle.jpg" alt="" width="200" height="150" />Fyuh, lagi rehat garap proyek web bersama tim sebentar, disempet-sempetin nulis post ah. Setidaknya ini lebih baik daripada mikir masalah yang gak kelar-kelar itu. Eh, tapi apa mending ngerjain naskah majalah aja ya? Ya sudahlah, sudah terlanjur buka notepad buat nulis post.</p>
<p>Hari ini ada yang bilang di twitter, kok isi tweet saya ngedumel melulu sih. Haha, maaf-maaf. Memang lagi gak enak hati nih. Dengan mepetnya deadline, gundahnya perasaan, panasnya gresik, ditambah lagi bosennya <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/" target="_blank">PKL</a>, apa-apa jadi bikin emosi. Untungnya saya kalo emosi cuma di hati dan dunia maya, nggak sampe berimbas ke sekitar. Tapi jadinya emang malah kepikiran sendiri. Dari kecil saya ini emang dasarnya kalo ada pikiran, lama hilangnya. Haha.</p>
<p>Ngomong-ngomong tentang emosi, bisa nyambung juga ke masalah ketenangan hati. Ya, ketenangan hati. Itu yang sedang saya butuhkan sekarang. Blog ini aja artinya adalah ketenangan Haqqi (HQ&#8217;s Serenity).<br />
<span id="more-335"></span><br />
Eh, ternyata hari ini tanggal 24 Juni 2010 ya. 24? Juni? Apa maksudnya? Rahasia, haha.</p>
<p>Dulu waktu jamannya masih suka keluar malem, masih sering latihan band malem, setiap ada rasa bosan atau ketidaktenangan hati, saya pasti naik motor, jalan ke tempat-tempat sepi, sambil ngelihat bintang-bintang di langit. Entah kenapa kalau ngelihat langit malam beserta bintang-bintangnya, saya jadi merasa lebih tenang. Dinginnya kota Malang bisa nambahin rasa tenang hati. Apalagi ditemani musik lewat earphone.</p>
<p>Biar tenang lagi, biasanya saya masuk kamar, pegang gitar, nyanyi-nyanyi sendiri. Lumayan lah buat mengalihkan perhatian dari masalah. Main lagu-lagu yang mellow-mellow, atau yang keras-keras kayak paramore. Pokoknya yang sampe lah nadanya kalo saya nyanyi. Buat yang gak bisa main gitar, bisa cuma denger-denger lagu aja. Pake headset, biar gak ada yang ganggu.</p>
<p>Bosen main gitar? Kadang-kadang ya juga ngegame. Tapi sudah lama nggak ada game yang bisa membuat saya bertahan lama untuk memainkannya. Bukan karena cepet tamatnya, tapi gara-gara cepet bosen. Haha. Akhirnya laptop saya ini isi game-nya cuma NDS aja. Itu pun jarang banget mainnya.</p>
<p>Apa lagi ya yang bisa bikin tenang?</p>
<p>Oia, bercerita. Sharing masalah ke orang lain. Meskipun orang itu gak tau masalahnya, bahkan gak ada urusannya sama sekali, lebih-lebih gak mungkin ngasih solusi, tetep aja ngerasa lebih tenang waktu udah cerita ke orang lain. Jadi inget, semalem habis bercerita sedikit tentang <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/ice-queen/" target="_blank">Ice Queen</a>, ke <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/12/sekedar-renungan-bagi-saia.html" target="_blank">seseorang dari masa lalu</a>. Nggak mungkin cerita semua sih, tapi lumayan lah bisa sedikit menenangkan hati. Biar adil, soalnya juga pernah cerita tentang seseorang itu ke Ice Queen. Hehe.</p>
<p>Tapi, setiap orang pasti punya cara sendiri-sendiri untuk mencapai ketenangan hati. Yang saya share di sini mungkin jauh berbeda dengan cara orang lain. Tapi, ya saya di sini cuma pingin share aja gimana cara menenangkan hati versi saya.</p>
<p>Masih ada banyak cara lain lagi sih. Yang salah satunya saya inginkan adalah, bersepeda motor, waktu cuaca sejuk, sambil bawa gitar, ke daerah-daerah yang masih kental dengan suasana alam. Siapa tahu selain bisa mencapai ketenangan, nambah inspirasi main musik. Karena itu kemarin saya ngotot beli gitar baru yang gampang dibawa-bawa. Supaya gak ribet waktu naik motor dan jalan-jalan. Semoga terwujud deh secepatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Entrepreneur di Bidang Teknologi Informasi. Susah?</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 07:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu mimpi saya
Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang kampus saya sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Salah satu mimpi saya</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-329" style="margin: 8px;" title="Be an Entrepreneur" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/42-entrepreneur.jpg" alt="" width="200" height="150" />Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang <a href="http://www.machung.ac.id" target="_blank">kampus saya</a> sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak menjamin, setiap manusia kan butuh makan. Setiap ada acara makan-makan, pasti lebih milih ke rumah makan atau manggil catering biar gak repot. Akhirnya, semakin berjayalah para entrepreneur bidang makanan. Tapi kalo nggak benar-benar punya skill masak, atau benar-benar bermodal untuk bayar tukang masak yang bagus, ya tetep aja repot.</p>
<p>Bidang lain yang cukup &#8220;berladang&#8221; saat ini adalah dunia Teknologi Informasi. Blogging, online shop, main-main di forum, online writer, dan sebagainya menjadi kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Buat yang mau benar-benar freelancer, bisa masuk ke <a href="http://www.getafreelancer.com" target="_blank">getafreelancer.com</a>. Buat yang mau jualan, juga banyak tempatnya. Yang mau produksi, bisa bikin theme atau program-program yang disebarin lewat internet. Cloud application berbasis servis juga semakin marak beredar.</p>
<p>Seberapa besar sih peluang sukses untuk berjuang di dunia Teknologi Informasi?<br />
<span id="more-328"></span><br />
Bisa dibilang sangat besar, bisa dibilang sangat kecil. Tergantung dimana Anda bermain, dan seberapa keras usaha Anda. Oke, saya akan lihat diri saya sendiri sebagai perbandingan. Saya bukan orang berduit. Juga bukan orang yang benar-benar ahli dalam hal tertentu. Bahasa Java? Pas-pasan. PHP? Apalagi. Bahasa yang lain malah belum nyoba.</p>
<p>Saya pernah mendengar opini dosen saya, yang lebih suka &#8220;bermain&#8221; di low level. Beliau berniat untuk melakukan sesuatu yang jarang dilakukan orang lain. Ya, beliau mengembangkan suatu bahasa pemrogramannya sendiri. Tanya kenapa? Ternyata salah satu alasan beliau adalah di bidang itu akan lebih mudah untuk bersinar, karena saingannya sedikit. Memang benar sih, ya karena pasarnya sendiri juga sedikit. Gak tau lagi deh.</p>
<p>Kalau pingin bermain di ranah yang lebih atas, sebut saja bikin software. Nah, software sendiri itu luas. Nggak ada orang <strong>biasa</strong> yang sebodoh-bodohnya mau ngembangin search engine tanpa ada dukungan kuat dari sebuah perusahaan. Siapa sekarang yang bisa menyaingi <a href="http://www.google.com" target="_blank">Google</a>? <a href="http://www.bing.com" target="_blank">Bing</a> aja yang notabene milik perusahaan besar Micr*soft susah payah mau ngejar. Jelas itu bukan pilihan yang baik.</p>
<p>Tunggu-tunggu, dari yang saya bahas secara singkat di atas, sudah jelas ada parameter penting untuk sukses di dunia IT. Yup, saingan. Dengan banyaknya saingan, akan semakin susah untuk bersinar, seperti kata dosen saya itu. Apalagi untuk main di level atas.</p>
<p>Mau main di dunia per-template-an website? Memang pasarnya besar. Banyak yang butuh website setiap harinya. Tapi, yang mengejar peluang ini juga banyak, dan nggak tanggung-tanggung. Banyak expert yang gila di luar sana. Lihat source code buatannya aja, gak kebayang gimana proses saya mengejar ilmunya. Sementara teknologi di dunia IT terus berkembang, saya mesti mengejar dengan beban yang lebih dari mereka. Bisa nggak ya?</p>
<p>Mau main di dunia sistem informasi? Lagi-lagi peluang yang sama besar, tapi juga banyak saingannya. Banyak yang menguasai seputar ilmu sistem informasi. Dengan dasar yang kurang kuat sebagai mahasiswa S1 ini, sulit rasanya ngejar software house yang sudah berpengalaman. Perjuangan yang berat.</p>
<p>Mau ikut kerja di software house orang? Itu sih namanya bukan entrepreneur. Akhirnya malah jadi kuli aja. Dengar cerita-cerita programmer yang kerja di orang lain, bilangnya mereka serasa jadi kuli. Hm, susah juga ya. Terus gimana?</p>
<p>Nah, saya sebagai mahasiswa Teknik Informatika juga pingin bikin usaha sendiri. Pinginnya setelah lulus bukan bekerja sama orang, tapi sudah mempekerjakan orang. Memang sih banyak saingan dan perlu perjuangan keras. Saya juga nggak mungkin cuma kerja sendiri. Tapi semua harus dimulai dari sekarang Untung ada beberapa teman yang mau diajak sama-sama kerja bakti di awal untuk merintis sebuah usaha di bidang Teknologi Informasi. Thanks buat <a href="http://mynocturne.co.cc/" target="_blank">Davied</a> dan <a href="http://arkross.co.cc/" target="_blank">Alex</a>. Mari kita lanjutkan perjuangan kita!!! Meski masih sebuah mimpi, tapi suatu saat pasti jadi kenyataan. Haha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketakutan Saya</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketakutan-saya/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketakutan-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 10:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Ketakutan dari ketidaktahuan &#8211; hanya suara hati yang nggak penting
Semakin hari, semakin menakutkan. Ketakutan yang terbesar bagi saya adalah dari ketidaktahuan. Masa depan itu nggak ada yang tahu. Berarti masa depan juga menakutkan bagi saya. Tapi it&#8217;s okay lah. Ketakutan saya saat ini bertambah. Di saat semua berpikir dan menganggap bahwa yang terjadi semakin baik, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Ketakutan dari ketidaktahuan &#8211; hanya suara hati yang nggak penting</strong></span></p>
<p><a href="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/37-afraid.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-305" style="margin: 8px;" title="Scared" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/37-afraid.jpg" alt="" width="180" height="254" /></a>Semakin hari, semakin menakutkan. Ketakutan yang terbesar bagi saya adalah dari ketidaktahuan. Masa depan itu nggak ada yang tahu. Berarti masa depan juga menakutkan bagi saya. Tapi it&#8217;s okay lah. Ketakutan saya saat ini bertambah. Di saat semua berpikir dan menganggap bahwa yang terjadi semakin baik, saya yang bersangkutan malah merasa semua yang terjadi sedang mengarah ke sesuatu yang buruk, yang tidak saya ketahui. Sungguh menakutkan.</p>
<p>Tentang apa itu? Saya nggak bisa ngomong di sini. Saya sudah janji dengan seseorang, bahwa saya nggak akan membicarakan tentang hal itu, ke orang lain maupun ke blog ini. Dan sampai sekarang, saya bersaksi bahwa saya tetap memegang janji itu. Yang saya bisa lakukan sekarang hanyalah memikirkannya sendiri. Memikirkan apa yang sedang terjadi dan akan terjadi. Sungguh menakutkan.<br />
<span id="more-303"></span><br />
Disaat saya akan melangkah, saya nggak tahu apakah itu langkah yang benar. Kata orang, jangan takut salah. Tapi gimana kalo sekali salah, saya nggak bisa kembali. Kalo saya salah, saya bisa mati. Kalo saya salah, nggak akan ada kesempatan lagi. Nggak ada kata &#8220;rely on back-up&#8221; untuk hal ini. Sungguh menakutkan.</p>
<p>Karena nggak ada yang tahu, saat ini hanya saya sendiri yang menahan beban ini. Memang bukan suatu hal yang layak untuk diceritakan. Blog pun sudah bukan tempat yang cocok untuk menuangkan apa yang ada di otak saat ini. Semua terlalu menjurus dan terlalu private. Sekali saja saya &#8220;menyenggol&#8221;, pasti semua akan terbuka. Dan apa yang akan terjadi kalau itu terbuka? Lagi-lagi saya nggak tahu. Sungguh menakutkan.</p>
<p>Otak saya bukan otak yang bisa diam. Selalu saja meloncat kemana-mana. Dimana ada pemicu, pikiran saya akan berkeliaran. Dan kebanyakan, apa yang saya asumsikan hanya berujung pada sesuatu yang negatif. Kenapa? Ya lagi-lagi karena saya nggak tahu apa-apa. Kebingungan ini benar-benar merajalela. Sungguh menakutkan.</p>
<p>Saya hanya bisa diam. Nggak bisa teriak. Nggak bisa mengeluh. Nggak bisa bercerita. Nggak bisa meminta. Nggak bisa memaksa. Nggak bisa meronta. Nggak bisa mengandalkan orang lain. Nggak bisa semuanya. Sungguh menakutkan.</p>
<p>Sudahlah, sekarang ini saya hanya bisa menjalaninya dengan mengikuti arus yang terjadi. Let it flow. Tapi sekali lagi, saya nggak tahu arus ini mengarah kemana. Sungguh menakutkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketakutan-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi yang Aneh</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/02/mimpi-yang-aneh/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/02/mimpi-yang-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 00:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Benar-benar posting nggak penting
Wew, semalam mimpi aneh banget. Jarang-jarang kayak gini. Bisa dibilang mimpi buruk, tapi terlalu fantasi. Tapi, bisa juga dibilang mimpi indah karena ada Ice Queen di dalamnya. Mungkin karena kemarinnya sempat berdua ngobrol-ngobrol bareng Ice Queen, jadi kebawa mimpi. Haha.
Ceritanya simpel. Sekedar yang masih saya ingat sih, entah gimana awalnya, saya sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Benar-benar posting nggak penting</strong></span></p>
<p>Wew, semalam mimpi aneh banget. Jarang-jarang kayak gini. Bisa dibilang mimpi buruk, tapi terlalu fantasi. Tapi, bisa juga dibilang mimpi indah karena ada Ice Queen di dalamnya. Mungkin karena kemarinnya sempat berdua ngobrol-ngobrol bareng Ice Queen, jadi kebawa mimpi. Haha.</p>
<p>Ceritanya simpel. Sekedar yang masih saya ingat sih, entah gimana awalnya, saya sudah ada di dalam bioskop lesehan, nonton film rame-rame (mungkin karena rotaract ada acara nonton bareng tapi saya nggak ikutan). Anehnya, bioskopnya terbuka dan bisa ngelihat langit. Di luar, mendung banget. Dan, di sebelah saya ada Ice Queen yang entah kenapa tiba-tiba mau saya ajak nonton.</p>
<p>Selesai nonton, saya dan Ice Queen siap-siap pulang. Sampe di pintu depan, berjejer sandal-sandal, termasuk sandal Ice Queen yang saya ambilkan biar gak susah-susah make-nya. Aneh, bioskop kok sampe lepas sandal yah? Haha.<br />
<span id="more-168"></span><br />
Habis itu kita langsung jalan ke parkiran. Yang nggak enak, ada orang tak diundang ikut-ikut masuk ke dalam mimpi saya. Mungkin karena siangnya namanya sempat tersebut. Tapi it&#8217;s okay lah, saya dan Ice Queen langsung jalan ke tempat sepeda motor saya diparkir. Sampe di parkiran, eh ternyata hujan turun deras.</p>
<p>Dari sepeda saya parkir sampai gerbang depan, ada sekitar 30 meter-an. Karena hujan, saya buka bagasi motor saya untuk ngambil mantel. Eh, mantelnya nggak ada di tempat biasanya. Bisa berabe saya pikir. Tapi ternyata, tiba-tiba bagasi motor saya membesar. Dan jas hujan itu ada di sisi bagasi yang lain. Anehnya.</p>
<p>Saya lagi ribet pake mantel, si Ice Queen udah pake helm dan bilang akan nunggu di gerbang depan. Sebagai gambaran, parkirannya itu cembung di tengah, mirip bukit gitu. Nah, gerbangnya ada di kaki bukit. Ice Queen jalan ke sana.</p>
<p>Tiba-tiba, terjadi gempa. Dataran/bukit tempat saya, termasuk bioskopnya, bergetar luar biasa. Area sekitar seperti menghilang. Lama banget gempanya.</p>
<p>Gempa berhenti, saya perhatikan sekitar. Ada beberapa motor jalan ke arah saya. Saya lihat ternyata itu teman saya. Mereka penasaran juga apa yang terjadi. Area sekitar masih seperti tertutup awan. Beberapa saat kemudian, awan-awan itu menghilang.</p>
<p>Dari jauh, muncul perbukitan khas di negara Cina, kayak di film-film shaolin gitu. Wow, ada apa ini. Awalnya, saya coba telepon Ice Queen. Nggak terhubung! Gawat nih, khawatir banget. Kita putuskan untuk keluar gerbang.</p>
<p>Wah, pemandangannya udah jauh berbeda. Suasana yang asing. Ada orang mendekat, ngomong sesuatu ke kita. Tapi kita sama sekali nggak ngerti bahasanya. Kita kebingungan setengah mati. Setelah kita nyoba jalan-jalan keliling, lihat kalender yang ada, ternyata sama kayak kalender di HP saya. Berarti ini masa sekarang. Dan tiba-tiba mimpi saya blank (lupa mungkin yah).</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;</p>
<p>Scene di sebuah pasar (mungkin karena sempat ngomongin tentang pasar waktu siangnya). Ada sinyal loh. Saya coba hubungi Ice Queen, ternyata lagi ada di pasar. Kita ketemu, terus cerita-cerita. Si Ice Queen cemberut melulu. Setelah saya tanya-tanya, ternyata dia marah karena kemarin saya hilang dan nggak nganterin pulang habis nonton di bioskop. Kayaknya dia nggak tahu apa yang terjadi.</p>
<p>Selesai cerita-cerita, saya antar dia pulang. Tumben juga mau saya antar pulang.</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;</p>
<p>Setelah itu, saya lupa apa yang terjadi. Tahu-tahu saya sudah ada di kamar saya, ngelihatin HP. Dan ternyata sudah subuh. Saya terbangun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/02/mimpi-yang-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
