<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HQ&#039;s Serenity &#187; Friends</title>
	<atom:link href="http://fauzilhaqqi.net/tag/friends/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzilhaqqi.net</link>
	<description>Muhammad Fauzil Haqqi&#039;s Personal Blog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2010 02:55:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mbolang &#8211; Backpacker</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/mbolang-backpacker/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/mbolang-backpacker/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 08:23:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>
		<category><![CDATA[Vacation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah mimpi untuk kenyataan masa depan
Menikmati alam, menjadi sebuah hal yang cukup memenangkan hati saya. Saya sering melakukan itu sendiri saja. Memandang langit malam penuh bintang pun, sudah memberikan rasa ketenangan tersendiri. Melihat hijaunya sawah di pedesaan pegunungan, memberikan kesejukan buat hati saya. Ya, itu semua ciptaan Allah Yang Maha Esa, yang harus kita syukuri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Sebuah mimpi untuk kenyataan masa depan</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-360" style="margin: 8px;" title="Backpacker" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/08/49-backpacker.jpg" alt="" width="200" height="226" />Menikmati alam, menjadi sebuah hal yang cukup <a href="http://fauzilhaqqi.net/2010/06/ketika-ketenangan-hati-dibutuhkan/" target="_blank">memenangkan hati saya</a>. Saya sering melakukan itu sendiri saja. Memandang langit malam penuh bintang pun, sudah memberikan rasa ketenangan tersendiri. Melihat hijaunya sawah di pedesaan pegunungan, memberikan kesejukan buat hati saya. Ya, itu semua ciptaan Allah Yang Maha Esa, yang harus kita syukuri dan nikmati.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, tercetus keinginan kuat untuk bertualang. Yah, niat ini nggak muncul begitu saja sih, tentunya dengan trigger-trigger tertentu. Salah satu mimpi saya memang adalah keliling dunia. Tapi itu masih lama, setidaknya dalam waktu 3-5 tahun baru bisa terwujud. Tapi hasrat untuk bertualang kan nggak harus hanya keliling dunia yang membutuhkan banyak uang. Dengan sebuah tas punggung saja, saya pikir bisa bertualang juga, setidaknya untuk keliling Indonesia.</p>
<p>Awalnya dulu pingin keliling Indonesia dengan hanya modal sepeda motor saja. Tapi apa daya, karena alasan keamanan dan ketersediaan sepeda motor untuk keluarga, saya harus mengurungkan niat tersebut. Alternatif lain adalah dengan murni backpacker-an dan naik angkutan umum. Wah, tapi dipikir-pikir itu bakal mengeluarkan cost yang besar nih.<br />
<span id="more-359"></span><br />
Tapi, karakter saya yang sedikit demi sedikit berubah dari melankolis-plegmatis menjadi orang yang lebih suka bergaul, menemukan suatu solusi dan semakin memperkuat keinginan saya. Saya pikir, nggak perlu duit banyak, asal punya kenalan banyak temen di kota-kota lain, bisa jadi &#8220;penghemat&#8221; biaya bertualang. Hehe.</p>
<p>Alhasil, sekarang ini saya sedang mencoba untuk berhubungan lagi dengan semua orang yang saya kenal, yang lokasinya nggak di Malang. Tujuan utamanya ya untuk nyari shortcut penghemat biaya bertualang dan sumber informasi. Ya kalo kenalan itu nggak available, setidaknya bisa menjalin silaturrahmi lagi lah.</p>
<p>Meskipun mbolang, yang namanya perjalanan itu harus direncanakan sebaik mungkin, dan setepat mungkin. Jangan sampai terjadi salah arah, yang malah bikin ribet. Di post ini, saya mau nyoba merencanakan segala persiapan mbolang saya. Persiapan itu bisa menyangkut banyak hal, dari segi diri sendiri, biaya, peralatan, rute, waktu, dan sebagainya.</p>
<p>Dari segi <strong>waktu</strong>, saya plot ini bakal saya jalani waktu <strong>liburan semester depan</strong>. Kenapa? Mengingat bakal lamanya perjalanan mbolang ini, saya rasa nggak bisa melakukannya dalam waktu 2-4 hari saja. Nanggung lah. Apalagi dengan tujuan saya yang benar-benar pingin menikmati alam. Kemarin aja mbolang ke Bali selama 5 hari masih belum bisa dianggap cukup. Paling nggak, ini butuh waktu 2 minggu. Jadi, waktu yang paling memungkinkan adalah liburan semester depan.</p>
<p>Dari segi <strong>rute atau tujuan</strong>, saya masih belum yakin. Yang pasti, kalau ke barat, tujuan akhirnya ya Palembang, karena di sana ada sodara saya. Kalau ke timur, mungkin tujuan akhirnya adalah Makassar, karena saya punya banyak teman di sana, hasil dari <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2009/08/buku-harian-lc-05-vdms-pplh-puntondo.html" target="_blank">LC VDMS</a>. Untuk rute di antaranya, masih belum fix. Beberapa bayangan, ya ke tempat temen-temen yang ada di luar kota itu. Ada yang di Jogja, Semarang, Bandung, Bogor, dan sebagainya. Pastinya nanti mampir di setiap kota yang ada kenalannya, untuk menghabiskan waktu. Bisa jadi nanti juga nyari sodara-sodara jauh yang masih kenalannya bokap. Malah enak kalo gitu, memanfaatkan nama bokap. Haha. Setidaknya kan sekarang ada HP yang bisa memudahkan komunikasi kalau-kalau nyasar.</p>
<p>Dari segi <strong>peralatan</strong> atau apa yang harus saya bawa, setidaknya butuh satu tas punggung. Ya iyalah, namanya juga backpacker-an. Totalnya, mungkin cukup bawa 2 tas, satu punggung dan satu jinjing untuk segala peralatan termasuk baju dan sebagainya. Payung, wajib dibawa biar gak kehujanan. Peralatan mandi termasuk handuk, juga wajib dibawa. Ipod, mungkin penting untuk menemani kesendirian. Alat sholat, paling nggak sarung dan sajadah juga wajib, beserta kompas untuk menentukan arah kiblat. Kartu identitas juga penting. Jangan sampai niatnya bertualang, malah dianggep komplotan teroris. Haha. Lainnya, masih belum kepikir deh.</p>
<p>Dari segi <strong>biaya</strong>, ini nih yang mesti dipikir. Tapi ini juga baru bisa dihitung setelah rute perjalanan fix. Diasumsikan aja, naek bus dari Malang ke Surabaya aja kalo ekonomi masih butuh sekitar 10rb. Belum lagi untuk makan sehari-harinya. Untuk ojek dan angkot di kota, pasti keluar duit juga. Ini yang mesti dipikirin bener-bener deh, dan juga harus dipersiapkan. Mumpung masih ada waktu sekitar 5-6 bulan, harus kerja keras cari duit buat modal perjalanannya.</p>
<p>Perisapan <strong>fisik</strong>, tentu juga penting. Badan harus sehat dan kuat untuk jalan sejauh apapun. Ini berarti, mulai sekarang saya harus membiasakan olahraga lagi nih, biar gak gampang capek. Maklum, sejak masuk kuliah, nyaris nggak pernah olahraga lagi. Kesiapan hati juga penting, jangan sampai perjalanan ini akan menjadi penyesalan di masa depan.</p>
<p>Untuk <strong>teman perjalanan</strong>, sampai sekarang saya belum nemu, lagian juga belum koar-koar kalau pingin melakukan ini. Tapi, rasanya butuh deh setidaknya 1 temen yang punya banyak kenalan juga, biar bisa dapat &#8220;penghemat&#8221; tambahan. Hehe. Tapi juga jangan banyak-banyak, bisa repot nantinya kalau mau numpang tidur. Hehe.</p>
<p>Tentunya perjalanan ini akan membuat saya yang biasanya hanya duduk diam di depan laptop dengan jari-jari bergerak-gerak sendiri menjadi sosok yang berbeda. Dan tentunya, saya jadi harus rela berlama-lama meninggalkan dunia online. Keluarga, teman, dan orang-orang dekat saya juga harus saya tinggalkan sementara waktu. Melepaskan sementara dunia yang selama ini menjadi tempat saya, untuk memulai pengalaman baru. Yah, semoga mimpi ini bisa benar-benar terwujud. Setelah mimpi ini terwujud, giliran berikutnya adalah mencari kenalan-kenalan di luar negeri, untuk melakukan hal yang sama. Hehe. Ganbatte!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/08/mbolang-backpacker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ice Queen &#8211; The End?</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 14:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>
		<category><![CDATA[Serenity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah akhir dari cerita, cukup sedih sih, tapi bisa jadi pelajaran
Ya, judulnya memang &#8220;The End&#8221;, tapi ditambahi dengan tanda tanya. Apa maksudnya? Mungkin memang sudah berakhir, tapi saya sendiri bingung bagaimana mengakhirinya dengan baik dan indah. Dan saya juga nggak ngerti apa ini memang benar-benar berakhir, atau sebuah awal yang baru. Kalo memang akhir, ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Sebuah akhir dari cerita, cukup sedih sih, tapi bisa jadi pelajaran</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-50" title="Ice Queen" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/01/04-ice-queen.jpg" alt="" width="155" height="200" style="margin: 8px;" />Ya, judulnya memang &#8220;The End&#8221;, tapi ditambahi dengan tanda tanya. Apa maksudnya? Mungkin memang sudah berakhir, tapi saya sendiri bingung bagaimana mengakhirinya dengan baik dan indah. Dan saya juga nggak ngerti apa ini memang benar-benar berakhir, atau sebuah awal yang baru. Kalo memang akhir, ya akhir yang melenceng dari harapan sih, dengan &#8220;sedikit&#8221; rasa sakit di hati. Haha.</p>
<p>Mungkin memang benar kata seorang teman, terlalu dekat juga kadang nggak baik. Karena kedekatan itu, saya jadi tahu kalau dia sedang suka sama seseorang, dan sepertinya sudah jadian. Sayangnya saya nggak kenal siapa orang itu, tapi sepertinya mereka suka sama suka. Ya sudahlah, hak asasi setiap orang untuk mencintai orang lain. Dengan kondisi seperti ini, saya cuma bisa mendoakan bahwa pilihan dia itu yang terbaik, dan harus lebih baik dari saya, setidaknya untuk hatinya. Hm, ini sih balik lagi ke masalah <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2008/11/apa-itu-ikhlas.html" target="_blank">ikhlas</a> yang dulu pernah saya post.<br />
<span id="more-347"></span><br />
Bingung? Sangat.<br />
Sedih? Iya donk.<br />
Sakit? Pasti.<br />
Kecewa? Lumayan lah.<br />
Kesepian? Rasanya bakal gitu.<br />
Kehilangan? Nggak usah ditanya.<br />
Putus asa sampe bunuh diri? Ups, ya jangan lah. Hidup adalah anugerah dari Allah YME. Jangan disia-siakan hanya karena salah satu makhluk ciptaannya.</p>
<p>Fyuh, untungnya kalau sekarang saya lebih bisa mensyukuri hidup. Saya masih punya keluarga yang sayang sama saya, masih punya teman-teman yang dukung saya, masih punya <a href="http://mimicreative.net" target="_blank">mimicreative</a> yang jadi masa depan saya, masih punya band tempat meluapkan emosi, masih punya laptop tempat mengungkapkan semuanya, masih punya gitar teman bersenandung, dan saya masih punya impian yang panjang. Beda dengan yang dulu itu, waktu saya masih memikirkan diri sendiri saja.</p>
<p>Yang harus saya lakukan saat ini adalah ikhlas dan mengambil pelajaran dari semua yang sudah saya lewati. Yang baik ditingkatkan, yang buruk jangan diulangi lagi. Salah satu kebodohan terbesar saya adalah terlalu ingin tahu. Seperti kata seseorang, semakin ingin tahu, maka akan semakin nggak tahu apa-apa. Dan ternyata benar-benar terbukti. Meski saya nggak bener-bener ngerti maksud kata-kata itu apa.</p>
<p>Ngomong-ngomong ikhlas, jadi inget lagunya Bondan neh.</p>
<blockquote><p>Saat kau berharap, keramahan cinta&#8230; Tak pernah kau dapat, ya sudahlah&#8230;</p></blockquote>
<p>Yah, mungkin nantinya kita berdua bakal tetap dekat, entah dengan status apa. Yang pasti saya masih sayang dia.</p>
<p>Kalo udah gini, cuma bisa nyanyi ini neh.</p>
<blockquote><p>Beri sedikit waktu, biar cinta datang karena telah terbiasa&#8230; huwooo&#8230;</p></blockquote>
<p>Oke, berarti mungkin inilah post terakhir tentang <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/ice-queen/" target="_blank">Ice Queen</a>. Setelah ini, nggak akan ada lagi post dengan tag Ice Queen, gak ada lagi hashtag #theicy di twitter, gak ada lagi kangen-kangenan di plurk, apalagi status di FB yang semakin membosankan. Saya cuma bisa bilang terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya selama ini. Tapi kalo masih ada yang pingin bantu buat saya bisa lebih deket dengan Ice Queen, ya saya malah sangat berterima kasih. Sapa tahu masih bisa lanjut. Haha. Ya kita lihat ntar aja deh. Siapa tahu bisa membaik lagi.</p>
<p>Hidup baru sudah menunggu, saatnya melakukan pencarian lagi. Semoga ketemu yang lebih baik lagi. Hayok bangkit Haqqi!!! Semangat!!! Ayo, ayo, cewek-cewek cakep. Ada cowok jomblo keren neh. Hahaha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/ice-queen-the-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKL di Semen Gresik (Part 2 &#8211; Finish)</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/pkl-di-semen-gresik-part-2-finish/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/pkl-di-semen-gresik-part-2-finish/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 03:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzilhaqqi.net/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Satu masa waktu yang cukup sia-sia
Post ini adalah lanjutan dari seri sebelumnya. Pinginnya sih bikin post lebih banyak lagi tentang masa menganggur di sana, tapi ternyata nggak jadi. Sebelumya saya cerita bahwa saya akan ikut dalam project SAP di semen gresik, tentunya dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama, SAP adalah software ERP yang cukup besar. Hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red&quot;"><strong>Satu masa waktu yang cukup sia-sia</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-312" style="margin: 8px;" title="Logo Semen Gresik" src="http://fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/38-pkl.jpg" alt="" width="200" height="200" />Post ini adalah lanjutan dari <a href="http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/" target="_blank">seri sebelumnya</a>. Pinginnya sih bikin post lebih banyak lagi <del>tentang masa menganggur di sana</del>, tapi ternyata nggak jadi. Sebelumya saya cerita bahwa saya akan ikut dalam project SAP di semen gresik, tentunya dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama, SAP adalah software ERP yang cukup besar. Hanya dengan &#8220;bisa&#8221; saja menggunakan SAP itu, dan sedikit pembuatan modul, &#8220;harga&#8221; saya bisa menjadi cukup mahal. Kedua, dengan anggapan tanpa dasar, uang saku PKL di semen gresik rasanya cukup tinggi. Di pemikiran kami, at least 500rb lah. Kalo jadi 3 bulan, berarti kan bisa dapat 1,5 juta. Lumayan buat jajan. Pertimbangan ketiga, dengan banyak berinteraksi dengan senior-senior IT, pasti kemampuan saya bakal meningkat. Meski sedikit meleset dari apa yang ingin saya konsentrasikan. Yah, banyak lah pertimbangan lain yang membuat kami, terutama saya, memutuskan untuk perpanjangan PKL dengan join ke project ERP.</p>
<p>Eh tapi eh tapi, keputusan saya berubah.</p>
<p>Suatu ketika, seperti janji, saya diajak ke gedung project SAP oleh kabag sana. Karena gak ada kendaraan, kita bareng pak kabag, naek mobil dinasnya yang plat W. Oke, sampai di sana, saya dikenal-kenalkan ke tiap ruangan. Berasa artis aja neh. Tapi yang paling menjengkelkan, kita dikenalkan sambil beliau bilang, &#8220;ini loh, ada mahasisa <strong>ITS</strong> pingin belajar dan gabung di SAP&#8221;. Whuaat?? Ma Chung pak, kami dari <a href="http://www.machung.ac.id" target="_blank">Ma Chung</a>. Tapi ya tetep aja, setelah dikasih tahu ya bilangnya masih anak ITS. Ya sudahlah.<br />
<span id="more-339"></span><br />
Kita berempat dimasukkan ke suatu ruang rapat, di divisi control. Disuruh duduk dulu, sementara beliau bilang kalau mau ke Surabaya dulu. Wogh, okeh. Awalnya saya semangat, siapa tahu bisa nyerap ilmu di ruang rapat itu. Tapi&#8230;</p>
<p>Duduk di ruang rapat itu membosankan. Satu orang ngomong apa, saya nggak ngerti maksudnya. Orang yang lain menanggapi, tambah bingung lagi saya. Lha dari awal memang belum ada dasar SAP sama sekali, tiba-tiba langsung masuk implementasi yang notabene udah berjalan beberapa minggu. Celakanya, di sana saya gak bawa laptop. Kalau mau balik ke gedung utama, jaraknya <del>lumayan</del> jauh dan sanggup membuat kaki jadi keriting.</p>
<p>Intinya, hari itu serba gak jelas deh. Nganggur-nganggur gimana gitu. Untungnya waktu siang dikasih makan. Sorenya baru balik bareng mobil pak kabag lagi.</p>
<p>Ya, ketidakjelasan saya kalau masuk di project SAP itu salah satu pertimbangan yang mengubah keputusan saya. Pertimbangan kedua, gak terlalu penting sih. Tapi layak untuk diceritakan.</p>
<p>Waktu mau jumatan, saya ketemu teman saya SMA di pinggir jalan. Saya tanya dia darimana, eh katanya habis ngumpulin laporan PKL di semen gresik. Ternyata dia sudah lebih dulu PKL. Iseng-iseng saya tanya uang saku yang dikasih semen gresik. Dan dia jawab, &#8220;mek 100 ewu&#8221;. Whuuuaat!!! Lha ntar 3 bulan berarti cuma 300rb. Nyaris buang-buang waktu donk. Mesti belajar SAP dari nol, tapi secara finansial gak didukung. Weleh, mendingan di rumah ae nulis artikel majalah, bisa dapet lebih banyak. Bisa memanfaatkan waktu untuk belajar yang lain juga.</p>
<p>Hem, oke deh. Akhirnya kita semua ambil keputusan untuk nggak lanjut 3 bulan. Cukup 1 bulan saja, sesuai kesepakatan awal.</p>
<p>Karena nggak jadi join project SAP, apa yang kita lakukan?</p>
<p>Kita masuk kantor jam 8. Kita datang, ngucapin selamat pagi ke orang yang ada di kantor (kalo ketemu). Jalan ke tempat duduk, buka laptop, pasang charger, duduk nunggu booting, connect wifi, internetan. Jam 12 istirahat, cari makan, sholat, balik ke kantor jam 1. Di kantor duduk lagi, buka laptop lagi, internetan lagi, sampe pulang. So, apa yang kita lakukan? NGANGGUR JAYA!!</p>
<p>Ada banyak alasan kenapa kita nganggur. Yang pertama, jelas karena kita sendiri ngerasa males. Bukan cuma males sih, ada kerjaan pribadi juga yang mengharuskan duduk diam di depan laptop. Yang kedua, di sana memang masa-masa sibuk. Project SAP sedang gencar digarap. Jadi orang-orang kantor sering menghilang, sibuk sendiri. Lah kalo gini gimana mau tanya-tanya. Kalo waktu sibuk gini, jadi sungkan. Alhasil, ya itu. Kita gak dapat apa-apa.</p>
<p>Buat saya sih, nggak terlalu masalah. Karena saya jadi punya waktu untuk nyelesein artikel dan project <a href="http://mimicreative.net" target="_blank">Mimi Creative</a> yang pertama, <a href="http://gepukek.com" target="_blank">GEPUKEK.com</a>. Ada banyak hal yang bisa saya lakukan kalo saya punya waktu luang itu.</p>
<p>Hari demi hari berlalu seperti biasa. Datang, duduk, internetan, makan, internetan lagi, pulang. Sampe kosan, kalo gak capek ya lanjut kerja, capek ya tidur. Selesai. Itu aja yang kami lakukan sebulan ini, dari 1 Juni sampe 30 Juni 2010. Kita bener-bener gak dapat apa-apa. Padahal dosen pembimbing saya termasuk cukup strict soal laporan ini. Wah, kita baru gopoh beberapa hari terakhir. Padahal pembimbing lapangan udah janji mau dampingi, eh ternyata dia lagi keluar kota. Terpaksa cuma tanya-tanya sekedarnya, tentang Wireless-nya semen gresik.</p>
<p>Fyuh, 30 Juni kemarin adalah hari terakhir, dan saya menginjakkan kaki lagi di kota Malang yang sejuk pada tanggal 1 Juli 2010. Tapi sekarang saya bener-bener bingung, GIMANA INI LAPORAN PKL-NYA NTAR?!?!?!?!?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/07/pkl-di-semen-gresik-part-2-finish/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Entrepreneur di Bidang Teknologi Informasi. Susah?</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 07:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu mimpi saya
Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang kampus saya sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Salah satu mimpi saya</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-329" style="margin: 8px;" title="Be an Entrepreneur" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/42-entrepreneur.jpg" alt="" width="200" height="150" />Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang <a href="http://www.machung.ac.id" target="_blank">kampus saya</a> sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak menjamin, setiap manusia kan butuh makan. Setiap ada acara makan-makan, pasti lebih milih ke rumah makan atau manggil catering biar gak repot. Akhirnya, semakin berjayalah para entrepreneur bidang makanan. Tapi kalo nggak benar-benar punya skill masak, atau benar-benar bermodal untuk bayar tukang masak yang bagus, ya tetep aja repot.</p>
<p>Bidang lain yang cukup &#8220;berladang&#8221; saat ini adalah dunia Teknologi Informasi. Blogging, online shop, main-main di forum, online writer, dan sebagainya menjadi kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Buat yang mau benar-benar freelancer, bisa masuk ke <a href="http://www.getafreelancer.com" target="_blank">getafreelancer.com</a>. Buat yang mau jualan, juga banyak tempatnya. Yang mau produksi, bisa bikin theme atau program-program yang disebarin lewat internet. Cloud application berbasis servis juga semakin marak beredar.</p>
<p>Seberapa besar sih peluang sukses untuk berjuang di dunia Teknologi Informasi?<br />
<span id="more-328"></span><br />
Bisa dibilang sangat besar, bisa dibilang sangat kecil. Tergantung dimana Anda bermain, dan seberapa keras usaha Anda. Oke, saya akan lihat diri saya sendiri sebagai perbandingan. Saya bukan orang berduit. Juga bukan orang yang benar-benar ahli dalam hal tertentu. Bahasa Java? Pas-pasan. PHP? Apalagi. Bahasa yang lain malah belum nyoba.</p>
<p>Saya pernah mendengar opini dosen saya, yang lebih suka &#8220;bermain&#8221; di low level. Beliau berniat untuk melakukan sesuatu yang jarang dilakukan orang lain. Ya, beliau mengembangkan suatu bahasa pemrogramannya sendiri. Tanya kenapa? Ternyata salah satu alasan beliau adalah di bidang itu akan lebih mudah untuk bersinar, karena saingannya sedikit. Memang benar sih, ya karena pasarnya sendiri juga sedikit. Gak tau lagi deh.</p>
<p>Kalau pingin bermain di ranah yang lebih atas, sebut saja bikin software. Nah, software sendiri itu luas. Nggak ada orang <strong>biasa</strong> yang sebodoh-bodohnya mau ngembangin search engine tanpa ada dukungan kuat dari sebuah perusahaan. Siapa sekarang yang bisa menyaingi <a href="http://www.google.com" target="_blank">Google</a>? <a href="http://www.bing.com" target="_blank">Bing</a> aja yang notabene milik perusahaan besar Micr*soft susah payah mau ngejar. Jelas itu bukan pilihan yang baik.</p>
<p>Tunggu-tunggu, dari yang saya bahas secara singkat di atas, sudah jelas ada parameter penting untuk sukses di dunia IT. Yup, saingan. Dengan banyaknya saingan, akan semakin susah untuk bersinar, seperti kata dosen saya itu. Apalagi untuk main di level atas.</p>
<p>Mau main di dunia per-template-an website? Memang pasarnya besar. Banyak yang butuh website setiap harinya. Tapi, yang mengejar peluang ini juga banyak, dan nggak tanggung-tanggung. Banyak expert yang gila di luar sana. Lihat source code buatannya aja, gak kebayang gimana proses saya mengejar ilmunya. Sementara teknologi di dunia IT terus berkembang, saya mesti mengejar dengan beban yang lebih dari mereka. Bisa nggak ya?</p>
<p>Mau main di dunia sistem informasi? Lagi-lagi peluang yang sama besar, tapi juga banyak saingannya. Banyak yang menguasai seputar ilmu sistem informasi. Dengan dasar yang kurang kuat sebagai mahasiswa S1 ini, sulit rasanya ngejar software house yang sudah berpengalaman. Perjuangan yang berat.</p>
<p>Mau ikut kerja di software house orang? Itu sih namanya bukan entrepreneur. Akhirnya malah jadi kuli aja. Dengar cerita-cerita programmer yang kerja di orang lain, bilangnya mereka serasa jadi kuli. Hm, susah juga ya. Terus gimana?</p>
<p>Nah, saya sebagai mahasiswa Teknik Informatika juga pingin bikin usaha sendiri. Pinginnya setelah lulus bukan bekerja sama orang, tapi sudah mempekerjakan orang. Memang sih banyak saingan dan perlu perjuangan keras. Saya juga nggak mungkin cuma kerja sendiri. Tapi semua harus dimulai dari sekarang Untung ada beberapa teman yang mau diajak sama-sama kerja bakti di awal untuk merintis sebuah usaha di bidang Teknologi Informasi. Thanks buat <a href="http://mynocturne.co.cc/" target="_blank">Davied</a> dan <a href="http://arkross.co.cc/" target="_blank">Alex</a>. Mari kita lanjutkan perjuangan kita!!! Meski masih sebuah mimpi, tapi suatu saat pasti jadi kenyataan. Haha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/entrepreneur-di-bidang-teknologi-informasi-susah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKL di Semen Gresik (Part 1)</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 16:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Saya benci panas
Seminggu kemarin, saya sudah menjalani ritual PKL (Praktek Kerja Lapangan). Kebetulan karena ada relasi, saya dapat jatah di PT Semen Gresik Tbk. Dari nama dan brand-nya aja sudah ketahuan kalo perusahaan ini urusannya sama semen. Eh, ini semen untuk bahan bangunan ya. Bukan &#8220;semen&#8221; yang biasa ada di itu-itu. Hehe.
Sesuai kontrak yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Saya benci panas</strong></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-312" style="margin: 8px;" title="Logo Semen Gresik" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/06/38-pkl.jpg" alt="" width="200" height="200" />Seminggu kemarin, saya sudah menjalani <del>ritual</del> PKL (Praktek Kerja Lapangan). Kebetulan karena ada relasi, saya dapat jatah di PT Semen Gresik Tbk. Dari nama dan brand-nya aja sudah ketahuan kalo perusahaan ini urusannya sama semen. Eh, ini semen untuk bahan bangunan ya. Bukan &#8220;semen&#8221; yang biasa ada di itu-itu. Hehe.</p>
<p>Sesuai kontrak yang ada di suratnya, saya sama 3 orang teman harus menjalani proses PKL di sana selama 1 bulan, tertanggal 1 sampai 30 Juni 2010. Hah? Kok cuma satu bulan? Itu yang saya sendiri bingung. Padahal kalau perusahaan besar, biasanya bisa sampe 3-6 bulan PKL. Tapi di semen gresik, waktu tanya di bagian diklat, katanya memang &#8220;maksimal&#8221; 1 bulan. Lah, orang IT di perusahaan semen, cuma 1 bulan, memang bisa dapet apa? Sebenernya saya pingin PKL di bank atau software house aja. Tapi ya sudahlah, dijalani aja.<br />
<span id="more-311"></span><br />
Senin malam, 31 Mei 2010, setelah menyelesaikan seluruh urusan kuliah, kita berempat berangkat ke Gresik. Sebelumnya kita udah pastikan dapat satu kos-kosan, dengan biaya 500ribu satu bulan untuk 4 orang. Itu berarti 125ribu-an per orang. Lumayan murah lah. Kita dapat yang nggak terlalu jauh dari lokasi PKL, gedung utama Semen Gresik. Jalan 5 menit aja sudah sampai. Kosan dengan 2 kamar dan 1 ruang kumpul. Tanpa AC, kamar mandi luar, TV setengah rusak, dan exclude makan.</p>
<p>Gresik emang panas. Saya yang orang Malang, biasa dingin-dingin, benar-benar nggak betah. Untung di kantor ada AC. Hari pertama PKL, kita dikumpulkan di ruang diklat untuk dapat pengarahan. Saya pikir pengarahan apa, ternyata penjelasan mengenai profil Semen Gresik dan peraturan umum lainnya. Setelah itu, kita nyari pembimbing yang masih belum diketahui gimana orangnya. Ok, hari pertama cuma perkenalan aja terus balik ke kosan.</p>
<p>Di kosan, benar-benar seperti siksaan. Nggak ada AC, bahkan kipas angin. Tidur jadi susah soalnya kerasa sumuk banget. Belum lagi mati gaya gara-gara gak ada koneksi internet. Mau coding? Udah males duluan gara-gara panas. Tapi ya gimana lagi, udah konsekuensi.</p>
<p>Kita berempat ternyata ditempatkan di divisi jaringan sistem informasi. Yah, <del>sedikit</del> meleset dari keinginan saya. Saya nggak terlalu suka jaringan, dan lebih memilih ke dunia software. Untungnya pas pertama, ketemu kepala divisi yang ternyata lagi ngerjain project. Maunya sih, masa PKL kita berempat akan diperpanjang jadi 3 bulan, biar bisa ikutan ngerjain. Kebetulan project itu adalah project yang menarik buat saya, implementasi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Enterprise_resource_planning" target="_blank">ERP</a>.</p>
<p>Tapi ternyata, hari kedua, ketiga, dan keempat, berlalu dengan GJ. Nggak ada yang menarik untuk dilakukan karena yang ngurus ERP lagi keluar kota. Untung aja di hari kedua itu ada seminar oleh <a href="http://rahard.wordpress.com" target="_blank">Budi Rahardjo</a>, tentang security. Seminar yang cukup menarik juga. Hari ketiga, rasanya isinya cuma ngenet doank di kantor yang sangat dingin. Nggak ada yang terlalu special terjadi.</p>
<p>Di hari kelima, Jumat, cukup menarik juga. Ada sedikit wejangan kuliah gratis dari Pak Daniel. Beliau cerita tentang perjalanannya sampai sekarang bisa di semen gresik. Eh ternyata, IT di semen gresik cukup kompleks loh, terutama di masalah business-nya. Sekarang ini ternyata Semen Gresik sedang implementasi SAP, sebuah software ERP yang cukup besar. Dan ternyata, hampir semua pegawai divisi IT di semen gresik sudah melewati titik 10.000 jam. Artinya, mereka memang benar-benar orang yang ahli. Bahkan orang-orang IT di perusahaan lain pun malah berguru ke para pegawai semen gresik.</p>
<p>Habis mendengar kuliah singkat itu, saya semakin semangat untuk mengembangkan diri. Masih ada langit di atas langit. Saya yang seperti ini, yang cukup dianggap hebat di lingkungan saya, nggak ada apa-apanya waktu terjun di dunia. Server lotus aja, baru tahu waktu diceramahin kemarin. Ternyata ada sisi lain dari dunia IT, yang biasanya pake produk Microsoft, Adobe, Linux, atau hal-hal umum lainnya. Sayangnya Jumat itu saya mesti balik ke Malang dari siang. Jadinya setelah Jumatan nggak bisa lanjut cerita.</p>
<p>Yah, itu dulu lah cerita saya PKL di Semen Gresik. Kalo ada hal menarik lainnya pasti saya tulis post-nya. See ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/06/pkl-di-semen-gresik-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman RCOT-RDC 2010</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/05/pengalaman-rcot-rdc-2010/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/05/pengalaman-rcot-rdc-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 04:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[Rotaract]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya bisa menulis di tengah kesibukan
Sedikit basi memang, ini kegiatan saya sekitar dua minggu lalu. Seperti yang sudah saya bilang di post-post sebelumnya (lupa yang mana), sampai saat ini saya masih ikutan organisasi bernama Rotaract. Yah, yang awalnya sebagian besar niatnya nggak murni pingin join, daripada menjadi kegiatan yang nggak berguna, akhirnya saya seriusi saja. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Akhirnya bisa menulis di tengah kesibukan</strong></span></p>
<p><img class="size-full wp-image-275 alignleft" style="margin: 8px;" title="Logo RCOT-RDC 2010" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/05/33-logorcot.jpg" alt="" width="180" height="205" />Sedikit basi memang, ini kegiatan saya sekitar dua minggu lalu. Seperti yang sudah saya bilang di post-post sebelumnya (lupa yang mana), sampai saat ini saya masih ikutan organisasi bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rotaract" target="_blank">Rotaract</a>. Yah, yang awalnya sebagian besar niatnya nggak murni pingin join, daripada menjadi kegiatan yang nggak berguna, akhirnya saya seriusi saja. Lumayan, bisa dapat banyak pengalaman dan relasi yang nggak bisa didapatkan kalo saya cuma berkutat dengan dunia IT saja.</p>
<p>Tanggal 14-16 Mei 2010 kemarin, Rotaract district 3400 (nomer untuk Rotaract Indonesia) mengadakan acara tahunan, yaitu RCOT-RDC. Sebelum lanjut, apa sih RCOT-RDC itu? Sebenarnya RCOT-RDC itu adalah dua acara yang digabung jadi satu. RCOT adalah singkatan dari Rotaract Club Officer Training. Sedangkan RDC adalah singkatan dari Rotaract District Conference. Untuk RCOT, biasanya isinya adalah pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan kepemimpinan (mohon dikoreksi buat Rac yang baca post ini kalo salah). Pelatihan tersebut sebenarnya dikhususkan untuk calon BOD (Board of Director, para pemimpin divisi di Rotaract), agar bisa mengerti langkah apa yang akan diambil di periode kepemimpinan mendatang. Dan RDC, seperti kepanjangannya, merupakan conference terbuka dari satu district. Karena Indonesia hanya dianggap sebagai satu district (D3400), maka RCOT-RDC ini akan diikuti oleh peserta dari seluruh penjuru Indonesia di mana terdapat Rotaract Club.</p>
<p>Hm, karena ini personal blog, <del>daripada dikira promosi,</del> saya lebih suka untuk menuliskan post ini berdasarkan cerita pengalaman saya saja. Hehe.<br />
<span id="more-273"></span><br />
Kabarnya sih, acara di tahun-tahun sebelumnya selalu diadakan di hotel-hotel mewah. Kali ini, acara ini diadakan di sebuah lembaga pelatihan lingkungan hidup <a href="http://www.kaliandrasejati.org/" target="_blank">Kaliandra Sejati</a>. Jauh hari sebelumnya, karena saya terpilih jadi calon BOD periode selanjutnya di divisi PR (Public Relation), saya sudah diwanti-wanti untuk ikutan acara ini. Hitung-hitung cari relasi dari non-IT, saya putuskan untuk ikut. Tapi dengan sebuah syarat. Apa itu?</p>
<p>Gini-gini. Saya ini mahasiswa. Sebagian besar uang saku masih dari orang tua. Kuliah saya juga mahal. Jadi kalau mau ikutan acara lain, saya harus bayar sendiri. Nah kerja aja masih <em>serabutan</em> nulis di PC Media. Jadi nggak mungkin saya bisa bayar yang mahal-mahal. Sementara, untuk periode early bird aja, mesti harus bayar Rp675ribu. Wow, jumlah yang nggak kecil buat saya yang dasarnya nggak suka foya-foya (maklum, belum jadi orang kaya. hehe). Jadi saya punya syarat. Kalo memang saya dibutuhkan di BOD, dan ternyata Rotaract kampus saya juga sudah dapat beberapa sponsor, saya minta agar biaya saya ditekan. Saya bilang saya sanggupnya cuma bayar 300ribu. Eh, disetujui. Ya udah, saya ikutlah. Meski si ice queen gak ikut, biarin lah.</p>
<p>Jumat tanggal 14 Mei 2010 jam setengah 10, kita dari rombongan Rotaract Ma Chung berangkat bareng naik mobil kampus ke lokasi RCOT-RDC. Dengar-dengar, jumlah pesertanya ada sekitar 130 orang dari seluruh penjuru Indonesia. Wow, banyak amat. Saya pikir-pikir, sepertinya nggak bakal terlalu efektif deh. Tapi ya sudahlah, dinikmati saja. Di perjalanan, saya pilih untuk tidur aja, maklum semalam gak bisa tidur.</p>
<p>Sampai di TKP, kita langsung unpacking dan registrasi. Acaranya (harusnya) dimulai jam 1 siang, tapi karena berbagai hal, jadi molor sekitar jam 2 siang. Hari itu Jumat, dan karena masih di perjalanan, otomatis saya jadinya nggak Jumatan (doh). Sebelum mulai acara, kita semua makan siang dulu di restoran TKP. Menunya, ya biasa aja lah. Mirip-mirip pelatihan yang biasanya. Masih lebih hebat menu waktu acara <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2009/08/menuju-lc-05-vdms-pplh-puntondo.html" target="_blank">LC di PPLH Puntondo</a> yang serba laut. haha.</p>
<p>Acara diawali dengan sambutan-sambutan dan tarian tradisional. Setelah itu, shouting dari tiap Rotaract Club. Saya baru tahu kalau ada banyak banget Rotaract Club di Indonesia. Dan mereka sangat kompak-kompak. Dan memang sih, sudah tua-tua (ups, maaf). Jadi kita yang university based ini masih kelihatan kecil sekali. Masih cupu lah istilahnya.</p>
<p>Setelah itu, acara lanjut ke sesi pembekalan buat calon BOD. Ehm, sebelumnya, di post ini saya lebih suka menyebutnya calon, daripada pake istilah &#8220;incoming BOD&#8221;, supaya pembaca yang bukan Rotaract bisa tahu artinya. Karena saya di divisi PR, ya saya gabung bersama calon BOD divisi PR dari Rotaract lain. Di sana kita semua berdiskusi gimana sebaiknya mem-PR-kan Rotaract dengan baik, dipandu oleh Mas Tuhu. Yah, temen-temen yang lain pasti lebih berpengalaman lah, karena mereka sudah jauh lebih lama ada di Rotaract daripada saya. Sayangnya, karena waktu yang sangat terbatas, akhirnya diskusi nggak terselesaikan dengan baik.</p>
<p>Setelah itu, kita semua dapat jatah pembagian kamar. Wow, nama saya ternyata ada di dua kamar. Saya tanya panita, eh ternyata disuruh pake kamar yang eksklusif. Kenapa saya bilang eksklusif? Karena isinya cuma 6 orang, sementara kamar lain ada yang sampe 14 orang. Tapi bedanya, kamar saya itu tempatnya jauh di atas. Perjalanan dari lokasi makan lebih dari setengah kilometer untuk sampai ke kamar. Tapi gak papa lah, keringat itu terbalas dengan nikmatnya pemandangan dan indahnya kamar yang saya tempati. Saya dapat di bungalow dengan nama Yudhistira, sebuah bungalow kecil berkapasitas 6 orang yang terletak di paling ujung Kaliandra. Dan ternyata, saya sekamar dengan orang-orang <del>tua</del> hebat yang notabene sudah jadi President dan dua orang lagi sudah pernah jadi DRR (District Representative Area, gampangannya ketua Rotaract se-Indonesia).</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-279 aligncenter" title="RCOT-2" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/05/DSCN6161-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Sampai di bungalow, saya keliling-keliling kamar. Wah, ternyata keren juga yah. Romantis banget bungalow ini. Cocok buat bulan madu, liburan, atau sekedar cari inspirasi. Kamar mandinya juga eksotis. Ada bathup yang terbuka atapnya. Sayangnya karena lagi hujan dan situasi lain yang gak mendukung, ya gak pake bathup deh.</p>
<p>Setelah istirahat sebentar, lanjut ke acara berikutnya <del>yang lagi-lagi molor</del>. Jadwalnya mulai jam 4, tapi meski saya sengaja datang telat jam setengah 5, eh malah belum mulai apa-apa. Jam 5 tepat baru acara dimulai. Itu-pun dengan peserta yang masih belum semuanya. Benar-benar Indonesia banget. Beda dengan <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2009/08/buku-harian-lc-05-vdms-pplh-puntondo.html" target="_blank">training LC</a> yang gak bisa telat sedikit aja. Yah, maklumlah. Dari jumlah peserta aja sudah berbeda jauh.</p>
<p>Oia, sekedar catatan saya sendiri untuk kegiatan sejenis ini, terutama kegiatan ini.</p>
<ol>
<li>Saya dasarnya orang pendiam. Jadi nggak terlalu bisa membaur. Apalagi di acara yang sebagian besar pesertanya lebih hebat dari saya. Saya cenderung minder.</li>
<li>Dengan acara sebesar ini, susah untuk mengenal nama semua orang. Akibatnya, setelah kenalan di suatu sesi, sesi berikutnya hampir dipastikan bakal lupa namanya.</li>
<li>Meskipun acaranya dari berbagai kalangan, kalau yang ikut berdasarkan group, pasti lebih banyak berbaur dengan grup sendiri dan jarang membaur. Kesalahan umum lagi.</li>
<li>Saya ditempatkan di bungalow eksklusif, otomatis nggak terlalu membaur dengan peserta yang ada di kamar besar. Jadi bisa dihitung berapa banyak anggota yang sekarang masih ingat saya.</li>
</ol>
<p>Sesi berikutnya diisi dengan seminar dan workshop. Cukup menarik juga, dan tentunya bermanfaat. Seperti catatan saya di atas, lagi-lagi berkenalan dengan peserta lain. Dan ada juga yang udah sebelumnya kenalan, eh kenalan lagi gara-gara lupa. Salah satu kesalahan saya adalah gak bawa senter. Padahal itu di hutang yang gelap kalo malam. Lha wong makan malam aja benar-benar di kegelapan.</p>
<p>Setelah sesi berakhir, kita semua balik ke kamar masing-masing. Untungnya karena sesi itu ada di pendopo atas, jadi nggak terlalu jauh. Karena capek, saya nggak ngobrol-ngobrol dulu tapi langsung ke kamar. Di kamar sudah mau tidur, eh ada tamu peserta dari kamar lain. Akhirnya ngobrol ngalor-ngidul sampe ketiduran.</p>
<p>Besoknya adalah sesi yang ditunggu-tunggu, yaitu outbound dan team building. Seperti biasa, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok secara acak. Kebetulan saya masuk di kelompok 4, dengan nama Big Mac Team (karena ada anggota yang big). Karena ada lebih dari sepuluh kelompok, outbound ini dibagi dalam beberapa sesi. Kelompok 1 dan 2 tracking gunung dahulu. Kelompok 3 dan 4 (saya), main game dengan sistem tanding. Di game ini, kelompok saya menang. Ok, untuk selanjutnya, saya hanya akan bercerita dari sudut pandang kelompok saya.</p>
<p>Setelah game itu, giliran kelompok saya yang melakukan tracking. Kita dibekali sebuah peta kawasan Kaliandra, yang diambil dari google earth. Parahnya, karena banyak anggota yang nggak waspada dan cenderung ikut-ikutan kelompok lain, di awal aja sudah hampir salah jalan. Padahal udah dibilang jalurnya beda-beda. Untungnya masih tanya satpam Kaliandra dulu, mana jalan yang bener.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-277 aligncenter" title="RCOT-1" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/05/DSCN6081-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Perjalanan menuju pos pertama lumayan jauh, dan menanjak. Sampai di pos pertama, katanya kelompok saya adalah kelompok pertama yang sampai. Loh, padahal kelompok 1 dan 2 udah berangkat duluan. Owala, ternyata mereka nyasar. Haha. Permainan di pos pertama cukup simpel. Terlewati dengan biasa saja (maklum, sudah kebanyakan outbound, jadi nggak seberapa berkesan). Perjalanan berikutnya melewati hutan, tracking naik turun gunung, sampai ketemu pos-pos berikutnya. Yang paling dicari kan sesi foto-fotonya, hehe.</p>
<p>Permainan-nya sih yang wajar-wajar aja. Spider web, dan sebagainya. Yang menarik itu adalah tracking di alam-nya. Seandainya jalan-jalan tracking alam bareng si ice queen pasti asik nih. Hehe.</p>
<p>Satu persimpangan yang hampir bikin nyasar adalah waktu harus ngelewati ladang jagung. Lha wong disitu nggak ada jalan. Untungnya waktu kelompok saya yang lewat, ada panitia yang ngarahin, jadinya nggak nyasar. Ternyata benar, ada 2 jalur tracking. Kedua jalur itu suatu saat akan tabrakan (ketemu). Anehnya, saya kok ketemu kelompok 1 bareng kelompok 6. Eh, ternyata di akhir baru ketahuan kalau mereka yang nyasar. Salah satu penyebabnya ya di persimpangan ladang jagung itu.</p>
<p>Perjalanan naik turun itu, sejak awal saya putuskan kalo saya pakai sandal saja. Karena saya tahu kalau tracking di tempat seperti itu, mau nggak mau pasti ngelewati sungai. Eh bener, ternyata ngelewati sungai. Sungainya jernih banget, karena di daerah pegunungan dan dekat sama sumber. Asik banget deh pokoknya jalan-jalan di pegunungan gitu.</p>
<p>Selesai tracking, ternyata kita baru tahu kalau kelompok kita yang pertama datang. Loh, ternyata bener kelompok 1 dan 2 itu nyasar. Alhasil, sebelum lanjut ke game berikutnya, kita makan siang dulu. Game berikutnya juga biasa aja (lagi-lagi gara-gara kebanyakan outbound). Nah, setelah game itu, baru kelompok 2 datang. Telat banget yah. Game selanjutnya adalah fire walk. Nah ini baru firewalk beneran, soalnya pake kayu, bukan pakai arang (ingat-ingat tragedi diklat LK).</p>
<p>Di game terakhir, adalah yang ditunggu-tunggu, yaitu highrope alias panjat-memanjat tali. Pinginnya sih ikutan yang rute advanced. Tapi gara-gara cuma jadi peserta, ya dengan berat hati cuma nikmatin rute biasa aja. Dan hasilnya? Memang terasa biasa aja. Nggak terlalu mengesankan karena saya jalannya cepat-cepat. Ya sudahlah. Karena capek, sebelum semuanya selesai, saya sudah balik ke kamar terus mandi.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-280 aligncenter" title="RCOT-3" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/05/DSCN6129-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p>Habis maghrib, acara dimulai lagi. Oia, sejak awal sampai maghrib itu, acara yang dilaksanakan masuk dalam rentetan RCOT. Nah, setelah itu RCOT ditutup dan lanjut ke RDC. Di RDC ini, ada beberapa presentasi tentang project yang sudah dilaksanakan dari berbagai club. Wow, banyak juga. Dan hampir semuanya bersifat sosial. Ini nih yang saya perlukan, kegiatan sosial <del>yang nggak perlu keluar duit banyak dari dompet sendiri</del>. RDC juga diisi dengan pemilihan calon DRR untuk periode 2 tahun mendatang. Sekedar informasi, sistem regenerasi Rotaract ini sudah terstruktur banget loh. Saya kagum juga dibuatnya. Pemimpin berikutnya aja sampai dipilih jauh-jauh hari sebelumnya.</p>
<p>Setelah RDC ditutup, ternyata kita kedatangan tamu dari <a href="http://www.rotary.org" target="_blank">Rotary</a>. Rotary adalah club yang berisi orang-orang <del>di atas 30 tahun</del> yang ingin mengabdikan dirinya untuk sosial. Setiap Rotaract harus punya sponsor dari Rotary. Setelah beberapa sambutan, secara resmi RCOT-RDC ditutup oleh Rotary yang datang. Setelah itu, acara lanjut ke Dinner Party.</p>
<p>Di sesi itu, ada talent show juga dari tiap area. Karena saya masuk area Surabaya, dan nggak ada persiapan karena yang lain jadi panitia, akhirnya nggak maju. Dari Jakarta, ada vokal group. Dari Jogja juga. Dari Bali, ada tarian khas-nya. Dan ditutup dengan nyanyian dan tarian lagu WMCA (kalau gak salah, tolong dikoreksi). Tapi sekali lagi, karena saya cenderung menyendiri di tengah keramaian, dan karena sedang capek, saya lebih memilih untuk keluar dari pusat keramaian dan menontonnya saja. Padahal kelihatan mengasyikkan sekali loh. Tapi entah kenapa malam itu saya sedang nggak mood ngapa-ngapain. Selesai acara, saya cepat-cepat balik ke kamar untuk tidur, karena besoknya masih ada acara.</p>
<p>Besoknya, bangun pagi-pagi, langsung telepon si ice queen buat hilangin rasa kangen (blush). Acara <del>harusnya</del> mulai jam 7 pagi. Karena saya tahu bakal molor, saya sengaja teleponan agak lama, terus mandinya juga agak lama <del>karena mesti boker</del>. Acara hari terakhir itu adalah social day, yaitu acara penanaman pohon. Selesai makan, kita semua ngambil beberapa bibit pohon sengon untuk ditanam di gunung. Oia, beberapa peserta sudah ada yang pulang dulu karena menyesuaikan dengan jadwal pesawat.</p>
<p>Perjalanan ke lokasi penanaman, katanya orang Kaliandra-nya sih, 15 menit. Apanya? Ternyata lebih dari 1 jam untuk naik. Naik? Ya, bener-bener naik gunung deh. Capek bener pokoknya. Tapi seru juga, ngelewati alam lagi. Ijo-ijo gitu, damai banget. Ngelewati sungai yang jernih juga. Oia, pagi itu, kabutnya gila-gilaan. Tebal banget. Jarak pandang mungkin jadi cuma 10 meter. Seru tapinya.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-281 aligncenter" title="RCOT-4" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/05/DSCN6103-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Setelah penanaman, ya udah. Habis foto-foto langsung turun. Kurang begitu mengesankan sih, tapi okelah. Waktu turun, di sungai ada yang diceburin karena pas dia ulang tahun. Hehe. Setelah itu, makan siang, mandi <del>lagi</del>, dan menunggu jemputan.</p>
<p><span class="camera">Untuk foto-fotonya, bisa dilihat di bawah ini, tapi cuma dikit dari album saya. Kalau mau lihat lainnya, bisa dari wall saya yang di-tag lainnya.<br />
<a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=2037610&amp;id=1419954708&amp;l=6de12b2c47" target="_blank">Album saya</a></span></p>
<p>Ok, sampai di sini cerita perjalanan RCOT-RDC saya. Kemungkinan tahun depan RCOT dan RDC akan dipisah. Oia, sebenernya saya pingin ikut APRRC di Sydney bulan November ini. Tapi karena dana gak mencukupi, ya udahlah. Sampai post ini dipublish, saya masih jadi BOD PR di Rotaract Club Ma Chung University. Semoga saya nggak cepat bosen di sini. Dan semoga motivasi saya <del>(baca: ice queen)</del> tetap ada di sini juga. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/05/pengalaman-rcot-rdc-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VDMS Regional Meeting 3</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/03/vdms-regional-meeting-3/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/03/vdms-regional-meeting-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 11:40:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>
		<category><![CDATA[VDMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Regional meeting ketiga VDMS

Hari Sabtu kemarin, 13 Maret 2010, 10 orang dari kampus saya yang semuanya para penerima beasiswa VDMS, berangkat ke Surabaya untuk menghadiri VDMS regional meeting yang ketiga di Universitas Kristen Petra Surabaya. Saya pikir, berangkat dari kampus naik 2 mobil. Tapi ternyata, sampai kampus baru tahu kalau ternyata naik bus kampus. Haha, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Regional meeting ketiga VDMS</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-213 aligncenter" title="24-vdms2" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/03/24-vdms2.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Hari Sabtu kemarin, 13 Maret 2010, 10 orang dari <a href="http://www.machung.ac.id" target="_blank">kampus saya</a> yang semuanya para penerima beasiswa VDMS, berangkat ke Surabaya untuk menghadiri VDMS regional meeting yang ketiga di Universitas Kristen Petra Surabaya. Saya pikir, berangkat dari kampus naik 2 mobil. Tapi ternyata, sampai kampus baru tahu kalau ternyata naik bus kampus. Haha, jadi cuma isi belasan orang dengan kapasitas asli sekitar 30. Terasa longgar banget. Saya sendiri, datangnya terlambat gara-gara bangun kesiangan. :-p<br />
<span id="more-211"></span><br />
Berangkat dari kampus sekitar setengah tujuh, sampai Surabaya tepat menjelang jam 9, jam mulai acara di rundown. Tapi ternyata, nggak tahu kenapa acara mundur sekitar setengah jam. Acara dibuka dengan sambutan dan perkenalan tentang VDMS dari para board, pembesar-pembesar VDMS. Waktu buka-buka seminar kit yang dikasih, ada yang berbeda dari biasanya. Tiap peserta dapat flashdisk 2gb loh, dengan tulisan van Deventer Maas Stichting. Wow, benar-benar luar biasa.</p>
<p>Coffee break, seperti biasa masih berjalan kaku. Karena nggak banyak kenal sama anak lain universitas, jadi nggrumbul aja nih. Emang sih ketemu temen lama <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2009/08/buku-harian-lc-05-vdms-pplh-puntondo.html" target="_blank">LC</a>, tapi ya tetep aja masih sungkan mau kenalan sama lainnya.</p>
<p>Acara ini dibagi jadi 2 sesi utama, dan peserta dibagi jadi 2 kelompok yang bergantian sesi-nya. Kelompok A masuk ke ruangan 1 dulu, kelompok B masuk ke ruang 2. Di sesi kedua, baru tukeran ruangan. Istirahat, karena lokasinya di kampus universitas kristen, otomatis harus nyari masjid di luar untuk sholat. Habis istirahat, langsung masuk sesi 2.</p>
<p>Habis sesi 2 pun, saya masih sungkan untuk tiba-tiba kenalan sama anak lain. Padahal, rencananya mau bagi-bagi kartu nama. Tapi ternyata disana nggak ada yang siap buat tukeran kartu nama. Gimana nih, ya sungkan lah kalo tiba-tiba nyodorin kartu nama. Akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk bagi-bagi kartu nama. Kayak orang penting apa aja saya ini tiba-tiba bagi-bagi kartu nama.</p>
<p>Di sesi testimoni, saya beranikan diri buat maju. 5 orang saja yang maju ngasih testimoni, terus dikasih hadiah yang akhirnya saya tahu itu mug warna kuning (punya saya, gak tau yang lainnya). Lumayan lah buat minum sereal keju tiap hari.</p>
<p>Selesai acara, baru suasana agak meregang. Kok ya terlambat, baru mau pulang baru kenalan-kenalan. Haha. Tapi gak masalah deh, toh ntar pasti juga ketemu lagi. Jadi pingin ikutan seminar-seminar yang isinya orang-orang hebat lagi nih. Kita juga sempat foto-foto bareng pembesar VDMS. Keluar gedung, mulai deh kenarsisan anak Ma Chung keluar. Kita langsung foto-foto sendiri sambil nunggu bus datang.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-212 aligncenter" title="24-vdms1" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/03/24-vdms1.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Nunggu bus luama banget, dari janjiannya jam 3-4an, sampe jam 5 masih belum kelihatan. Dipikir ada apa-apa nih. Tapi eh ternyata, busnya sudah datang tapi parkir di gedung lain. Ya elah&#8230;</p>
<p>Di porong macet banget. Saya juga bakal nggak ada yang jemput. Terpaksa naik angkot deh ntar waktu sampe Malang. Turun dari bus sekitar jam 8an. Naik angkot ADL sampe ke terminal, terus saya putuskan untuk lanjut sampe rumah dengan jalan kaki. Lumayan lah, mengenang masa-masa SMP dan SMA waktu masih naik angkot dan sering jalan kaki. Sambil liat bintang dan dengerin musik pakai iPod tercinta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/03/vdms-regional-meeting-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rotaract &#8211; Tanam Pohon di Sumber Bendo</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/03/rotaract-tanam-pohon-di-sumber-bendo/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/03/rotaract-tanam-pohon-di-sumber-bendo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 13:41:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[Rotaract]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah acara sosial dari klub Rotaract kampus saya
Hari Minggu kemarin, 28 Februari 2010, dengan kepala berat saya bangun pagi-pagi. Yup, malamnya saya memang pusing berat, entah kenapa, dan masih tersisa di pagi harinya. Jam 7an, saya harus sudah sampe di kampus untuk kumpul dan berangkat ke desa Sumber Bendo. Lah, ngapain?

Saya tergabung di Rotaract, sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Sebuah acara sosial dari klub Rotaract kampus saya</strong></span></p>
<p>Hari Minggu kemarin, 28 Februari 2010, dengan kepala berat saya bangun pagi-pagi. Yup, malamnya saya memang pusing berat, entah kenapa, dan masih tersisa di pagi harinya. Jam 7an, saya harus sudah sampe di kampus untuk kumpul dan berangkat ke desa Sumber Bendo. Lah, ngapain?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-181 aligncenter" title="20-1tanam" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/03/20-1tanam.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Saya tergabung di Rotaract, sebuah klub sosial yang sudah mendunia. Di kampus saya ada cabang klub yang baru didirikan tahun 2009 kemarin. Hari Minggu itu, ada jadwal project penanaman pohon kedua yang dilakukan klub ini. Karena saya anggota, ya wajarlah kalo ikutan. Saya juga kepingin ngerti gimana pekerjaan sosial itu sebenarnya.<br />
<span id="more-180"></span><br />
Di project kali ini, target kita adalah penanaman 5ribu bibit pohon sengon di desa Sumber Bendo. Sekitar 20 anggota Rotaract Universitas Ma Chung berangkat untuk mengikuti acara ini, termasuk saya. Kita lewat jalan desa yang sempit dan berliku. Yang lain naik mobil rame-rame, saya lebih milih naek motor sendirian, menikmati angin pedesaan sambil melihat pemandangan.</p>
<p>Sampe disana, kita nunggu sebentar, terus langsung ngambil bibit pohon. Eh, ternyata kita bareng anak-anak TK kampung situ. Wah, lucu-lucu nih. Asyik juga. Habis itu kita jalan ke tempat penanaman. Awalnya, saya pikir penanaman itu bakal diadain dengan kondisi bukit yang gundul, terik, panas, dan berdebu. Eh nggak nyangka, ternyata cuma di ladang warga di belakang kandang sapi.</p>
<p>Habis penanaman, nggak langsung pulang. Para kelompok tani setempat diberikan pengarahan mengenai investasi penanaman pohon sengon ini kedepannya. Kita, yang dari Rotaract, mengajak anak-anak TK untuk bikin prakarya keranjang dari gelas Aqua. Lucu-lucu juga yah. Saya, sengaja nggak mau ikut nimbrung, daripada ntar nanti malah saya yang ngerjain. Soalnya saya suka banget bikin-bikin prakarya, semacam papercraft juga. Saya akhirnya cuma ambil foto-foto pake kamera HP.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-182 aligncenter" title="20-2eva" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/03/20-2eva.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Habis itu, ada acara rujakan bareng. Buanyak banget. Tapi sayangnya saya lagi nggak nafsu makan karena sedikit nggak enak badan. Tapi akhirnya ya maksain diri buat makan juga. Padahal paginya udah nggak sarapan loh.</p>
<p>Selesai semua acara, kita langsung balik ke kampus untuk mendapat sedikit pengarahan dari Rotary Surabaya. Banyak sekali peluang yang akan kita dapatkan jika kita masuk ke dunia sosial. Pekerjaan akan datang dari mana saja. Contoh simpelnya, bisa saja saya nerima garapan bikin website pertanian desa Sumber Bendo. Lumayan kan buat portofolio. <img src='http://fauzilhaqqi.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-183 aligncenter" title="20-3all" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/03/20-3all.jpg" alt="" width="400" height="230" /></p>
<p><span class="note">Kegiatan ini masuk Radar Malang hari Senin 1 Maret 2010</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/03/rotaract-tanam-pohon-di-sumber-bendo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Report from Japan Love Carnival</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/02/report-from-japan-love-carnival/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/02/report-from-japan-love-carnival/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 08:36:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[On Stage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama&#8230;

Di mana ada acara JZone, di situ kita manggung. Itu dulu. Yup, saya punya band yang sudah lama berdiri, di bawah nama Akatsuki. Dulu, biasanya di setiap acara konser yang diadakan J-Zone (komunitas pecinta Jepang Kota Malang) maupun komunitas di kota lain, kita selalu ambil andil di pengisi acara. Sebuah perjalanan yang cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Setelah sekian lama&#8230;</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/02/17-araya1.jpg"><img class="size-full wp-image-163 aligncenter" title="17---araya1" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/02/17-araya1.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Di mana ada acara <a href="http://www.facebook.com/jzone.indonesia" target="_blank">JZone</a>, di situ kita manggung. Itu dulu. Yup, saya punya band yang sudah lama berdiri, di bawah nama <a href="http://hq-advanced.blogspot.com/2008/07/profil-akatsuki-band.html" target="_blank">Akatsuki</a>. Dulu, biasanya di setiap acara konser yang diadakan J-Zone (komunitas pecinta Jepang Kota Malang) maupun komunitas di kota lain, kita selalu ambil andil di pengisi acara. Sebuah perjalanan yang cukup panjang mengingat saya sudah join dalam band mulai kelas 3 SMA dulu (lebih dari 3 tahun yang lalu). Kita sering main di Malang, dan beberapa kali ke luar kota seperti sidoarjo dan surabaya.</p>
<p>Awalnya saya sendiri bukan personil asli, tapi hanya pengganti. Saat saya pertama join, band ini sudah cukup solid dengan vokalis yang cukup berpengalaman. Namun sayangnya, karena suatu hal band ini pecah dan kehilangan vokalis. Sejak itu, kita jadi manggung dengan gonta-ganti vokalis. Kalo di hall of fame, sebelum penampilan semalam itu, ada 7 orang cewek yang pernah jadi lead vocal di band ini, meskipun ada yang cuma additional. Giliran nemu vokalis yang pas, eh ada masalah lagi, pecah lagi.<br />
<span id="more-162"></span><br />
Nah, tentu di masa-masa nggak ada vokalis tetap, kita kesulitan untuk memutuskan apakah akan main di suatu acara terdekat atau nggak. Kalo terpaksa main, akibatnya jadi pake additional. Ya nggak masalah sih, tapi efeknya nanti band ini akan kehilangan jati diri. Sebab yang akan dilihat pertama kali oleh penonton terhadap sebuah band, adalah vokalisnya. Kita sudah punya trademark waktu vokalis tetap pertama. Setelah dia keluar, kita kehilangan arah.</p>
<p>Vokalis tetap terakhir, juga sudah membuat suatu trademark tersendiri buat band ini. Tapi lagi-lagi, karena suatu masalah akhirnya pecah juga. Nah, bisa dibilang masa mulai saat ada masalah sampe setelah keluarnya vokalis tetap terakhir ini, adalah masa vakum yang paling lama. Hampir setahun kita nggak manggung, karena perlu penyesuaian mental di antara anggota yang lain juga. Akibatnya, berbagai event komunitas pun kita lewatkan. Sungguh sayang sekali.</p>
<p>Setelah itu, muncul perfeksionitas di band. Kalo dulu saya yang selalu perfeksionis, sekarang yang lainnya yang perfeksionis. Mereka nggak mau manggung sampe dapat vokalis tetap yang benar-benar cocok. Akibatnya kita jadi nyari-nyari calon dan nyoba-nyoba latihan. Tapi gimana mau dapet vokalis yang sip kalo waktu nyoba latihan aja belum bagus. Akhirnya, beberapa event lagi terlewatkan.</p>
<p>Sodah bosan diam saja, akhirnya kita putuskan untuk manggung pada event berikutnya, meski pake vokalis additional. Cari dicari, awalnya ada banyak calon. Eh ternyata, nggak segampang itu nyari orang yang bener-bener mau bantu dengan ikhlas untuk jadi vokalis sementara. Akhirnya, diputuskanlah untuk pake calon dari saya. Saya ajak adik angkatan di kampus untuk bantu jadi vokalis. Soalnya katanya sih dia ikutan les vocal di suatu bina vocalia.</p>
<p><a href="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/02/17-araya2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-164" style="margin: 8px;" title="17---araya2" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/02/17-araya2.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a>Awalnya sih dia tanya apa nggak ada calon lain. Saya bilang nggak ada. Ya udah, dia mau dan bilang kalo belum pernah jadi vokalis sebelumnya. Ugh, tapi yang bikin emosi, kenapa nggak bisa PD sih. Padahal ya suara bisa dibilang oke lah, tinggal mental aja. Masa vokalis malah seneng kalo jatah lagu manggung dikurangi? Apa-apaan itu.</p>
<p>Yup, akhirnya kita manggung di acara <a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=303380868561" target="_blank">Japan Love Carnival</a> yang diadakan oleh J-Zone. Acara ini diadakan di Plaza Araya Malang mulai tanggal 8 sampe 13 Februari 2010. Sebenernya bukan acara full musik, tapi ada pameran anime, cosplay, dan sebagainya. Baru puncaknya di hari terakhir diisi dengan konser musik.</p>
<p>Udah lama nggak manggung, eh ternyata dapat jatah main band kedua terakhir (soalnya yang bikin rundown temen band sendiri, haha). Jadwalnya jam setengah 9 malam. Sebenernya saya nggak suka sih kalo main terakhir-terakhir apalagi malam-malam. Pengalamannya, kalo acaranya <del>yang biasanya</del> molor pasti jatah lagunya dipotong biar selesai tepat waktu. Yup, kejadian deh. Acara molor sekitar 1 jam, jadinya yang awalnya dijatah 3 lagu, jadi main cuma 2 lagu. Sayang sekali, untuk penampilan perdana setelah vakum sekian lama. Padahal udah latihan dari jauh-jauh hari, dan intens lagi. Huft.</p>
<p>Ya sudahlah. Overall, penampilan kita bisa dibilang bagus. Waktu tanya temen-temen, keren lah pokoknya. Nggak rugi main di terakhir. Yang disayangkan, ya yang nonton cuma temen-temen komunitas sendiri. Kan Plaza-nya sudah tutup, lha kita kebagian jatah main jam setengah 10 malam. Alhasil kita main 2 lagu, Rosier dan Toxic dari band High and Mighty Color.</p>
<p>Kesimpulannya, manggung itu tetap enak lah. Jadi kepingin cepet-cepet manggung lagi, tapi dengan vokalis yang lebih sip lagi. Hehe. Masih nyari-nyari vokalis tetap nih. Kalo ada yang berminat, silahkan kontak ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/02/report-from-japan-love-carnival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatur Prioritas Itu Penting</title>
		<link>http://fauzilhaqqi.net/2010/02/mengatur-prioritas-itu-penting/</link>
		<comments>http://fauzilhaqqi.net/2010/02/mengatur-prioritas-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 11:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Queen]]></category>
		<category><![CDATA[MiMi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fauzilhaqqi.net/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Aku bukanlah superman
Nggak nyangka, ternyata sekarang banyak sekali hal yang mesti saya kerjakan. Semenjak saya keluar dari jajaran LK (Lembaga Kemahasiswaan) di kampus saya, saya memang mencari segudang kegiatan yang bisa membuat saya berkembang. Dari pertama, saya bikin komunitas open source bernama Macos, yang awalnya dari acara osum waktu ngadain Software Freedom Day 2009. Awalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-red"><strong>Aku bukanlah superman</strong></span></p>
<p><a href="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/02/16-priority.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-156" style="margin: 8px;" title="16---priority" src="http://www.fauzilhaqqi.net/wp-content/uploads/2010/02/16-priority.jpg" alt="" width="170" height="192" /></a>Nggak nyangka, ternyata sekarang banyak sekali hal yang mesti saya kerjakan. Semenjak saya keluar dari jajaran LK (Lembaga Kemahasiswaan) di <a href="http://www.machung.ac.id" target="_blank">kampus saya</a>, saya memang mencari segudang kegiatan yang bisa membuat saya berkembang. Dari pertama, saya bikin komunitas open source bernama Macos, yang awalnya dari acara <a href="http://osum.sun.com/group/universitasmachung" target="_blank">osum</a> waktu ngadain <a href="http://fauzilhaqqi.blogspot.com/2009/10/software-freedom-day-2009-ma-chung.html" target="_blank">Software Freedom Day 2009</a>. Awalnya sih jalannya <i>banter</i>, sering rapat dan sebagainya. Tapi begitu masuk liburan, <i>protol</i> satu-satu. Yah, mungkin memang karena kesalahan saya nggak bisa manage kegiatan dengan baik.</p>
<p>Sejenak saya pikir-pikir lagi apa saja aktifitas saya yang ada sekarang ini. Wah, ternyata banyak juga ya. Sulit untuk menceritakannya urut sesuai waktunya. Tapi akan saya coba list semuanya. Ini bukan untuk menyombongkan diri, tapi sebagai pengingat saja bagi saya nanti di masa depan, kalau saya pernah melakukan apa saja di masa lalu (sekarang-<i>red</i>).<br />
<span id="more-155"></span><br />
Kalo nggak salah, liburan semester lalu saya beserta 2 orang teman saya mencoba menjemput bola, yaitu ngejar proyek bikin aplikasi point of sales untuk supermarket milik <i>pakdhe</i>nya temen saya itu. Nasibnya sama, di awal niat banget. Setiap minggu kita kumpul buat bahas gimana kelanjutannya. Bahkan sampe ngajak 2 anak Akuntansi untuk join di project ini. Karena kesibukan masing-masing, terutama si project manager yang nggak bisa manage kegiatannya itu, akhirnya project ini terbengkalai. Katanya sih nunggu supermarket pakdhenya jadi dulu aja, lha tapi saya mikir itu terlalu lama. Sekarang, saya jadi sungkan sama 2 anak Akuntansi itu karena sudah ngajak-ngajak kok nggak ada kelanjutannya. Padahal saya sudah oprak-oprak si project manager, tapi diam aja. Sudahlah.</p>
<p>Meskipun saya secara struktur sudah keluar dari jajaran LK, ternyata sebagai <del>residivis</del> mantan anggota, juga diminta bantu kegiatan lainnya. Salah satunya adalah diklat buat periode setelah saya, dan ikut ngurusin LKTD buat mahasiswa baru. Benar-benar menyita waktu loh itu.</p>
<p>Kerjaan saya yang lain sekarang, yang sudah terbukti memberi penghasilan, adalah menulis. Sementara ini, saya jadi kontributor majalah PC Media di rubrik Programming. Sempat <i>mandeg</i> beberapa bulan sih, karena dosen saya menyarankan bahwa artikel yang saya submit dikirim ke CHIP Indonesia, siapa tahu masuk. Tapi setelah beberapa bulan nggak ada respon, akhirnya mending ditarik aja. Sekarang balik lagi jadi kontributor PC Media. Semoga masih bisa terus menjadi kontributor tetap lah. Amiin.</p>
<p>Berikutnya, jelaslah sebagai mahasiswa. Terutama mahasiswa IT yang benci sekali dengan hafalan, sepertinya semester depan ini saya harus mengambil banyak mata kuliah yang membutuhkan kemampuan menghafal dengan baik. Saya nggak suka itu. Untungnya, masih ada mata kuliah lain yang semoga saja mengasyikkan.</p>
<p>Balik lagi ke Macos, rasanya komunitas ini jadi mati kalau saya nggak ngapa-ngapain. Gimana yah caranya menghidupkan sebuah komunitas? Masa kalau saya yang ketuanya ini diam, yang lain ikut diam? Susah nih. Mungkin saya diam juga sekarang ini karena lagi bingung mau ngerjain yang mana dulu.</p>
<p>Di organisasi yang lain, saya tergabung di Rotaract Universitas Ma Chung yang ada di distrik 3400 (Indonesia). Meskipun sama sekali nggak ada hubungannya sama IT, saya sengaja ikut kegiatan ini untuk membangun relasi dengan pihak non-IT. Toh, organisasi ini termasuk sangat besar sedunia. Nggak ada salahnya juga kan? Motif <del>tersembunyi</del> lain sih, biar bisa lebih sering ketemu sama Ice Queen, hehe. Nah, di sini ternyata saya juga memegang jabatan yang cukup tinggi. Saya termasuk di jajaran Board of Director di divisi Public Relation. Saya mikirnya kenapa saya mau sih, karena ini masih berhubungan sama tulis-menulis dan bikin website. Jadi saya terima saja. Tapi ternyata, ini juga menyita waktu sekali.</p>
<p>Kegiatan di luar kampus, saya masih tetap nge-band. Meskipun nggak sengebet dulu, tapi tetap saya lanjutkan main musik. Sebenernya kasihan juga sih sama anggota yang lain, kalo ternyata saya nggak fokus di nge-band. Tapi toh yang lain ternyata juga nggak terlalu serius. Ada yang futsal, main kartu, dan sebagainya. Apa gunanya saya mikir-mikir serius kayak dulu ya, malah bikin <i>makan ati</i>. Sekarang, lagi nyari vokalis cewek nih, buat yang berdomisili di Malang dan suka aliran Japan Rock, silahkan hubungi saya. :p</p>
<p>Sebagai blogger, jelaslah harus tetap aktif nulis. Dengan blog pribadi beralamat di <a href="http://www.fauzilhaqqi.net" target="_blank">http://www.fauzilhaqqi.net</a> yang baru saja di launching, saya akan terus menulis dan berbagi apa yang bisa saya bagi.</p>
<p>Hm, apa lagi yah&#8230; *mikir*&#8230; oia, hobi saya bikin game juga tertunda gara-gara kebanyakan aktifitas. Akhirnya saya jadi sungkan sendiri sama teman seperjuangan saya bikin game ini. Nggak itu saja, niat saya bikin <a href="http://www.fauzilhaqqi.net/tag/hq-library/" target="_blank">HQLibrary</a> juga masih suspended. Banyak yang harus dikerjakan.</p>
<p>Tapi dari itu semua, saya masih saja merasa kurang puas. Kemarin baca-baca blog orang lain, report wordcampid, dan sebagainya, saya jadi terinspirasi untuk serius bikin usaha. Teman-teman kampus saya sudah ada yang bikin sih, tapi nggak terlalu jalan juga. Saya pikir lagi, ternyata di sekitar saya ini banyak orang hebat yang masih belum memanfaatkan potensinya. Singkat cerita, saya bikin sebuah usaha yang diawali oleh 4 orang termasuk saya. Untuk detailnya, masih rahasia. Saya akan bahas lebih lanjut di posting berikutnya, soalnya nggak mau dibilang sombong. Masih belum ada wujudnya kok <i>koar-koar</i>.</p>
<p>Nah, sekarang dengan segudang aktifitas, saya jadi bingung mana yang harus dikerjakan dulu. Dari Rotaract minta didesainkan sertifikat dan kartu nama. Dari macos, saya punya kewajiban sebagai ketua yang harus memanage semuanya. Di band, saya juga harus ngikuti jadwal ngumpul dan latihan, plus manggung. Di LK, masih saja diminta bantu-bantu. Kuliah, nggak terlalu ngurus sih. Blogging masih harus menambah posting setiap minggunya. Nulis artikel, harus jadi minimal 1 dalam 1 bulan. Targetnya sih minimal 2. Dan sekarang, lagi fokus ngembangin usaha sendiri. Lha terus, mana yang harus dikerjakan lebih dulu???</p>
<p>Kalau ngurus Rotaract, yang macos nggak keurus. Ngurus macos, anak-anaknya pada ribet ngumpulnya. Nge-band, halah cuma gitu-gitu doank. LK, sementara menjauh deh. Rasanya sih, yang sekarang harus konsen, ya demi masa depan. Melanjutkan nulis artikel, blogging, dan mikirin wirausaha. Ok deh.</p>
<p>Tapi semua rasanya sepi dan nggak ada vision kalo nggak ada yang satu itu. Yup, belum ada pendamping *<i>blush</i>*. Masih aja ribet sama Ice Queen, sampe-sampe teman-teman saya bilang &#8220;cepetan donk, lama amat sih&#8221;. Kadang-kadang juga nggak bisa konsen kalo lagi kepikiran Ice Queen, terutama waktu main rahasia-rahasiaan. Sebenernya, sudah niat mau confess dan mengungkap semua rahasia di balik Ice Queen sih, tapi susah amat waktunya. Bahkan karena ketidakkonsistenan waktu tersebut, bikin saya bingung sendiri ngatur jadwal saya. Begitu ada waktu buat confess, eh malah keadaan lagi nggak mendukung. Yang BadMood lah, yang keburu waktu lah. Yah, sudahlah. Mungkin memang belum waktunya. Tapi saat ini dialah prioritas utama, karena nggak ada dia semua terasa hampa. *lebai mode on, tapi serius* haha.. <img src='http://fauzilhaqqi.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Dan itu berarti post saya tentang rahasia Ice Queen akan tetap menjadi draft sampai waktunya tiba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzilhaqqi.net/2010/02/mengatur-prioritas-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
